Posted by: mtnugraha on: April 2, 2009

(www.istockphoto.com)
Bagi anda yang saat ini sedang mencari suatu perumusan bagaimana cara mendapatkan data intensitas curah hujan dari curah hujan harian baik maksimum maupun yang “biasa-biasa aja”, anda dapat menemukan solusinya dengan membaca post ini (mudah2an !!!!). Perhitungan intensitas curah hujan biasanya diperlukan sebagai bagian perumusan dalam perhitungan debit rencana menggunakan Metode Rasional.
|
Naon sih eta Metode Rasional teh !, check this out : Salah satu metode yang umum digunakan untuk memperkirakan laju aliran puncak (debit banjir atau debit rencana) yaitu Metode Rasional USSCS (1973). Metode ini digunakan untuk daerah yang luas pengalirannya kurang dari 300 ha (Goldman et.al., 1986, dalam Suripin, 2004). Metode Rasional dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa curah hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata di seluruh daerah pengaliran selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (tc). Persamaan matematik Metode Rasional adalah sebagai berikut :
dimana :
Di wilayah perkotaan, luas daerah pengaliran pada umumnya terdiri dari beberapa daerah yang mempunyai karakteristik permukaan tanah yang berbeda (subarea), sehingga koefisien pengaliran untuk masing-masing subarea nilainya berbeda, dan untuk menentukan koefisien pengaliran pada wilayah tersebut dilakukan penggabungan dari masing-masing subarea. Variabel luas subarea dinyatakan dengan Aj dan koefisien pengaliran dari tiap subarea dinyatakan dengan Cj, maka untuk menentukan debit digunakan rumus sebagai berikut :
dimana :
|
Biasanya dalam perencanaan bangunan pengairan (misalnya drainase), debit rencana sangat diperlukan untuk mengetahui kapasitas yang seharusnya dapat ditampung oleh sebuah drainase, agar semua debit air dapat ditampung dan teralirkan. Oke kita masuk ke intinya, metode yang biasa digunakan dalam perhitungan intensitas curah hujan adalah sebagai berikut:
· Metode Mononobe
|
|
|
dimana :
|
|
I |
: |
Intensitas curah hujan (mm/jam) |
|
|
t |
: |
Lamanya curah hujan / durasi curah hujan (jam) |
|
|
R24 |
: |
Curah hujan rencana dalam suatu periode ulang, yang nilainya didapat dari tahapan sebelumnya (tahapan analisis frekuensi)
|
|
Keterangan : · R24 , dapat diartikan sebagai curah hujan dalam 24 jam (mm/hari) |
|||
Contoh kasusnya seperti ini, jika anda ingin mengetahui intensitas curah hujan dari data curah hujan harian selama 5 menit, pengerjaannya adalah sebagai berikut (jika diketahui curah hujan selama satu hari bernilai 56 mm/hari) :

_
Ket :
Ubah satuan waktu dari menit menjadi jam. Contoh durasi selama 5 menit menjadi durasi selama 5/60 atau selama 0,833 jam.
Gampang kan bagaimana cara mendapatkan intensitas curah hujan dari curah hujan harian. Sekarang kita masuk ke metode kedua, yaitu :
· Metode Van Breen
Berdasarkan penelitian Ir. Van Breen di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, curah hujan terkonsentrasi selama 4 jam dengan jumlah curah hujan sebesar 90% dari jumlah curah hujan selama 24 jam (Anonim dalam Melinda, 2007).
Perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Van Breen adalah sebagai berikut :
_
|
|
|
dimana :
|
IT |
: |
Intensitas curah hujan pada suatu periode ulang (T tahun) |
|
RT |
: |
Tinggi curah hujan pada periode ulang T tahun (mm/hari) |
Oke, dengan nilai yang sama dengan nilai yang digunakan dalam Metode Mononobe, maka perhitungan intensitas curah hujan dengan Metode Van Breen, menghasilkan nilai sebagai berikut :
![]()
_
Udah liat kan, ternyata nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan harian mencapai 56 mm/hari dengan menggunakan Metode Van Breen, nilainya lebih besar dibandingkan dengan perhitungan intensitas curah hujan menggunakan Metode Mononobe.
