Inter 2-0 Milan

Akhirnya menang juga, setelah banyak kalangan menilai Inter bakalan kalah lawan Milan pada derby kali ini. Gol dari Si Predator Diego Milito di menit ke 10 plus tambahan dari pemain baru Goran Pandev di menit ke 65, membawa Inter menang 2-0. Hasil ini membuat Inter memimpin 9 poin dari Milan, walaupun kemungkinan bisa direduksi jadi 6 poin andai Milan bisa menang lawan Fiorentina (andai loh ya..mudah2an sih jangan).

Derby kali ini memang bener2 terasa hambar banget, saya hanya menontonnya lewat “detik” sama “livescores” berhubung udah gak ada lagi TV lokal yang mau nyiarin Liga Italia. Kapan ya stasiun TV lokal kita mau “insyaf” lagi dan mau nyiarin Liga Italia? hehehehe….

Ronaldo Luis Nazario da Lima

Gara-gara pemain inilah saya suka dengan tim Inter Milan, walaupun saya pertama mengaguminya ketika dia bermain di Barcelona, mungkin gara-gara durasi main dia di Inter Milan lebih lama ketimbang di Barcelona. Pertama liat dia ketika Liga Spanyol masih disiarin sama ANTV. Gaya bermainnya yang mengandalkan kecepatan, skill olah bola yang tinggi, determinasi, serta body ball yang kuat, membuat saya sangat mengaguminya, Allah SWT memberikannya bakat sepakbola yang sangat luar biasa.

Di Barcelona pula namanya mulai menanjak, dengan torehan 47 gol dalam 49 penampilannya di semua ajang membuat semua klub besar eropa menginginkannya, walaupun di musim pertamanya itu dia tidak bisa mengantarkan Barcelona menjadi juara La Liga akibat kalah saing dengan Real Madrid. Namun Piala Winner Eropa (sekarang udah nggak ada) ditambah Piala Liga dan Super Liga, berhasil dipersembahkannya buat tim Spanyol pertamanya itu. Dan klub besar eropa yang beruntung mendapatkan servisnya adalah Inter Milan, walaupun sebenernya gak abis pikir kok bisa Barcelona menjualnya, padahal Ronaldo baru semusim membela Barcelona, hal yang gak mungkin terjadi saat ini terjadi pada Lionel Messi ataupun Pedro Rodrigue (coba kalau Ronaldo lebih lama di barca, mungkin saya bakalan jadi fans berat Barca).

Namun cerita indah Ronaldo di Inter juga hanya semusim, sisa 4 musim berikutnya lebih banyak dihabiskan di ruang medis, akibat berbagai cedera yang menimpanya. Musim pertamanya di Inter dilalui cukup manis, walaupun lagi-lagi dia gagal mempersembahkan gelar scudetto bagi Inter. Gelar Piala UEFA, dimana pada final lawan Lazio saat itu dia mencetak gol dengan gaya khasnya dan membawa Inter menang 3-0 atas Lazio, serta menjadi runner-up top skor Liga Italia.

Musim-musim berikutnya di Inter, Ronaldo seperti seorang pesakitan dibandingkan seorang pemain sepakbola, dimana ia lebih banyak cedera dibandingkan mainnya. Puncak cederanya didapat ketika Inter tanding sama Lecce pada musim 99. Kadang pada masa-masa itu (di masa RCTI masih mau menayangkan Liga Italia), saya kadang greget kalo Inter main tanpa Ronaldo. Eh, sekali muncul lagi malah cedera lagi (saya inget banget waktu itu pas nonton Inter lawan Lazio di Stadion Olimpico pada ajang Copa Italia, partai dimana rencananya comeback pertama Ronaldo setelah lama cedera, Ronaldo main cuma bentar banget, waktu dia giring bola dan dijagain sama bek-beknya Lazio, eh dia tersungkur ke tanah sambil pegangin lututnya, dikirain ditekel sama bek-beknya Lazio yang ngerubungin dia, eh pas diliat di tayangan ulang emang dia jatuh dengan sendirinya).

