ANGKOT OH ANGKOT …

Ingin merasakan sensasi ketegangan balapan ala F-1?, naeklah angkot yang ada di Bandung. Saya selaku pengguna setia jasa angkutan umum ini dari mulai SMP sampei sekarang udah lulus kuliah, baru kali ini merasakan persaingan antar angkot seperti ini. Hampir semua angkot yang pernah saya naiki saat ini sering banget menggelar balapan terutama sama saingan beratnya yaitu angkot yang satu jurusan, dalam mendapatkan penumpang. Emang gila nih sopir angkot sekarang ini, demi mendapatkan penumpang, segala cara dilakuin, biarpun keselamatan penumpang yang diangkutnya jadi taruhannya. Pernah satu hari, penumpang yang satu angkot dengan saya mengingatkan sopirnya biar gak terlalu ngebut, eh malah jawaban sopirnya di luar perkiraan saya, kata si sopirnya ngomong kayak gini “ Kalo gak suka mending turun aja …”, weleh-weleh bukannya minta maaf dan menurunkan kecepatan malah ngebentak dan nyuruh turun. Pernah juga satu hari saya naik angkot Cicaheum – Ciroyom, perkiraan saya sopirnya udah senior (dalam artian udah lama nyopir jurusan Cicaheum – Ciroyom) mau ngebacok sopir angkot Cicaheum – Ciroyom lainnya yang diperkirakan wajah baru dalam dunia per-angkot-an, hanya gara-gara dilewatin angkotnya sama juniornya. Dan kayak film-film action, sopir angkot yang saya tumpangi tersebut dengan kekuatan sepenuh tenaga terus berusaha mengejar angkot tersebut, sampei akhirnya bisa tersalip di suatu belokan dan berhasil diblok. Dengan gagah perkasa sang sopir bawa golok dan nyamperin sang sopir junior. Dari percakapannya, sang senior mengancam juniornya untuk tidak melakukan hal tersebut, tetapi sang junior berkilah hal itu wajar-wajar aja, maka memanaslah sang senior. Akan tetapi adegan tersebut tidak saya saksikan selanjutnya, akibat sang istri sopir senior menyuruh saudaranya untuk menjalankan angkot dan meminta bantuan teman-teman sesama sopir angkot di pangkalan angkot Caheum yaitu di dekat Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melerai mereka. Weleh – weleh hanya gara-gara tersalip, mau bunuh orang, terlalu …..

Mungkin ada sedikit analisis dari saya selaku pengguna setia angkot, mengapa sopir angkot saat ini berbuat demikian?
1. Penumpang angkot semakin jarang saat ini, penyebab utamanya menurut saya kemudahan orang-orang mendapatkan motor, baik kredit maupun beli bekas. Hal ini dapat dilihat dari parkiran dimana-dimana yang penuh sesak dengan motor. Akibatnya setiap sopir berlomba-lomba mendapatkan penumpang, tidak peduli dengan keselamatan penumpang yang diangkutnya.
2. Himpitan ekonomi yang menggila,permasalahan rumah tangga, naeknya setoran, pungli disana – sini, yang intinya masalah duit, membuat sopir angkot gampang terbawa emosi, bahkan hanya tersalip saja udah kepancing emosinya.
3. Banyaknya angkot ilegal yang marak sekarang ini, dalam artian tidak punya ijin trayek membuat persaingan semakin memanas.
4. Dibukanya trayek-trayek baru membuat banyak angkot dengan jurusan-jurusan baru bermunculan, hal ini menambah banyaknya angkot yang tersedia saat ini, dan persaingan pun makin ketat.

Mungkin ada beberapa saran terkait analisis saya diatas :
1. Batasin penjualan motor serta mobil ke masyarakat oleh pemerintah setempat (dalam artian ada batas penjualan dalam setahun – tapi kayaknya banyak yang protes kalo ini diberlakukan). Lagian banyaknya mobil sama motor pribadi makin membuat Bandung jadi macet.
2. Pemerintah setempat harusnya tidak mudah membuka trayek-trayek baru, karena hanya akan menambah jumlah angkot yang sepertinya tidak usah ada karena udah ter-cover jalurnya oleh angkot yang udah ada. Lagian biasanya dengan menambah trayek baru, beban masyarakat pengguna angkot semakin besar, karena biasanya dengan adanya trayek baru jalur angkot akan semakin pendek, efeknya para penumpang harus berganti-ganti angkot beberapa kali sebelum nyampe tujuan. Padahal hal itu tidak perlu terjadi, jika jalurnya tidak pendek seperti yang sekarang ini tapi dibuat lebih panjang.
3. Penertiban angkot-angkot ilegal. Hal ini penting agar tidak memacu kecemburuan para sopir angkot dan pemilik angkot yang memiliki izin resmi dan tentunya membayar retribusi atas trayek tersebut. Sedangkan angkot ilegal tentunya tidak membayar retribusi atau segala pungutan wajib lainnya.
4. Dan untuk para sopir angkot, yakinlah bahwa rezeki itu di tangan Allah SWT, jadi niatkan nyopir dalam rangka ibadah, dan berusaha saja membawa angkot sebaik mungkin, tidak membuat para penumpang jantungan apalagi membuat sumpah serapah atas kelakuan para bapak-bapak sopir. Pasti kalo bawa angkotnya bener para penumpang ngasih do’a yang baik-baik bagi para sopir, dan siapa tau dari do’a – do’a tersebut bapak mendapatkan rezeki lebih. Lagian jangan takut kalo ada yang nyalip, belum tentu yang nyalip itu dapat penumpang, siapa tau justru kita yang dibelakangnya malah mendapat penumpang yang banyak.
5. Dan buat para pemilik angkot, kali-kali mengertilah permasalahan teraktual para sopir angkot tersebut, jangan pas ketemu minta setoran terus, malah minta naek setoran lagi, gimana gak stress para sopir. Dengarkan keluhannya dan bikin semacam nasihat kehidupan, itu kan lebih baik …..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s