Membuat Tampilan 3D Data Vektor di Global Mapper

Selain data raster, ternyata data vektor dapat disajikan dalam tampilan 3D di Global Mapper. Bagaimana membuat tampilan sebuah data vektor dari tampilan 2D menjadi 3D, ikuti cara-caranya sebagai berikut :

1). Buka software Global Mapper (disini saya menggunakan Global Mapper v11.02).

2). Ketika sudah berada di jendela tampilan awal dari Global Mapper, buka data vektor yang ingin dibuat tampilan 3D-nya dengan cara klik pada tombol Open Your Own Data Files atau dengan cara klik pada bagian menu bar : File | Open Data File(s)… atau dengan menekan tombol Ctrl berbarengan dengan huruf O pada keyboard komputer (Ctrl + O).

Gambar 1. Membuka Data di Global Mapper

Gambar 1. Membuka Data di Global Mapper

Kemudian pilih data vektor yang berada pada komputer kita.

Gambar 2. Memilih Data Vektor

Gambar 2. Memilih Data Vektor

Data vektor disini harus berupa area dan bukan line (garis). Sebagai contoh, pada postingan ini saya memilih data vektor dengan bentuk tidak beraturan.

Gambar 3. Data Vektor Dengan Bentuk Tidak Beraturan

Gambar 3. Data Vektor Dengan Bentuk Tidak Beraturan

3). Setelah data vektor berada di jendela tampilan Global Mapper, menambahkan atribut data vektor yang kita punyai dengan cara klik pada bagian toolbar Digitizer Tool, setelah itu klik data vektor-nya sampai area pada data vektor tersebut terseleksi.

Gambar 4. Menyeleksi Data Vektor Dengan Menggunakan Digitizer Tool

Gambar 4. Menyeleksi Data Vektor Dengan Menggunakan Digitizer Tool

4). Dengan area dari data vektor tersebut masih terseleksi oleh Digitizer Tool, klik kanan kemudian pilih dan klik Edit Area Feature.

Gambar 5. Edit Area Feature

Gambar 5. Edit Area Feature

Setelah itu akan muncul jendela tampilan dari Modify Feature Info, kemudian klik pada bagian tombol Add Attribute… (lihat area yang dilingkari warna merah pada Gambar 6) untuk menambahkan atribut dari data vektor.

Gambar 6. Add Attribute…

Gambar 6. Add Attribute…

Setelah itu pada bagian jendela tampilan Edit Attribute/Value, isi nama dan nilai atribut-nya.

Gambar 7. Edit Attribut/Value

Gambar 7. Edit Attribut/Value

Perhatikan Gambar 7 diatas, pada bagian Attribute Name (area yang dilingkari warna merah pada Gambar 7) kita isikan dengan nama Elevation sebagai data ketinggian (nilai koordinat Z), dan jangan diisi dengan nama yang lain. Sedangkan pada bagian Attribut Value (area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 7), saya isikan sembarang yaitu 50 (untuk ini kawan-kawan bebas untuk mengisi dengan angka berapa saja). Klik tombol OK (area yang dilingkari warna orange pada Gambar 7), jika kita sudah selesai melakukan pengaturan. Klik tombol OK kembali pada jendela tampilan Modify Feature Info untuk menyudahi proses penambahan atribut pada data vektor kita.

5). Data vektor telah mempunyai nilai dalam koordinat Z setelah kita menambahkan data atribut Elevation. Untuk melihat data vektor tersebut dalam 3D, kita klik pada bagian menu bar : View | 3D View…

Gambar 8. 3D View

Gambar 8. 3D View

Setelah itu akan muncul jendela tampilan dari 3D View dengan warna latar default berwarna hitam. Data vektor sendiri tidak terlihat karena warna dari data vektor dan warna latar dari tampilan 3D sama-sama hitam, oleh karena itu ubah warna latar menjadi warna yang terang (seperti warna putih misalnya). Caranya klik pada bagian toolbar : Change Display Properties kemudian akan muncul jendela tampilan 3D View Properties kemudian pilih Background Color > pilih warna putih.

9

 

Gambar 9. Mengganti Warna Latar Jendela Tampilan 3D

Gambar 9. Mengganti Warna Latar Jendela Tampilan 3D

Perhatikan Gambar 9 diatas, warna latar jendela tampilan 3D sudah berubah menjadi putih serta kita dapat melihat tampilan data vektor pada jendela tampilan tersebut.

