Sumur Resapan (2)

Postingan berikut merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu Sumur Resapan (1).

  • Cara Pembuatan Sumur Resapan

Sebelum kita membuat sumur resapan pada area halaman rumah kita, ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi sebuah sumur resapan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan, yaitu :

1.    Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.

2.    Sumur resapan harus dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum satu meter dari pondasi bangunan.

3.    Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.

4.    Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2.0 cm per jam (artinya, genangan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam), dengan tiga klasifikasi, yaitu :

• Permeabilitas sedang, yaitu 2.0 – 3.6 cm per jam.

• Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3.6 – 36 cm per jam.

• Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm per jam.

Jika area halaman rumah kita dapat memenuhi persyaratan umum yang telah ditetapkan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan, maka langkah kita berikutnya adalah mempersiapkan bahan dan alat yang akan kita pergunakan dalam pembuatan sumur resapan.

  • Bahan dan Alat

Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan sumur resapan ini mudah kita temukan disekitar kita atau dapat kita cari serta kita beli dengan harga yang cukup terjangkau di toko-toko material. Bahan utama yang diperlukan untuk pembuatan sumur resapan antara lain seng plastik, paralon, buis beton atau bisa diganti demgan bata, ijuk / geotekstil, batu koral atau batu krakal, serta plat beton.

Seng plastik kita gunakan untuk menampung air hujan yang berasal dari genting. Paralon sendiri merupakan media untuk mengalirkan air yang sudah ditampung oleh seng plastik menuju sumur resapan. Sedangkan buis beton atau bata kita pergunakan sebagai dinding dari sumur resapan yang akan kita buat (penggunaan buis beton atau bata tergantung dari kondisi lahan serta kualitas air di sekitar lingkungan kita – lebih lengkapnya akan dijelaskan pada langkah pembuatan sumur resapan). Penggunaan ijuk / geotekstil serta batu koral / batu krakal berfungsi agar kotoran tidak ikut masuk ke dalam sumur resapan (lebih lengkapnya akan dijelaskan pada langkah pembuatan sumur resapan).

Gambar 3. Bahan Utama Pembuatan Sumur Resapan

Gunakan buis beton (minimal 3 buah) dengan diameter 100 cm dan tingginya sekitar 50 cm. Sedangkan ketebalan plat beton, yang nantinya digunakan sebagai penutup bagian atas dari buis beton, tebalnya sekitar 100 mm atau 10 cm (lihat gambar diatas). Ukuran seng plastik disesuaikan dengan kondisi rumah kita masing-masing, sedangkan ukuran dan panjang paralon juga disesuaikan dengan kondisi serta luas lahan pada area yang akan dibuat sumur resapan.

Setelah bahan utama telah tersedia, kita persiapkan juga alat-alat yang akan kita perlukan dalam pembuatan sumur resapan tersebut, yaitu :

Alat ukur (meteran)

Gambar 4. Meteran

Alat untuk menggali tanah

Gambar 5. Cangkul dan Sekop

  • Langkah Pengerjaan Pembuatan Sumur Resapan

Setelah bahan dan alat untuk pembuatan sumur resapan telah tersedia dengan lengkap, maka kita dapat memulai pengerjaan pembuatan sumur resapan di area halaman rumah kita, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mulai menggali tanah dengan menggunakan cangkul serta sekop, sampai kedalaman sekitar 1.7 meter (tetapi tidak melebihi air tanah) dan diameter antara 0.8 meter sampai dengan 1 meter. Pembuatan sumur resapan lokasinya berada minimal 1 meter dari pondasi rumah kita atau minimal berjarak 5 meter dari septic tank (sesuai SNI), dan berada dekat dengan talang pembuangan air.

Gambar 6. Menggali Tanah

2. Untuk memperkuat dinding tanah, masukkan buis beton. Karena tinggi buis beton yang banyak tersedia di pasaran sekitar 50 cm, maka kita sambungkan tiga buis beton sehingga buis beton tingginya mencapai 150 cm. Bagian sambungan antar buis beton kita ganjal dengan batu sekitar 10 cm.

Penggunaan buis beton kita gunakan jika lahan yang berada di halaman rumah kita lembek serta kualitas air di daerah kita terbilang kurang bagus.

Gambar 7. Penggunaan Buis Beton sebagai Dinding Sumur Resapan

Pada dinding sumur resapan menggunakan buis beton ini,  kita beri lubang-lubang kecil agar air menyerap ke dalam tanah.

Penggunaan buis beton sebagai dinding sumur resapan dapat diganti dengan batu bata, jika kondisi tanahnya tidak bagus, namun tidak lembek. Batu bata yang digunakan sebagai dinding sumur resapan adalah batu bata biasa (tebal 15 cm), bisa dibuat kedap air, atau diberi lubang-lubang kecil. Pengerjaan dinding sumur resapan menggunakan batu bata akan memakan waktu lebih lama dibandingkan menggunakan buis beton, karena harus memasang batu bata disekeliling dinding sumur resapan.

Gambar 8. Penggunaan Batu Bata sebagai Dinding Sumur Resapan

Kita juga bisa membuat sumur resapan tanpa menggunakan perkerasan atau lapisan pada dindingnya, jadi semuanya dari tanah. Hal ini bisa dilakukan jika kondisi tanahnya cukup bagus.

Gambar 9. Pembuatan Sumur Resapan tanpa Menggunakan Perkerasan/Lapisan

Namun untuk lebih amannya, disarankan dalam pembuatan sumur resapan ini, menggunakan buis beton atau batu bata sebagai dinding sumur resapan.

Bersambung ke Sumur Resapan (3)

Sumber Gambar :

Gambar 3 :

Seng Plastik                 :

http://www.mpoin.com/seng-plastik

Paralon                           :

http://anakit67.blogspot.com/2010/01/akses-internet-gratis.html

Buis Beton                    :

http://kusuma-bangunan.blogspot.com/2010/07/bis-beton.html

Plat Beton dan Tutup Plat Beton         :

http://miningundana07.wordpress.com/2010/04/15/sumur-resapan/

Batu Bata                 :

http://keziagabriellaagusta.blogspot.com/2009/08/bricks-when-something-small-slowly.html

Ijuk                     :

http://anastasiamerie.blogspot.com/

Geotekstil                :

http://geotextile.web.id/geotextile-woven-definisi-dan-fungsi.html

Batu Koral                :

http://desainlansekap.wordpress.com/2009/12/04/10-batu-alam-terfavorit/

Gambar 4 :

Meteran                  :

http://deadraivanka19.blogspot.com/

Meteran     Yamayo Stillon            :

http://brotherplaza.com/?p=430

Gambar 5 :

Cangkul                 :

http://www.faqs.org/photo-dict/phrase/3493/hoe.html

Sekop                     :

http://principledthoughts.wordpress.com/2010/09/28/just-get-out-of-the-way/

Gambar 6 :

http://www.zonaberita.com/nasional/peristiwa/gali-tanah-warga-kalubula-temukan-senpi-berusia-100-tahun.html/

Gambar 7, 8, dan 9 :

http://dwifatrinapputeri.ngeblogs.com/2010/01/04/cegah-banjir-dengan-sumur-resapan/