Domba Garut I (Metodologi Penelitian)

Postingan kali ini akan membahas bagaimana metodologi penelitian yang dilakukan Gilang Ginanjar Natari pada karya tulisnya yang berjudul ” Analisis Pengubahan Iklim Mikro di Dalam Kandang Domba Garut dengan Metode Pengendalian Pasif (Studi kasus di UPTD-BPPTD Margawati, Kab. Garut)”

Semoga bermanfaat !


3.2.2 Bahan atau Sarana Penelitian

Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian yaitu :

a). Kandang domba Garut dengan metode pengendalian iklim secara pasif

b). Ternak Domba Garut

3.3 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksplanatori, yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung di lokasi penelitian, menganalisis data secara empiris dan visual, dan mengumpulkan keterangan faktual mengenai karakteristik iklim mikro di dalam kandang.

3.4 Variabel Penelitian

3.4.1 Variabel yang Diukur

  1. Dimensi kandang dan kawasan peternakan untuk analisis lokasi ;
  2. Suhu bola kering dan kelembaban relatif untuk analisis sifat termodinamika udara lainnya ;
  3. Data klimatologis, terutama arah dan intensitas kecepatan angin, untuk analisis kesetimbangan kalor, kesetimbangan massa, dan laju ventilasi ;
  4. Suhu dari komponen-komponen konstruksi kandang ;
  5. Suhu tubuh ternak domba Garut di dalam kandang.

3.4.2 Parameter yang Dihitung

  1. Dimensi kandang dan kawasan peternakan meliputi volume ruangan, luas inlet ventilator, luas outlet ventilator, dan tinggi normal pressure level ;
  2. Sifat-sifat termodinamika udara yaitu suhu titik embun, suhu bola basah, tekanan uap parsial, entalpi, volume spesifik, dan kelembaban mutlak ;
  3. Ventilasi meliputi laju ventilasi masuk dan keluar melalui ventilator baik melalui efek angin ataupun efek stack ;
  4. Massa udara dan uap air melalui ventilator baik melalui laju ventilasi dengan efek angin ataupun laju ventilasi dengan efek stack ;
  5. Kalor sensibel, kalor laten, dan kalor total dari sistem ventilasi, serta kalor konveksi dari komponen-komponen konstruksi kandang dan domba Garut.

3.5 Prosedur Penelitian

3.5.1 Analisis Dimensi Kandang dan Kawasan Peternakan

  1. Volume ruangan kandang ;

Ternak domba Garut.

f). Jarak kosong (clearance) antar kandang menggunakan Persamaan 2-09

3.3.1 Termodinamika Udara

Untuk pengukuran suhu bola kering maupun kelembaban relatif, jumlah titik di dalam kandang sebanyak dua titik dengan ketinggian 1 m dari permukaan lantai, sedangkan satu titik di luar kandang pada ketinggian 2 m dari tanah dan berada sejauh ± 21 m dari kandang yang dianalisis (Gambar 20). Pengambilan data dilakukan pada tanggal 2, 3, dan 4 Juli 2008, dimana pada tanggal tersebut berturut-turut diasumsikan sebagai ulangan 1, 2, dan 3. Pendekatan karakteristik termodinamika udara untuk tekanan parsial uap menggunakan Persamaan 2-01. Pendugaan tekanan uap jenuh menggunakan Persamaan 2-02. Pendugaan enthalpi menggunakan Persamaan 2-03. Pendugaan volume spesifik menggunakan Persamaan 2-04. Pendugaan kelembaban mutlak menggunakan Persamaan 2-06.

3.3.1 Pengujian Beda Rata-rata Karakteristik Iklim

Efektivitas kandang sebagai bangunan pengendali iklim mikro ditunjukan dengan adanya perbedaan antara karakteristik iklim, baik suhu bola kering maupun kelembaban relatif di dalam terhadap lingkungan luar kandang. Untuk menunjukkan perbedaan dilakukan uji statistika pada rata-rata parameter suhu bola kering di dalam dan di luar kandang melalui uji t-student (t test) dengan perumusan hipotesis sebagai berikut (Nasoetion, 1988) :

thitung digunakan untuk menguji keseragaman parameter iklim antara di dalam (titik 1 dan titik 2) terhadap luar kandang. Menurut Nasoetion (1988), thitung dapat didekati dengan persamaan :

H0 adalah hipotesis kesatu yang menyatakan bila pengujian t-student menghasilkan rata-rata suhu bola kering dan kelembaban relatif di dalam dan luar kandang yang sama besar, maka dapat disimpulkan kandang tidak berfungsi sebagai bangunan pengendali iklim mikro pasif. sedangkan H1 adalah hipotesis kedua yang menyatakan bila pengujian t-student menghasilkan rata-rata suhu bola kering dan kelembaban relatif di dalam dan luar kandang tidak sama besar, maka disimpulkan kandang berfungsi sebagai bangunan pengendali iklim mikro pasif.

2 thoughts on “Domba Garut I (Metodologi Penelitian)

  1. Assalamu’alaikum Pak, mohon tanya. Saya cari-cari Nomor telepon BPPTD Margawati di Internet kok gak ada, mungkin Bapak yang pernah penelitian disana bisa membantu. Rencananya saya mau penelitian S2 disana, diawali dengan magang terlebih dahulu. Tetapi pas mau kontak, tidak ada. Mohon share-nya ya ke irma_fapetipb@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s