Ronaldo juga akhirnya menjadi musuh besar fans fanatik Inter Milan, waktu dia mutusin buat hijrah ke Real Madrid, setelah main cemerlang di ajang Piala Dunia 2002, dimana di ajang tersebut Ronaldo berhasil menjadi top skor kejuaraan dan membawa Brazil juara dunia untuk ke 5 kalinya. Dia dianggap pengkhianat, karena setelah penantian cukup lama dari fans, pelatih, rekan setim sampai Presiden Massimo Moratti yang begitu sabar mengurus Ronaldo ketika ia terpuruk dengan cederanya, eh dia malah pindah ke tim lain ketika dia berhasil bersinar kembali (yang ini jangan di contoh ya).

Waktu banyak yang memprediksi bahwa sebenernya niat Ronaldo hengkang ke Real Madrid adalah inginnya dia mendapatkan gelar juara Liga, setelah di Cruzeiro, PSV, Barcelona, sama Inter, dia gagal mendapatkannya. Apalagi di masa-masa itu pula Inter sedang mengalami masa-masa suramnya.

Keinginannya untuk mendapatkan gelar Liga akhirnya terwujud setelah musim pertamanya di Real Madrid, ia berhasil mengantarkan Real Madrid menjadi juara Liga Spanyol, dimana di partai akhir dia mencetak 2 gol yang menentukan.

Ronaldo mengakhiri karirnya di Real Madrid ketika Madrid ditangani Fabio Capello. Penampilannya yang mulai menurun akibat faktor berat badan membuatnya hengkang ke AC Milan di pertengahan musim 2007/2008. Namun di AC Milan dia juga kerap jadi cadangan, dan akhirnya ia pindah ke klub di kampung halamannya yaitu di Corinthians dan mulai debut pertamanya pada tanggal 4 Maret 2009.

Dari perjalanan kariernya yang penuh prestasi namun juga berliku, hanya gelar Liga Champions lah yang tidak pernah ia dapatkan sepanjang berkarir di Eropa. Sisanya hampir semua ia dapatkan baik di tingkat klub maupun di tingkat tim nasional.

Intinya bagi saya dialah pemain sepakbola terhebat yang pernah saya lihat di dunia sampai saat ini (Messi, C. Ronaldo, Del Piero, Pele, Maradoa lewat semua, hehehe….sorry bagi penggemar nama2 diatas, just kidding…..)

Add-ons Stylish

Booming facebook yang melanda hampir seluruh dunia, membuat browser Mozilla ikut memberikan sumbangsihnya berupa add-ons yang bernama Stylish karya Jason Barnabe. Dengan add-ons ini kita dapat merubah tampilan layout dari facebook kita sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi karena ini hanya berupa add-ons, maka kita hanya dapat melihat perubahan layout dari facebook kita lewat komputer yang telah kita install add-ons Stylish-nya. Jadi hanya kita yang bisa liat perubahannya alias ini hanya untuk kesenangan sendiri aja.

Add-ons Stylish dapat anda download di https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/2108

Setelah anda install di Mozilla anda, maka untuk mencari desain layout yang anda inginkan masuk ke situs http://userstyles.org/styles/browse/facebook.com , klik desain yang anda inginkan lalu klik tombol Install with Stylish, maka berubahlah tampilan facebook anda.

Personas

Bagi anda yang suka utak-atik tampilan dari browser Mozilla Firefox, kali ini Mozilla ngeluarin inovasinya yang bernama Personas. Anda bisa mencobanya dengan mengunjungi situsnya di www.getpersonas.com, dengan terlebih dahulu menggunakan browser Mozilla yang versi 3.6

Dengan menggunakan Personas ini kita dapat mengganti themes tanpa harus menginstallnya menjadi add-ons. Tinggal pilih desain yang cocok, lalu klik, jadi berubah deh tampilan Mozilla-nya. Nah, jika anda mau mengganti themes-nya berulang kali tapi males ke situsnya, maka gunain Persona Plus, yaitu berupa add-ons yang diinstalkan pada Mozilla anda.  Setelah anda install add-ons tersebut, maka kita dengan mudah mengganti themes Mozilla sesuka hati kita, dengan cara klik icon berbentuk rubah di sisi kiri bawah Mozilla anda. Selamat mencoba!

Themes Baru Di Tahun Baru

Spring Loaded karyanya The 449 menjadi themes baru saya di 2010, setelah hampir sekian lama ngegunain themes yang bernama albeo.  Semoga dengan semangat baru di tahun yang baru, saya dapat semakin giat menulis di blog ini dan dapat memberikan sedikit ilmu serta pengetahuan bagi anda pembaca blog ini.

