IP ADDRESS

Sebenarnya niat bikin blog ini buat nge-share ilmu saya yang sedikit mengenai web maupun animasi (lebih ke flash) dan mengenai ilmu kebumian, tapi karena bikin tutorial pake screenshoot lumayan lama bikinnya, ditambah malah pas diposting di wordpress gambar screenshootnya hilang, maka lain kali saya akan lebih mereferensikan buku-buku tutorial yang bagus atau link-link ke situs tutorial yang bagus. Oke untuk postingan kali ini saya akan sedikit membahas mengenai jaringan komputer (khususnya IP Address) yang sangat sedikit saya ketahui (untuk yang expert diharap jangan baca, hehehe …).

Oke, saya mulai dengan pengenalan IP Address. Mungkin anda sering kali (khususnya mahasiswa ITB) kalo download film disuruh ngambil di ftp ini : 167.205.8.109 (buat ngambil film Prison Break), atau ambil tugas di 167.205.39.59 (buat ngambil tugas di Cirrus), atau suruh ngambil data di 192.168.1.2, dll. Lalu apa sih angka-angka itu ?, angka-angka tersebut adalah IP Address yang diibaratkan sebagai tanda pengenal setiap komputer dalam suatu jaringan. Sebenarnya IP Address itu aslinya merupakan bilangan biner yang diubah menjadi bilangan desimal yang terdiri dari 32 bit bilangan binner yang dibagi menjadi 4 oktat yang dimana antar oktat dipisahkan sebuah titik (sehingga sering dikenal dengan IPv4, sekarang IP Address sudah memasuki zamannya IPv6). Lalu bagaimana dari bilangan desimal berubah menjadi bilangan binner atau sebaliknya?, untuk merubah bilangan binner menjadi bilangan desimal dan juga sebaliknya terdapat perumusan yang sederhana (bagi anak2 GM yang ngambil mata kuliah Elektronika Dasar di Departemen Fisika pasti udah pada tau). Perumusannya seperti ini :

Desimal

Binner

128

1

64

1

32

1

16

1

8

1

4

1

2

1

1

1

Jadi misalnya seperti ini, berapa bilangan desimal untuk 11011000?

Jawab

Ingat bilangan binner hanya terdiri dari dua angka yaitu 1 dan 0 (dan itu biasanya kalo di elektronika buat liat led nyala apa nggak, hehehe …)

Binner

Desimal

1

128

1

64

0

32

1

16

1

8

0

4

0

2

0

1

Setelah itu anda tinggal jumlahkan bilangan desimal yang ada nilai 1-nya (untuk yang nilai 0 tidak dijumlahkan), maka hasilnya seperti ini :

128+64+0+16+8+0+0+0=216, jadi kesimpulannya bilangan binner 11011000 mempunyai bilangan desimal 216

Lalu bagaimana kalo kebalikannya, mengubah bilangan desimal menjadi binner. Caranya adalah membagi bilangan desimal dengan angka pembagi 2 dengan melihat sisa pembagiannya yang nantinya merupakan bilangan binner dari bilangan desimal tersebut. Contoh :

Tentukan bilangan binner dari bilangan desimal 216 !

Jawab

216 : 2 = 108 sisa pembagian 0

108 : 2 = 54 sisa pembagian 0

54 : 2 = 27 sisa pembagian 0

27 : 2 = 13 sisa pembagian 1

13 : 2 = 6 sisa pembagian 1

6 : 2 = 3 sisa pembagian 0

3 : 2 = 1 sisa pembagian 1

(tambahkan angka 1)

Aturan tambahan dalam bilangan binner adalah adanya penambahan angka 1 di akhir pembagian dan pembacaan dimulai dari arah bilangan terbawah menuju bilangan teratas, jadi bilangan binner dari 217 adalah 11011000 (sesuai bukan dengan contoh sebelumnya). Oke sekian dulu postingan dari saya moga bermanfaat, untuk postingan selanjutnya saya akan membahas mengenai pembagian kelas dalam IP Address, See U Next Time !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s