Oke, metode ketiga adalah sebagai berikut :
· Metode Haspers dan Der Weduwen
Metode ini berasal dari kecenderungan curah hujan harian yang dikelompokkan atas dasar anggapan bahwa curah hujan memiliki distribusi yang simetris dengan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 jam dan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 sampai 24 jam ( Melinda, 2007 )
Perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Haspers & der Weduwen adalah sebagai berikut :
_
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dimana :
|
I |
: |
Intensitas curah hujan (mm/jam) |
|
R, Rt |
: |
Curah hujan menurut Haspers dan Der Weduwen |
|
t |
: |
Durasi curah hujan (jam) |
|
Xt |
: |
Curah hujan harian maksimum yang terpilih (mm/hari) |
Dengan nilai contoh yang sama, akan tetapi dengan ditambah dengan durasi 60 menit :
Yups, yang terakhir ini agak ribet dikarenakan metode ini mempunyai dua persamaan yang berbeda tergantung durasi yang akan dicari.
Oh, iya intensitas curah hujan sendiri dapat diartikan sebagai berikut :
|
Intensitas curah hujan adalah jumlah curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume hujan tiap satuan waktu, yang terjadi pada satu kurun waktu air hujan terkonsentrasi (Wesli, 2008). Besarnya intensitas curah hujan berbeda-beda tergantung dari lamanya curah hujan dan frekuensi kejadiannya. Intensitas curah hujan yang tinggi pada umumnya berlangsung dengan durasi pendek dan meliputi daerah yang tidak luas. Hujan yang meliputi daerah luas, jarang sekali dengan intensitas tinggi, tetapi dapat berlangsung dengan durasi cukup panjang. Kombinasi dari intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang jarang terjadi, tetapi apabila terjadi berarti sejumlah besar volume air bagaikan ditumpahkan dari langit. (Suroso, 2006) |
Oke degh …, segitu dulu post mengenai intensitas curah hujan, post berikutnya saya akan memberikan suatu cara memilih metode perhitungan intensitas curah hujan yang cocok terhadap sebaran data curah hujan di wilayah tersebut. See You …….
trimakasih postingannya,nermanfaat banget….btw kalo boeh tau alat-alat yang di pake untuk semua itu gimana?
salam kenal..saya tertarik dengan tulisan ini…mungkin lebih mantap lagi kalo disertakan daftar pustakanya…sehingga bisa ditelusuri..trims..
salam kenal…
kalau menghitung curah hujan 7 harian sama 30 harian bagaimana, tolng beri penjelsan trim…
salam kenal
bagaimana menghitung intensitas curah hujan (mm/jam)jika curah hujan rencana yang digunkan 30 hari.
kenapa ya hasilnya jauh lebih kecil d banding curah hujan 1 harian,
misalnya nih, curah hujan 30 harian 400 mm/30 hari.,
so untuk masukin ke R24,,, nilai 400 dibagi 30 dlu kan?untuk mendapat harian trus dibagi 24 untuk dapat jam?
bener gak?
tolong penjuelasannya…
mas gmn cara menentukan curah hujan misalnya menentukan curah hujan dikecamatan sukamakmur, padahal data yang ada hanya berasal dari satu desa dikecamatan sukamakmur. trims
salam kenal
Saya mau bertanya bagaimana cara menghitung curah hujan 10 tahun dengan cara 4 metode
Teman2, tolong bantuan langkah-langkah kerja untuk mendesain danau buatan (situ).
Tx
mas.. tolong posting in perhitungan curah hujan rencana donk….
yang pake metode gumbel ya…
dosenku ngajarnya g jelas…
hehehehehe
thanx mas
Salam Kenal.
saya sedang TA di salah satu perusahaan tambang. dapat tugas merencanakan sistim drainase 2010, dari penentuan dimensi main sump, pompa, sediment pond, dan saluran.
maaf mas,,boleh minta tolong, minta DASAR TEORI tentng penentuan rata2 curah hujan yang akurat., dan kl ada minta jg artikel2 tentang permasalahan sediment pond.????
kalau terlalu panjang untuk di posting, boleh saya minta tolong kirim ke email saya..
Terima Kasih
teman-teman, tolong bantu cari literatur cara perhitungan curah hujan maksimal harian dan mencari erosivitas hujan suatu daerah.
terimakasih ya
salam
April 16, 2009 at 8:34 am
THANK YOU….. TADINYA LUPA RUMUSNYA.. GOOGLING DIKIT NEMU INI..
SEKALI LAGI TERIMAKASIH YA..
SALAM
April 17, 2009 at 8:20 am
Sama-sama. Semoga tulisannya bermanfaat.