GPR (2)

Seperti yang telah saya tulis pada postingan sebelumnya, bahwa sinyal listrik yang berupa PRF (Pulse Repetition Frequency) yang dijalarkan oleh antenna transmitter (pengirim) nantinya akan direfleksikan oleh sebuah objek yang nantinya akan ditangkap oleh antenna receiver (penerima). Nah hasil dari refleksinya itu nantinya akan membentuk sebuah pola.

Salah satu contoh pola sinyal yang ditampilkan di LCD Easy Locator

Gambar diatas merupakan salah satu contoh pola yang dihasilkan oleh sinyal-sinyal hasil refleksi sebuah objek. Terlihat bahwa ada sebuah pola yang berbentuk seperti huruf “U” yang terbalik yang biasanya disebut pula dengan hiperbola. Pola seperti itu biasanya dapat kita curigai sebagai sebuah objek baik itu dapat berupa pipa, baik yang terbuat dari bahan metal ataupun pipa pvc, kabel, dan lain-lain, untuk lebih memastikannya dibutuhkan interpretasi lebih lanjut, melalui gabungan antara pengolahan software dan pengalaman di lapangan.

Lalu bagaimana jalan ceritanya sehingga dapat membentuk pola seperti huruf “U” terbalik tersebut?, jadi ketika kita melakukan pengukuran di lapangan dengan menggunakan GPR tersebut, maka gelombang elektromagnetik terus dijalarkan sepanjang daerah pengukuran. Karena penjalarannya dilakukan tanpa henti (kecuali sampai batas daerah pengukuran) maka sinyal-sinyal yang direfleksikan dan ditangkap oleh receiver akan sangat rapat, sehingga nantinya akan membuat sebuah pola.

Sinyal-sinyal yang membentuk sebuah pola

Sumber Gambar : Ground Penetrating Radar Workshop Notes – A. P. Annan

Dari gambar prinsip kerja GPR pada postingan sebelumnya, terlihat bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh anttena transmitter berbentuk seperti sebuah kerucut dengan sudut yang besar, sehingga gelombang tersebut dapat mengenai objek walau alat GPR-nya sendiri sebenarnya masih jauh dari objek tersebut. Nah, ketika alat GPR ini tepat berada diatas objek tersebut, maka akan semakin terlihat jelas. Lalu mengapa menjadi bentuknya seperti hiperbola alias melengkung karena ketika melakukan pengukuran, arah pergerakan GPR dilakukan secara tegak lurus terhadap suatu kawasan yang dijadikan pengukuran.

GPR (1)

Berhubung saat ini lagi belajar mengenai GPR, nggak ada salahnya saya dikit-dikit nge-share apa yang telah saya pelajari kepada anda semua yang kebetulan lagi belajar juga mengenai GPR ini. Tulisan mengenai GPR juga ada di blognya kawan saya yaitu Soni di sonisatiawan.wordpress.com

Oke, saya mulai aja (Bismillah). GPR merupakan singkatan dari Ground Penetrating Radar. Dari namanya aja udah ketauan bahwa alat ini digunain buat nge-deteksi apa yang ada di bawah permukaan tanah, baik itu yang berada dalam kedalaman yang dangkal ataupun yang berada sangat dalam di bawah permukaan tanah. Dengan alat ini kita bisa memprediksi apakah ada suatu benda di bawah tanah tersebut, apakah itu pipa, barang tamabang kayak batu bara, nikel, dll, atau kita bisa nyari bunker yang tersembunyi seperti kasusnya Tommy Soeharto dulu, atau kita bisa mencobanya buat nyari mayatnya anak-anak jalanan yang telah dibunuh Babe alias c Baekuni, yang sekarang ini lagi heboh banget.

Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, dimana gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh transmitter alias pengirim nantinya akan berupa sinyal listrik dalam bentuk PRF (Pulse Repetition Frequency), nah si sinyal ini akan mengalami atenuasi ataupun refleksi. Nah si sinyal tersebut ada yang direfleksikan ataupun ada yang terus menjalar ke bawah permukaan, hal ini disebabkan jika sinyal mengenai 2 objek yang mempunyai konstanta dielektrik relatif yang berbeda. Hasil dari refleksi atau pantulan sinyal tersebut akan diterima oleh receiver.

