Ronaldo Luis Nazario da Lima

Ronaldo Luis Nazario da Lima

Gara-gara pemain inilah saya suka dengan tim Inter Milan, walaupun saya pertama mengaguminya ketika dia bermain di Barcelona, mungkin gara-gara durasi main dia di Inter Milan lebih lama ketimbang di Barcelona. Pertama liat dia ketika Liga Spanyol masih disiarin sama ANTV. Gaya bermainnya yang mengandalkan kecepatan, skill olah bola yang tinggi, determinasi, serta body ball yang kuat, membuat saya sangat mengaguminya, Allah SWT memberikannya bakat sepakbola yang sangat luar biasa.

Di Barcelona pula namanya mulai menanjak, dengan torehan 47 gol dalam 49 penampilannya di semua ajang membuat semua klub besar eropa menginginkannya, walaupun di musim pertamanya itu dia tidak bisa mengantarkan Barcelona menjadi juara La Liga akibat kalah saing dengan Real Madrid. Namun Piala Winner Eropa (sekarang udah nggak ada) ditambah Piala Liga dan Super Liga, berhasil dipersembahkannya buat tim Spanyol pertamanya itu. Dan klub besar Eropa yang beruntung mendapatkan servisnya adalah Inter Milan, walaupun sebenernya gak abis pikir kok bisa Barcelona menjualnya, padahal Ronaldo baru semusim membela Barcelona, hal yang gak mungkin terjadi saat ini terjadi pada Lionel Messi ataupun Pedro Rodriguez (coba kalau Ronaldo lebih lama di barca, mungkin saya bakalan jadi fans berat Barca).

Namun cerita indah Ronaldo di Inter juga hanya semusim, sisa 4 musim berikutnya lebih banyak dihabiskan di ruang medis, akibat berbagai cedera yang menimpanya. Musim pertamanya di Inter dilalui cukup manis, walaupun lagi-lagi dia gagal mempersembahkan gelar scudetto bagi Inter. Gelar Piala UEFA, dimana pada final lawan Lazio saat itu dia mencetak gol dengan gaya khasnya dan membawa Inter menang 3-0 atas Lazio, serta menjadi runner-up top skor Liga Italia.

Musim-musim berikutnya di Inter, Ronaldo seperti seorang pesakitan dibandingkan seorang pemain sepakbola, dimana ia lebih banyak cedera dibandingkan mainnya. Puncak cederanya didapat ketika Inter tanding sama Lecce pada musim 99. Kadang pada masa-masa itu (di masa RCTI masih mau menayangkan Liga Italia), saya kadang greget kalo Inter main tanpa Ronaldo. Eh, sekali muncul lagi malah cedera lagi (saya inget banget waktu itu pas nonton Inter lawan Lazio di Stadion Olimpico pada ajang Copa Italia, partai dimana rencananya comeback pertama Ronaldo setelah lama cedera, Ronaldo main cuma bentar banget, waktu dia giring bola dan dijagain sama bek-beknya Lazio, eh dia tersungkur ke tanah sambil pegangin lututnya, dikirain ditekel sama bek-beknya Lazio yang ngerubungin dia, eh pas diliat di tayangan ulang emang dia jatuh dengan sendirinya).

Ronaldo juga akhirnya menjadi musuh besar fans fanatik Inter Milan, waktu dia mutusin buat hijrah ke Real Madrid, setelah main cemerlang di ajang Piala Dunia 2002, dimana di ajang tersebut Ronaldo berhasil menjadi top skor kejuaraan dan membawa Brazil juara dunia untuk ke 5 kalinya. Dia dianggap pengkhianat, karena setelah penantian cukup lama dari fans, pelatih, rekan setim sampai Presiden Massimo Moratti yang begitu sabar mengurus Ronaldo ketika ia terpuruk dengan cederanya, eh dia malah pindah ke tim lain ketika dia berhasil bersinar kembali (yang ini jangan di contoh ya).

Waktu itu banyak yang memprediksi bahwa sebenernya niat Ronaldo hengkang ke Real Madrid adalah inginnya dia mendapatkan gelar juara Liga, setelah di Cruzeiro, PSV, Barcelona, sama Inter, dia gagal mendapatkannya. Apalagi di masa-masa itu pula Inter sedang mengalami masa-masa suramnya.

Keinginannya untuk mendapatkan gelar Liga akhirnya terwujud setelah musim pertamanya di Real Madrid, ia berhasil mengantarkan Real Madrid menjadi juara Liga Spanyol, dimana di partai akhir dia mencetak 2 gol yang menentukan.

Ronaldo mengakhiri karirnya di Real Madrid ketika Madrid ditangani Fabio Capello. Penampilannya yang mulai menurun akibat faktor berat badan membuatnya hengkang ke AC Milan di pertengahan musim 2007/2008. Namun di AC Milan dia juga kerap jadi cadangan, dan akhirnya ia pindah ke klub di kampung halamannya yaitu di Corinthians dan mulai debut pertamanya pada tanggal 4 Maret 2009.

Dari perjalanan kariernya yang penuh prestasi namun juga berliku, hanya gelar Liga Champions lah yang tidak pernah ia dapatkan sepanjang berkarir di Eropa. Sisanya hampir semua ia dapatkan baik di tingkat klub maupun di tingkat tim nasional.

Intinya bagi saya dialah pemain sepakbola terhebat yang pernah saya lihat di dunia sampai saat ini (Messi, C. Ronaldo, Del Piero, Pele, Maradona lewat semua, hehehe….sorry bagi penggemar nama2 diatas, just kidding…..)

7 thoughts on “Ronaldo Luis Nazario da Lima

  1. Hehehehe, Sama Dong. Pokokx The Fenom Tetap Is The Best. Dimana Dia Dia bersandar di Situ z Menjunjung. go Ronaldo

  2. sama dong ..aku jga suka sama inter milan..gara2 ronaldo…sampe skarang aku jdi cinta inter…pkoknya ronaldo pemain terbaik yg pernah aku liat..bravo Inter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s