Untuk melihat data vektor tersebut dalam berbagai sisi, kita dapat melakukannya dengan cara klik pada bagian toolbar Rotate The View, untuk memperbesar tampilan dari data vektor kita dapat pilih toolbar Zoom, tapi sayangnya untuk pilihan toolbar Suppress height dan Emphasize height (atau pilihan Vertical exaggeration pada bagian pengaturan toolbar Change display properties)  tidak dapat digunakan (saya juga masih kurang mengerti), sedangkan pilihan toolbar Decrease water level dan Increase water level akan bisa digunakan jika sebelumnya kita mengaktifkan toolbar Water level on/off.

6). Sebagai contoh yang lain, kita buat data vektor dengan bentuk seperti cincin/lingkaran (ring) langsung di Global Mapper, dan kita akan membuatnya dapat dilihat dalam tampilan 3D juga.

Langkah pertama klik pada bagian toolbar Digitizer Tool, kemudian pada area kerja Global Mapper klik kanan dan pilih Create Range Ring(s)…

Gambar 10. Create Range Ring(s)

Gambar 10. Create Range Ring(s)

Setelah memilih Create Range Ring(s)…, klik sekali pada area kerja Global Mapper kemudian akan muncul jendela tampilan dari Select Range Ring Parameters

Gambar 11. Select Range Ring Parameters

Gambar 11. Select Range Ring Parameters

Perhatikan Gambar 11 diatas, centang bagian Create Point at Center of Range Rings jika data vektor yang akan dibuat berbentuk lingkaran (lihat area yang dilingkari warna merah pada Gambar 11), namun jika ingin berbentuk kotak centang bagian Create Rectangle(s) Instead of Ring(s). Pada bagian Number of Range Rings saya isikan nilai 1 (lihat area yang dilingkari warna biru pada Gambar 11), dimana nantinya hanya satu lingkaran yang dibuat dengan radius 1 Km (karena saya mengisikan nilai 1 Kilometers pada bagian Range Ring Radius – lihat area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 11). Klik OK (lihat area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 11), jika sudah selesai melakukan pengaturan.

Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 12 dibawah ini :

Gambar 12. Data Vektor Berbentuk Lingkaran

Gambar 12. Data Vektor Berbentuk Lingkaran

Untuk melihat tampilan data vektor tersebut dalam bentuk 3D, tambahkan atribut dengan nama Elevation dan nilai atribut-nya dengan cara yang sama dengan langkah-langkan penambahan atribut pada data vektor yang tidak beraturan (lihat cara-cara sebelumnya jika lupa caranya).

7). Setelah ditambahkan atribut Elevation pada data vektor tersebut, lihat tampilan 3D-nya (menu bar : View | 3D View…) di Global Mapper.

Gambar 13. Pemberian Nilai Vertical exaggeration

Gambar 13. Pemberian Nilai Vertical exaggeration

Perhatikan pada Gambar 13, pada data vektor ini kita dapat memberi nilai pada opsi Vertical exaggeration (area yang dilingkari warna merah – dapat diakses dengan cara klik toolbar Change display properties pada jendela tampilan 3D View Properties), dimana sebagai contoh saya masukkan nilai 10 dan hasilnya dapat dilihat pada Gambar 13 diatas.

Selain itu kita bisa melihat tampilan 3D data vektor tersebut dalam ketinggian tertentu dari batas bawah area (ground). Caranya isi nilai pada bagian Walk Mode Height (lihat area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 14), dimana sebagai contoh saya mengisikan nilai 40 meter diatas Ground, dan hasilnya dapat dilihat pada Gambar 14 dibawah ini.

Gambar 14. Walk Mode Height

Gambar 14. Walk Mode Height

Kita juga dapat menampilkan air pada berbagai level ketinggian dari ground, dengan cara centang bagian Display Water in the 3D View kemudian isikan nilai pada bagian Water Level, dimana sebagai contoh saya isikan nilai 20 meter. Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 15 dibawah ini :

Gambar 15. Water Level

Gambar 15. Water Level

Sekian postingan kali ini, have a nice tuesday … :D

Wassalam

Tulisan ini saya share juga disini :

http://citrasatelit.wordpress.com/2012/12/10/membuat-tampilan-3d-data-vektor-di-global-mapper/

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s