Prinsip Kerja GPR

Sumber Gambar : www.georadarimaging.com/images/ground-pic1.jpg

GPR yang sedang saya pelajari adalah GPR yang mempunyai frekuensi 350 MHz dan 500 MHz.

GPR Buatan Mala Geoscience (Easy Locator)

(www.radiolocation.com.hk/Easy%20L2.jpg)

GPR buatan Mala Geoscience ini mempunyai nama Easy Locator dan dirancang untuk mendeteksi objek baik yang berbahan metal ataupun non-metal dengan kedalaman yang dangkal. Untuk antenna dengan frekuensi 500 MHz (Shallow) dapat mendeteksi sampai kedalaman sekitar 5.5 meter (dengan pilihan kondisi tanah kering) dan kedalamannya akan semakin berkurang jika pilihan tanah yang dipilih mendekati kondisi basah. Sedangkan antenna dengan frekuensi 350 Mhz dapat mendeteksi kedalaman lebih dari yang dapat dideteksi oleh antenna 500 MHz, namun dengan kualitas resolusi citra yang lebih rendah dibandingkan dengan resolusi citra yang dihasilkan oleh antenna dengan frekuensi 500 Mhz.

GPR buatan Mala ini nantinya diperuntukkan untuk berbagai penelitian di bidang Geoteknik, seperti untuk mendeteksi pipa, gorong-gorong, kabel, dan objek-objek lainnya yang biasa diinstalasi di kedalaman yang dangkal. Oke segitu dulu ya, ntar saya lanjutin lagi ……

Coba Inovasi Baru WordPress

Kali ini saya bakalan nyoba inovasi baru dari WordPress berupa gambar dengan kualitas tinggi yang bersifat gratisan khusus bagi pengguna blog WordPress. Anda bisa kunjungi situs-nya di picapp.com, lalu cari foto yang anda inginkan dalam box search, setelah itu klik gambarnya lalu copy kodenya (pilih yang For WordPress) lalu paste di postingan anda.

Kali ini saya bakalan nyoba gambarnya Cristiano Ronaldo.

Atmosfer (Troposfer)

Postingan berikut ini merupakan sambungan dari postingan sebelumnya mengenai atmosfer. Kali ini akan dibahas mengenai struktur vertikal atmosfer, dan akan diawali dengan lapisan troposfer.

Troposfer

Gambar 1 Berbagai Lapisan Dalam Atmosfer

(Sumber : Essentials of Meteorology – C. Donald Ahrens)

Pembagian struktur vertikal atmosfer menjadi berbagai lapisan seperti troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer, didasarkan atas perbedaan suhu pada berbagai lapisan diatas. Nah, untuk lapisan troposfer yang merupakan lapisan terbawah dari struktur lapisan vertikal atmosfer (lihat Gambar 1), terjadi penurunan suhu yang nilainya antara 0,5 dan 10 C tiap 100 m dengan nilai rata-rata 0,650 C tiap 100 meter atau 3,6 derajat Fahrenheit setiap 1000 kaki (penurunan suhunya tergantung dari pada situasi meteorologi). Penurunan suhu terhadap ketinggian ini biasa disebut sebagai temperatur lapse rate. Penurunan suhu tersebut banyak diakibatkan dikarenakan oleh sangat sedikitnya troposfer menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari, sebaliknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak diatasnya melalui konduksi, konveksi, dan panas laten kondensasi atau sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer.

Konduksi : Suatu mekanisme perpindahan panas melalui suatu media/bahan oleh gerakan molekul tanpa disertai gerakan media/bahan itu sendiri

Konveksi : Suatu gerakan internal dalam lapisan udara yang mengakibatkan perpindahan panas secara vertikal, momentum dan sebagainya

Kondensasi : Proses perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair

Sublimasi : Proses perubahan fasa, dari fasa es ke fasa uap

Panas laten : Panas yang tersimpan dalam suatu bahan/media

Dari Gambar 1, dapat dilihat bahwa ada suatu lapisan pembatas antara lapisan troposfer dengan lapisan stratosfer yang dinamakan lapisan tropopause. Dari gambar tersebut terlihat bahwa setelah ketinggian sekitar 10 atau 11 km yaitu di lapisan tropopause, terjadi penghentian penurunan suhu terhadap ketinggian (lapse rate-nya sama dengan 0), dan setelah itu malah terjadi kenaikan suhu terhadap ketinggian  ( biasa disebut dengan inversi suhu). Ketinggian tropopause sendiri sendiri sebenarnya berbeda-beda di setiap lintang, dan yang paling tinggi berada di atas ekuator (antara 16-18 km) dengan suhu mencapai -800 C, sedangkan di kutub ketinggian tropopause hanya mencapai 6-8 km dengan suhu mencapai -400 C. Hal ini dikarenakan karena di ekuator terjadi pemanasan dan turbulensi serta konveksi vertikal yang kuat.

