Orthorektifikasi (1)

Permasalahan yang akan selalu setia menemani data citra satelit, salah satunya adalah terjadinya sebuah distorsi pada data citra satelit tersebut akibat perbedaan sudut pengambilan antara sensor satelit dengan  permukaan bumi, selain itu juga dapat diakibatkan perbedaan variasi dari topografi dari wilayah yang sedang direkam datanya oleh satelit.

Proses orthorektifikasi merupakan salah satu solusi yang digunakan untuk memecahkan permasalahan distorsi pada data citra satelit tersebut. Proses orthorektifikasi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses rektifikasi, yang sama-sama merupakan proses untuk memperbaiki masalah distorsi pada data citra satelit, akan tetapi proses orthorektifikasi dilakukan jika wilayah yang mengalami distorsi tersebut terjadi pada wilayah dengan topografi yang variatif (tidak datar), dan oleh karena itu kita membutuhkan data pendukung lain, terutama data Digital Elevation Model (DEM).

Digital Elevation Model (DEM)

DEM merupakan gambaran 3-D (tiga dimensi) permukaan daratan (yang dimaksud disini adalah permukaan daratan di bumi – walaupun terdapat data DEM untuk bulan atau asteroid). Salah satu jenis DEM yang sering digunakan dalam proses orhorektifikasi ini adalah DEM SRTM (Shuttle Radar Topography Mission).

example of DEM SRTM

DEM SRTM, merupakan DEM hasil kreasi dari NASA dan NGA, yang bekerja sama dengan badan antariksa dari Italia dan juga Jerman, dan banyak digunakan karena tersedia secara gratis di internet. Untuk wilayah Indonesia, kita dapat mendownload secara gratis DEM SRTM ini, salah satunya dari web gistutorial.net, dengan link download di bawah ini :

Link Download DEM SRTM

atau kita dapat melakukan download langsung dari software Global Mapper melalui fasilitas download online data.

DEM SRTM mempunyai dua level, yaitu level 1 dan level 3, dimana level 1 tersedia hanya untuk wilayah Amerika Serikat saja, dan untuk wilayah Indonesia terdapat pada level 3. Pada level 3 ini, DEM SRTM mempunyai ketelitan sebesar 90 meter (3 arc second).

Selain DEM SRTM, ada juga DEM dari Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer Global Digital Elevation Model (ASTER GDEM). Nama ASTER GDEM, masih kurang dikenal dibandingkan dengan DEM SRTM, walaupun sebenarnya tingkat ketelitian dari DEM jenis ini sudah mencapai 1.5 arc second atau sebesar 45 meter (bahkan ada yang sampai ketelitian mencapai 30 meter) dan meng-cover hampir 99% dari luas permukaan bumi. Data ASTER GDEM dapat kita dapatkan melalui software Global Mapper melalui fasilitas download online data (Global Mapper 12) atau dapat kita dapatkan di situs resmi mereka di www.gdem.aster.ersdac.or.jp

Gambar dibawah ini akan memperlihatkan perbandingan antara DEM SRTM dengan resolusi horizontal 90 meter dengan ASTER GDEM dengan resolusi horizontal 30 meter pada suatu wilayah.

DEM SRTM dengan resolusi horizontal 90 meter / freegeographytools.com

ASTER GDEM dengan resolusi horizontal 30 meter / freegeographytools.com

Pembahasan lebih lanjut mengenai orthorektifikasi akan saya tulis pada postingan berikutnya.

Tulisan ini dapat anda baca juga di sini :

http://citrasatelit.wordpress.com/2011/07/04/orthorektifikasi-1/

Sumber Gambar :

“Memaku” Peta

http://www.microimages.com/getstart/rpcortho.jpg

DEM SRTM :

http://www2.geog.ucl.ac.uk/~plewis/geog2021/classificationPractical/

Perbandingan antara DEM SRTM dengan ASTER GDEM :

http://freegeographytools.com/2010/free-30-meter-resolution-elevation-data-for-most-of-the-world-from-aster-gdem