Rektifikasi Citra Landsat

Berikut ini akan diterangkan bagaimana cara-nya melakukan rektifikasi citra satelit Landsat, di mana yang menjadi referensi-nya adalah Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) dan Peta SDH (Sumber Daya Hutan).

Langkah pertama, kita siapkan dulu citra satelit Landsat (image dengan ekstensi .TIFF atau TIF File) :


Gambar 1. Contoh Citra Satelit Landsat Daerah Bengkalis – Riau (L71126059_05920090122_B10.TIFF)

Citra Satelit tersebut seharusnya terlebih dahulu diolah, terutama kombinasi band RGB-nya, agar lebih mudah untuk dilakukan rektifikasi. Namun, postingan ini hanya untuk memperlihatkan bagaimana cara-nya melakukan rektifikasi terhadap suatu citra satelit.


Langkah kedua adalah menyiapkan peta yang akan dijadikan acuan, dalam contoh ini saya menggunakan Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) Daerah Bengkalis. Oleh karena contoh dari peta yang saya gunakan sebagai referensi masih berupa peta dengan ekstensi .TAB (MapInfo Table), yang tidak dapat dibuka baik di software PCI Geomatica maupun Global Mapper, maka data peta tersebut harus saya ubah dulu ekstensinya menjadi .shp (ESRI Shape), yang dapat dibuka baik di software PCI Geomatica maupun Global Mapper.


Gambar 2.
Convert Data Peta dari Bentuk .TAB ke Bentuk .shp Menggunakan Software MapInfo

Gambar di atas memperlihatkan bagaimana cara melakukan convert data peta dari bentuk . TAB ke bentuk .shp, menggunakan software MapInfo. Anda tinggal masuk toolbar menu Tools | Universal Translator | Universal Translator …


Gambar 3. Cara Convert Data Peta Menggunakan Universal Translator di MapInfo

Langkah ketiga adalah melakukan perubahan projection terhadap salah satu data (bisa itu citra satelit Landsat ataupun dari data Peta RBI). Yang akan saya ubah di sini adalah Peta RBI-nya yang projection-nya masih berupa Geographic (Latitude/Longitude) diubah menjadi bentuk UTM. Kenapa saya ubah? karena projection dari citra satelit Landsat berupa UTM, dan mengapa nggak di ubah aja projection citra satelit Landsat-nya aja dari UTM ke Geographic (Latitude/Longitude), karena ketika bentuk projection-nya sama-sama UTM, hal tersebut akan lebih memudahkan pengolahan data-nya ketimbang projection-nya sama-sama berbentuk Geographic (Latitude/Longitude). Cara perubahan projection dapat anda lakukan menggunakan software Global Mapper.


Gambar 4. Fasilitas Perubahan Projection di Global Mapper

Gambar di atas memperlihatkan pilihan Configure di toolbar menu Tools untuk mengubah projection. Sedangkan gambar di bawah ini menunjukkan cara perubahan projection di menu Configuration pada software Global Mapper. Dengan terlebih dahulu kita pilih data Peta RBI yang akan diganti projection-nya.


Gambar 5. Gunakan Tool Edit untuk blocking data Peta RBI yang akan diubah projection-nya.


Gambar 6. Cara Perubahan Projection di Menu Configuration (Software Global Mapper)

Langkah keempat, setelah urusan dengan perubahan projection selesai, maka kita bisa melakukan rektifikasi menggunakan software PCI Geomatica (di sini saya menggunakan PCI Geomatica V9.1). Hal yang pertama dilakukan di software PCI adalah buka file data citra satelit Landsat dengan cara klik File | Open pada tampilan menu di software PCI Geomatica. Setelah data citra satelit Landsat terbuka, maka langkah pengerjaan selanjutnya adalah melakukan Reprojection.


Gambar 7. Cara Melakukan Reprojection di Software Global Mapper

Reprojection dilakukan untuk melihat pixel size dari citra satelit Landsat sebelum di rektifikasi. Nilai pixel size ini nantinya akan dimasukkan pada nilai pixel size citra satelit Landsat yang telah di rektifikasi.


Gambar 8. Nilai Pixel Size Citra Satelit Landsat

Setelah tahu dan di catat nilai pixel size-nya, langkah selanjutnya adalah kita masuk ke pilihan menu OrthoEngine pada toolbar
software PCI Geomatica (terpisah sendiri).


Gambar 9. Pemilihan Menu OrthoEngine pada Toolbar Software PCI Geomatica V9.1


Gambar 10. Pembuatan Proyek Baru untuk Membuat Citra Satelit Landsat yang akan di rektifikasi

Gambar 10 memperlihatkan pembuatan proyek baru pembuatan citra satelit Landsat yang akan di rektifikasi, dengan memlilih pilihan Polynomial pada Math Modeling Method. Setelah selesai dengan pengaturan tersebut, maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :


Gambar 11. Set Projection Proyek yang akan di lakukan

Gambar 11, memperlihatkan pengaturan Set Projection untuk citra satelit yang akan di rektifikasi. Pilih pilihan pada Output Projection dan GCP Projection yaitu UTM (sesuai dengan projection citra satelit Landsat yang sebelum di rektifikasi). Lalu akan muncul tampilan UTM Zones, lalu pilih pilihan Zone 48 (Zone di mana Daerah Bengkalis termasuk di dalamnya). Setelah menekan tombol Accept, maka akan muncul tampilan menu UTM Rows dan pilih pilihan Northern Hemisphere (karena Bengkalis masuk belahan bumi utara). Selain itu masukkan nilai Output Pixel Spacing dan Output Line Spacing sesuai dengan nilai pixel size yang sebelumnya sudah kita catat (pada contoh ini nilainya 30.0000 x 30.0000)