Lapisan troposfer itu sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu lapisan batas (boundary layer) dan atmosfer bebas. Apa itu lapisan batas?

Lapisan Batas

Gambar 2 Lapisan Troposfer Dibagi Menjadi 2 Bagian – Lapisan Batas & Atmosfer Bebas

(Sumber : Tri WH – PPT Dinamika Lapisan Batas Planeter)

Seperti telah diterangkan sebelumnya, bahwa lapisan troposfer ini merupakan lapisan terbawah dan salah satu bagiannya yaitu lapisan batas planeter merupakan bagian dimana  sifat-sifat fisis dan dinamisnya banyak dipengaruhi oleh kondisi permukaan bumi serta lapisan batas ini memberikan respon terhadap pengaruh gaya-gaya permukaan dalam selang waktu sekitar satu jam atau kurang. Pengaruh gaya-gaya yang dimaksud berupa gesekan, penguapan dan transpirasi, emisi polutan, transfer panas dan aliran udara yang dipengaruhi oleh topografi. Sedangkan pengertian atmosfer bebas sendiri dapat diartikan sebagai suatu bagian dari lapisan troposfer yang tidak mendapatkan pengaruh dari permukaan bumi.

Nah, sekian dulu pembahasan mengenai troposfer, semoga bermanfaat. Postingan selanjutnya saya akan bercerita lebih dalam mengenai lapisan batas. See You!

Daftar Pustaka

v  Abidin, Zainal.(2009), Pengamatan Turbulensi Atmosfer Di Lapangan Meteorologi ITB

v  Ahrens, C. Donald., Essentials of Meteorology – An Invitation to the Atmosphere 3rd Edition.

v  Prawirowardoyo, Susilo. (1996), Meteorologi, Penerbit ITB : Bandung

v  Tjasyono, Bayong HK. (2004), Klimatologi, Penerbit ITB : Bandung

v  Wahyu Hadi, Tri., PPT Dinamika Lapisan Batas Planeter

Uji Chi-Kuadrat (Perencanaan Saluran Drainase Bag. III)

Pada postingan sebelumnya telah diberikan macam-macam distribusi frekuensi yang sering digunakan dalam hidrologi. Nah, untuk memilih jenis distribusi frekuensi sampel data yang cocok terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat mewakili distribusi frekuensi tersebut, maka diperlukan Uji Chi-Kuadrat terhadap 3 distribusi frekuensi diatas (Suripin, 2004).

Prosedur dan contoh soal Uji Chi-Kuadrat adalah sebagai berikut :

1). Urutkan data pengamatan (dari data terbesar sampai dengan data terkecil atau sebaliknya)

2). Tentukan range nilai peluang yang akan diambil

3). Tentukan nilai K, yaitu Variabel Reduksi Gauss, untuk setiap nilai peluang

4). Masukkan nilai K tersebut dalam persamaan berikut :

1. Gumbel

dimana :

2. Keterangan Gumbel

4. Keterangan 2

Interpretasi hasil uji adalah sebagai berikut :

1). Apabila peluang lebih dari 5%, maka persamaan distribusi yang digunakan dapat diterima

2). Apabila peluang kurang dari 1%, maka persamaan distribusi yang digunakan tidak dapat diterima

3).        Apabila nilai peluang diantara 1% – 5%, maka tidak mungkin diambil keputusan, diperlukan data tambahan

Berikut ini adalah contoh dari Uji Chi-Kuadrat :

  • Urutkan data pengamatan dari nilai tertinggi hingga nilai terendah
  • Tentukan range nilai peluang (P) yang akan diambil.

