Mengubah Sistem Proyeksi dan Datum

Punya data citra satelit dan ingin mengubah sistem proyeksi serta datum-nya?, pada postingan kali ini, saya akan tunjukkan bagaimana cara mengubah sistem proyeksi serta datum sebuah citra menggunakan software ER Mapper.

Sebagai langkah awal, seperti biasa saya akan gunakan data citra satelit contoh  dari ER Mapper, yang terletak di :

C | ERMapper64 | examples | Shared_Data |SPOT_Pan.ers

Sebagai catatan, data tersebut dapat kita temukan jika kita memilih pilihan FULL ketika meng-instal ER Mapper (disini saya menggunakan ER Mapper versi 6.4). Pada kesempatan kali ini, citra satelit yang akan digunakan adalah citra satelit SPOT Panchromatic (hitam-putih) dengan nama file SPOT_Pan.ers (dalam format ER Mapper Raster Dataset).

Langkah selanjutnya, buka data citra satelit tersebut di software ER Mapper. Caranya, pada menu bar klik :

File | Open…

klik pada bagian toolbar icon (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna merah pada Gambar 1) :

Cari tempat data citra satelit berada, serta pilih dan klik OK (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna biru pada Gambar 2) jika telah menemukannya, untuk ditampilkan di jendela ER Mapper.

Setelah kita klik OK , maka akan tampil data citra satelit di jendela utama ER Mapper.

Langkah berikutnya, pada bagian menu bar klik :

Process | Geocoding Wizard…

Setelah kita klik, maka akan muncul tampilan jendela Geocoding Wizard :

Perhatikan Gambar 4 diatas, untuk memilih data citra satelit yang akan kita ubah sistem proyeksi dan datum-nya, kita klik icon browse data (diperlihatkan oleh angka 1 pada Gambar 4). Setelah kita memilih data citra satelit, langkah berikutnya pada pilihan Geocoding Type, pilih Map to map reprojection (diperlihatkan oleh angka 2 pada Gambar 4).

Selanjutnya, kita beralih ke Step 2, dengan cara klik pada bagian tab 2) Map to Map Setup pada jendela Geocoding Wizard (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna orange pada Gambar 5).

Perhatikan Gambar 5 diatas, pada bagian Input Coordinate Space, diberikan informasi mengenai sistem proyeksi dan datum dari citra satelit yang kita pilih sebelumnya. Citra satelit yang saya gunakan yaitu SPOT_Pan.ers mempunyai Datum NAD 27 serta sistem proyeksi NUTM 11 (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 5).  Sebagai informasi NAD 27 merupakan singkatan dari North American Datum of 1927, dimana datum tersebut biasa digunakan oleh negara-negara di bagian Amerika Utara seperti Amerika Serikat dan Kanada. Sedangkan sistem proyeksi NUTM 11 menunjukkan bahwa data citra satelit tersebut menggunakan sistem proyeksi UTM zona 11 pada belahan bumi bagian utara. Pada bagian Output Coordinate Space, kita pilih Datum dan Sistem Proyeksi yang kita inginkan, sebagai contoh pada bagian Datum, saya pilih datum global yaitu WGS84, dengan sistem proyeksi (Projection) saya pilih GEODETIC (Lat/Long). Untuk Optimize (speed) biarkan nilai-nya default yaitu 5 (lihat pada Gambar 6).

Selanjutnya kita beralih ke tab Rectify (area yang dilingkari warna orange pada Gambar 7) yang merupakan tahapan terakhir dari proses ini.

Perhatikan Gambar 7 diatas, pada bagian Output Info kita klik icon browse data (seperti ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna merah), lalu pilih tempat dimana kita akan menyimpan data citra satelit dengan sistem proyeksi dan datum yang baru, dimana terdapat tiga pilihan format data untuk hasil  keluarannya yaitu ER Mapper Raster Dataset (.ers), GeoTIFF/TIFF (.tif/.tiff), atau ER Mapper comppresed images (.ecw) – pada contoh ini format data hasil keluaran memakai ER Mapper Raster Dataset (.ers). Setelah itu, klik Default Cell Size (seperti ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna biru), dimana ukuran cell merupakan perubahan dari sistem proyeksi UTM ke Geodetic (perhatikan pada bagian Cell Attributes, dimana awalnya ukuran Cell size X dan Cell sixe Y berukuran 10.000 dan sekarang telah berubah menhadi bentuk derajat desimal), serta Default Cell Size ini akan membuat jumlah dari line dan cell dari data citra satelit hasil keluaran tetap sama dengan awalnya (jumlah awal line dan cell dari data citra satelit yaitu 1500). Terakhir, kita klik tombol Save File and Start Rectification, untuk mengubah sistem proyeksi dan datum dari data citra satelit tersebut.

Setelah selesai kita run, maka data citra satelit tersebut telah mempunyai sistem proyeksi Geodetic dengan Datum WGS84. Untuk memastikannya, kita buka data citra satelit tersebut di ER Mapper, lalu klik Edit Algorithm pada toolbar (lihat area yang dilingkari warna merah pada Gambar 8).

Setelah itu akan muncul tampilan jendela Edit Algorithm, lalu untuk mengetahui sistem proyeksi dan datum-nya, kita klik tab Coordinate System (lihat area yang dilingkari warna biru pada Gambar 9).

Perhatikan Gambar 9 diatas, pada bagian Algorithm Coordinate System Info dapat dilihat bahwa Projection dari data citra satelit telah berubah menjadi GEODETIC dengan Datum WGS84 (lihat area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 9).

Sekian postingan kali ini, semoga selalu bermanfaat …………… :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s