Bumi Kita

[picapp align=”none” wrap=”false” link=”term=earth+planet&iid=1609856″ src=”7/d/8/7/53.jpg?adImageId=9494108&imageId=1609856″ width=”500″ height=”498″ /]

Pendahulu yang memikirkan struktur dalam bumi yang terkenal adalah Plato.Ia berpendapat bahwa bumi terdiri dari subtansi berfasa cair dilapisi lapisan kerak yang tipis.Pada bagian-bagian kerak yang lemah diterobos oleh subtansi dari dalam,keluarlah magma dan timbullah gunung api.Untuk mengetahui struktur dalam bumi tidaklah mudah.Karena pemboran terdalam yang pernah dilakukan hanya sedalam 8 km. Dari mempelajari batuan yang tersingkap di permukaan bumi,akibat erosi mencapai 20 sampai 25 km saja.Gunung api memberikan contoh batuan yang lebih dalam,tetapi hanya sampai sekitar 200 km.Akan tetapi dengan mempelajari sifat gelombang gempa bumi dapat diketahui lebih banyak hal mengenai struktur dalam bumi.Dengan mempelajari waktu tempuh perambatan gelombang,yang ternyata bervariasi dan tidak sesuai dengan hasil yang diperhitungkan berdasarkan antara jarak tempuh dan waktu yang diperlukan.Dan berdasarkan kenyataan bahwa kecepatan rambat gelombang merupakan fungsi dari densitas media yang dilaluinya,maka para ahli kegempaan menjelaskan ketidak sesuaian dan variasi waktu tersebut disebabkan oleh karena gelombang gempa merambat tidak dalam satu macam media,tetapi dalam beberapa media yang densitasnya berbeda.Dengan kata lain bumi tidak merupakan suatu bulatan yang homogen,melainkan terdiri dari beberapa lapisan yang konsentris dengan densitas berbeda.Densitas terbesar terakumulasi pada pusat,dan mengecil menjauhi dari pusat. Dari data kegempaan tersebut secara sederhana dibuatlah sebuah model struktur bumi.Bumi dibagi menjadi 3 bagian sbb :

1.Earth Crust merupakan lapisan terluar yang tipis,terdiri dari batuan yang lebih ringan dibandingkan dengan batuan selubung dibawahnya.Dengan densitas rata-rata 2.7 grm/cc.Ketebalannya tidak merata,perbedaan ketebalan ini menimbulkan perbedaan elevasi antara benua dan samudera.Pada daerah pegunungan ketebalannya lebih dari 70 km dan kurang dari 5 km pada beberapa samudera.Berdasarkan data kegempaan para ahli membaginya menjadi dua : pada umumnya terdiri dari batuan granitic,ketebalan rata-rata 45 km,dan berkisar antara 30-70 km.Oleh karena kaya akan unsur Si dan Al,maka ada yang menyebutnya sebagai lapisan Sial

(Sumber : Catatan Kuliah Geologi Fisik oleh Dr.Ir.Noer Aziz Magetsari – Dr.Ir.Chalid Idham Abdullah serta Dr.Ir.Budi Brahmantyo).

Ntar,sambung lagi ya,udah pegel nih ngetik terus …..

One thought on “Bumi Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s