Dari hasil perhitungan nilai peluang terkecil adalah 0,03 (lihat tabel LA-7) dan nilai peluang terbesar 0,97 (lihat tabel LA-7). Agar dapat membagi data dalam 5 grup maka diambil range nilai peluang sebesar 0,2

  • Dicari nilai K, yaitu nilai Variabel Reduksi Gauss, untuk setiap nilai peluang.

Dalam hal ini yaitu peluang sebesar 0,2, 0,4, 0,6, 0,8. Penentuan nilai K dapat dilihat pada Tabel L-5 (Lihat dalam postingan saya sebelumnya : Distribusi Frekuensi).

  • Nilai K tersebut kemudian dimasukkan ke dalam persamaan 1

Contoh perhitungan untuk P = 0,2 dengan menggunakan Persamaan 1

3. Cth. 1

5. Tabel 1

Tabel LA-7 Perhitungan Uji Kecocokan Dengan Chi-Kuadrat

Ket :

m : Peringkat (1-28)
N : Jumlah data (28 sampel data)
Xi : Rata-rata curah hujan maksimum tahunan (disini saya mengambil sampel 28 tahun rata-rata curah hujan maksimum tahunan pada bulan-bulan basah – lebih lengkap mengenai perhitungan CH. Max tahunan pada bulan-bulan basah dapat anda lihat pada postingan saya sebelumnya)

6. Keterangan 2

Tabel LA-8 Uji Chi-Kuadrat Metode Gumbel dan Metode Distribusi Normal

No.

Nilai Batas Sub-Grup

Jumlah Data (Oi)

Jumlah Nilai Teoritis (Ei)

(Oi-Ei)

(Oi-Ei)2

Ei

1.

< 47,45

3

5,6

-2,6

1,21

2.

47,45 < X < 53,37

7

5,6

1,4

0,35

3.

53,37 < X < 58,39

8

5,6

2,4

1,03

4.

58,39 < X < 64,31

3

5,6

-2,6

1,21

5.

> 64,31

7

5,6

1,4

0,35

Jumlah

11

Chi-Kuadrat

4,14

Tabel LA-9 Uji Chi-Kuadrat Metode Distribusi Log-Pearson III

No.

Nilai Batas Sub-Grup

Jumlah Data (Oi)

Jumlah Nilai Teoritis (Ei)

(Oi-Ei)

(Oi-Ei)2

Ei

1.

< 1,68

6

5,6

0,4

0,03

2.

1,68 < X < 1,73

5

5,6

-0,6

0,06

3.

1,73 < X < 1,77

8

5,6

2,4

1,03

4.

1,77 < X < 1,81

3

5,6

-2,6

1,21

5.

> 1,81

6

5,6

0,4

0,03

Jumlah

11

Chi-Kuadrat

2,36

Syarat sebuah metode distribusi frekuensi dapat diterima jika nilai Chi-Kuadrat hitung lebih kecil dibandingkan dengan nilai Chi-Kuadrat tabel, dengan terlebih dahulu menetapkan nilai derajat kebebasan (dK) dan nilai peluang (dalam perhitungan ini menggunakan peluang 5 %).

Berdasarkan hasil perhitungan Chi-Kuadrat, semua metode dapat diterima karena berpeluang lebih dari 5 %. Akan tetapi peluang dengan menggunakan Metode Distribusi Log-Pearson III lebih besar, ini dapat dilihat pada nilai Chi-Kuadrat hitung Metode Distribusi Log-Pearson III (dengan nilai = 2,36) lebih kecil dibandingkan nilai Chi-Kuadrat hitung Metode Distribusi Normal maupun Metode Gumbel (dengan nilai = 4,14).

Lampiran :

Tabel LA-6 Nilai Kritis Untuk Distribusi Chi-Kuadrat (Uji Satu Sisi)

dk

(alpha) derajat kepercayaan

0,995

0,99

0,975

0,95

0,05

0,025

0,01

0,005

1

0,0000393

0,000157

0,000982

0,00393

3,841

5,024

6,635

7,879

2

0,0100

0,0201

0,0506

0,103

5,991

7,378

9,210

10,597

3

0,0717

0,115

0,216

0,352

7,815

9,348

11,345

12,838

4

0,207

0,297

0,484

0,711

9,488

11,143

13,277

14,860

5

0,412

0,554

0,831

1,145

11,070

12,832

15,086

16,750