Take And Share

[MEMILIH] METODE INTENSITAS CURAH HUJAN

Posted by: mtnugraha on: April 13, 2009

Oke, kali ini saya akan melanjutkan mengenai pembahasan sebelumnya mengenai metode intensitas curah hujan, yaitu mengenai memilih metode intensitas curah hujan dari tiga metode yang tersedia yaitu Metode Van Breen, Mononobe, serta Haspers dan Der Weduwen. Untuk menentukan metode perhitungan intensitas curah hujan yang tepat digunakan persamaan tetapan yang umum digunakan yaitu Persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro. Langkah pendekatan yang perlu dilakukan adalah :

1). Menentukan minimal 8 jenis durasi curah hujan (t menit)

2). Menggunakan harga-harga t tersebut untuk menentukan besarnya intensitas curah hujan. Untuk periode ulang tertentu, nilainya disesuaikan dengan perhitungan debit rencana.

3). Menggunakan harga-harga t yang sama untuk menetapkan tetapan-tetapan dengan cara kuadrat terkecil (Least Square Method).

Perhitungan tetapan dapat dilakukan dengan beberapa persamaan sebagai berikut :

1). Persamaan Talbot

Persamaan ini banyak digunakan karena mudah diterapkan dan tetapan-tetapan a dan b ditentukan dengan harga-harga yang terukur.

1-persamaan-talbot

2-persamaan-talbot-2

2). Persamaaan Sherman

Persamaan ini mungkin cocok untuk jangka waktu curah hujan yang lamanya lebih dari 2 jam.

3-persamaan-sherman

3). Persamaan Ishiguro

4-persamaan-ishiguro

Untuk lebih memudahkan perhitungan buatlah tabel sebagai berikut :

No.

t

I

I.t

I2

I2.t

log t

log I

log t.log I

(log t)2

t0,5

I. t0,5

I2. t0,5

Keterangan :

I : Intensitas Curah Hujan

t : Durasi Curah Hujan

Contoh :

Tabel dibawah ini merupakan hasil perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Van Breen pada berbagai periode ulang (2-100 tahun) dengan durasi 5 menit sampai dengan 240 menit atau 2 jam.

Durasi (Menit)

Intensitas Curah Hujan (mm/jam) Pada Berbagai Periode Ulang

2 Tahun

5 Tahun

10 Tahun

25 Tahun

50 Tahun

100 Tahun

56,00

64,58

68,88

73,26

75,95

78,27

5

148,78

155,05

157,87

160,56

162,14

163,46

10

121,02

128,66

132,13

135,46

137,41

139,05

20

88,14

95,98

99,63

103,19

105,30

107,07

40

57,10

63,65

66,79

69,89

71,75

73,34

60

42,23

47,61

50,23

52,84

54,42

55,77

80

33,51

38,03

40,25

42,48

43,83

44,99

120

23,71

27,11

28,80

30,51

31,55

32,45

240

12,63

14,57

15,54

16,53

17,14

17,67

Dari data tersebut kita dapat menggunakan persamaan tetapan yang diatas untuk mengetahui metode yang cocok dengan data intensitas curah hujan yang ada.

· Persamaan Talbot

Contoh perhitungan Persamaan Talbot pada periode ulang 2 tahun dengan menggunakan Metode Van Breen :

5-cth-persamaan-talbot


· Persamaan Sherman

Contoh perhitungan Persamaan Sherman pada periode ulang 2 tahun dengan menggunakan Metode Van Breen :

6-cth-persamaan-sherman

· Persamaan Ishiguro

Contoh perhitungan Persamaan Ishiguro pada periode ulang 2 tahun dengan menggunakan Metode Van Breen :

7-cth-persamaan-ishiguro

Untuk menentukan persamaan intensitas curah hujan diperlukan perhitungan antara deviasi terukur dengan hasil perhitungan persamaan (hasil prediksi), contoh untuk Metode Van Breen untuk periode ulang 2 tahun :

No.

t

(durasi dalam menit)

I

(Intensitas Curah Hujan Hasil Perhitungan Metode Van Breen)

Persamaan Intensitas Curah Hujan

Deviasi

Talbot

Sherman

Ishiguro

Talbot

Sherman

Ishiguro

1

5

148,78

148,78

185,44

196,89

0,00

36,66

48,11

2

10

121,02

121,02

119,18

115,39

0,00

1,85

5,64

3

20

88,14

88,14

76,59

72,78

0,00

11,55

15,36

4

40

57,10

57,10

49,22

47,81

0,00

7,88

9,29

5

60

42,23

42,23

38,00

37,85

0,00

4,23

4,38

6

80

33,51

33,51

31,63

32,19

0,00

1,87

1,31

7

120

23,71

23,71

24,42

25,74

0,00

0,71

2,03

8

240

12,63

12,63

15,70

17,72

0,00

3,07

5,09

Jumlah

0,00

67,82

91,21

Deviasi Total

0,00

67,82

91,21

Deviasi Rata-Rata

0,00

8,48

11,40

Tabel dibawah ini memperlihatkan deviasi antara data terukur dengan data hasil prediksi

Periode

Ulang

(Tahun)

Metode Van Breen

Metode Hasper & Der Weduwen

Metode Mononobe

Talbot

Sherman

Ishiguro

Talbot

Sherman

Ishiguro

Talbot

Sherman

Ishiguro

2

0,00

8,48

11,40

5,04

7,38

25,28

4,11

0,01

2,31

5

0,00

9,26

11,59

5,96

7,56

27,51

4,74

0,00

2,66

10

0,00

9,62

11,65

6,42

7,60

33,79

5,05

0,00

2,84

25

0,00

9,96

11,70

6,90

7,62

29,46

5,37

0,01

3,02

50

0,00

10,15

11,73

7,19

7,61

30,00

5,57

0,00

3,13

100

0,00

10,32

11,75

7,44

7,65

30,45

5,74

0,00

3,22

Rata-Rata

0,00

9,63

11,63

6,49

7,57

29,41

5,10

0,003

2,86

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai deviasi antara data terukur dan data hasil prediksi Metode Van Breen dengan menggunakan Persamaan Talbot memberikan nilai deviasi terkecil yaitu nilai nol. Dengan demikian nilai intensitas curah hujan yang akan digunakan adalah hasil perhitungan Metode Van Breen dengan Persamaan Talbot.

Keterangan :

Dalam penentuan nilai deviasi, gunakan absolute deviasi, sebagai contohnya adalah berikut :

Jika diketahui nilai perhitungan intensitas curah hujan menggunakan Metode Van Breen pada periode ulang 2 tahun dengan durasi 240 menit adalah 12,63 mm/jam, sedangkan menurut perhitungan persamaan tetapan Sherman adalah 15,70 , maka deviasinya adalah |12,63 – 15,70| = 3,07 dan bukan 12,63 – 15,70 = – 3,07.


Keterangan :

Nilai t pada =