Domba Garut (Bagian 5)

2.4.1 Produksi Kalor Konveksi Alami

Pengendalian akumulasi kalor di dalam kandang dapat didekati melalui analisis perpindahan kalor konveksi secara alami, yang disebabkan oleh penyerapan radiasi matahari, menghasilkan pemanasan pada komponen konstruksi kandang, dan memengaruhi karakteristik iklim mikro di dalam kandang.

Menurut Holman (1986), tahapan perhitungan kalor konveksi dapat digunakan persamaan dari bilangan Grashof, Prandtl, Rayleigh, dan Nusselt.

a). Bilangan Grashof

Menurut Holman (1986), pendugaan bilangan Grashof dapat didekati dengan persamaan berikut :

b). Bilangan Rayleigh

Menurut Holman (1986), bilangan Rayleigh untuk bidang horizontal ataupun vertikal dapat didekati dengan persamaan :

c). Bilangan Nusselt

Menurut Holman (1986), Pendugaan bilangan Nusselt dapat didekati dengan persamaan berikut :

Menurut Holman (1986), suhu film pada bidang horizontal dan vertikal dapat didekati dengan persamaan berikut :

f). Perpindahan kalor konveksi alami

Kalor konveksi alami dapat didekati dengan persamaan (Holman, 1986) :

Oke, postingan mengenai Teori Dasar mengenai Domba Garut cukup sekian. Semoga bermanfaat !

(PS : Silahkan menyebar luaskan tulisan ini dengan tidak lupa mencantumkan sumbernya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s