Gambar 12. Pemilihan Datums pada Menu Earth Models

Setelah menekan tombol Accept pada UTW Rows, maka akan muncul Menu Earth Models. Pada pilihan Datums pilih pilihan D000 – WGS 1984 (Global Definition). Setelah selesai dengan urusan tersebut, kita balik lagi ke Menu OrthoEngine, di mana setelah itu kita pilih opsi GCP Collection pada Processing Step.


Gambar 13. Pemilihan GCP Collection


Gambar 14. Pilih Pilihan Collect GCPs from vectors

Setelah selesai memilih opsi GCP Collection pada Processing Step, langkah selanjutnya adalah pemilihan menu Collect GCPs from vectors, seperti terlihat pada Gambar 14.


Gambar 15. Masukkan Data Citra Satelit Landsat yang akan dikoreksi

Setelah anda menekan tombol pada menu Collect GCPs from vectors, maka akan muncul tampilan seperti diperlihatkan Gambar 15. Setelah muncul, langkah selanjutnya adalah klik tombol Close dulu pada panel sebelah menu Open Image (lihat area yang dilingkari dan diberi nomor 1), setelah itu tekan tombol New Image (lihat area yang dilingkari dan diberi nomor 2) pada menu Open Image untuk memasukkan data citra satelit Landsat yang akan direktifikasi.


Gambar 16. Memilih Data Citra Satelit Landsat yang belum direktifikasi

Setelah memilih data citra satelit Landsat yang akan direktifikasi, lalu tekan tombol Open (lihat Gambar 16). Setelah itu akan muncul Menu Database Channels yang akan memperliahtkan bentuk ekstensi file citra data satelit Landsat yang akan direktifikasi.


Gambar 17. Menu Database Channels

Selesai melakukan langkah yang sebelumnya, akan muncul tampilan citra data satelit Landsat yang akan kita rektifikasi.


Gambar 18. Tampilan Data Citra Satelit Landsat yang akan direktifikasi

Selanjutnya kita harus membuka data Peta RBI yang akan menjadi acuan atau referensi kita untuk melakukan rektifikasi terhadap data citra satelit Landsat ini.


Gambar 19. Membuka data Peta RBI yang akan dijadikan rujukan (ekstensi .shp)

Gambar 19, memperlihatkan cara membuka data Peta RBI yang berbentuk vector. Dimulai dari kita kembali ke menu OrthoEngine | Collect GCPs from vectors, setelah itu akan muncul tampilan panel, di bagian bawah panel klik tombol Load, yang akan membuka pilihan data Peta RBI yang akan dijadikan acuan. Setelah memilih file data Peta RBI yang akan dijadikan acuan, maka akan nampak tampilan seperti gambar di bawah ini. Setelah tampil, klik tombol Load & Close untuk menampilkan data Peta RBI tersebut.


Gambar 20. Contoh Data Peta RBI untuk Data Sungai


Gambar 21. Melakukan Ground Control Point (GCP)

Pada Gambar 21, diperlihatkan bagaimana melakukan Ground Control Point. Langkah pertama adalah lakukan sample titik GCP (lihat tanda nomor 1 pada gambar), setelah itu klik Use Point (nomor 2), posisi pixel dari gambar tersebut dapat terlihat pada data Image Position (nomor 3).


Gambar 22. Georeferenced

Data citra satelit Landsat yang akan direktifikasi dibandingkan dengan data vector Peta RBI. Dengan cara sama yang dilakukan pada tahapan sebelumnya (tahapan di data citra satelit Landsat), kita akan mendapatkan nilai posisi Georeferenced-nya (lihat nomer 1-4).


Gambar 23. Melihat Nilai Kesalahan GCP

Lakukan minimal 4 titik sample GCP, nantinya akan diketahui error posisi-nya, baik nilai Residual X maupun Residual Y-nya.

Pastikan nilai residualnya tidak terlalu tinggi (bagusnya tidak lebih dari 0.8). Semakin rendah nilai residualnya, maka data citra satelit Landsat akan semakin sama nilai koordinatnya dengan data Peta RBI yang dijadikan acuan.

8 thoughts on “Rektifikasi Citra Landsat

  1. Kalau untuk mendapatkan nilai reflektansi band spektral Landsat maupun indeks spektal dari tiap klasifikasi gimana ya Mas?

    • Coba pake software Envi, sebenernya sih saya belum pernah nyoba nyari indeks spektral untuk data citra satelit Landsat, tapi kalo yang Hyperion saya pernah. Coba tunggu aja postingan saya mengenai pengolahan data Hyperion pake Envi, siapa tau caranya sama untuk data Landsat.

  2. Maaf mas, saya punya peta citra tp extensionx “TIFF”. Trus penjelasannya diatas extensionnya “TAB”. Mohon bantuannya….

    • Justru citra satelit memang umumnya mempunyai file dengan format TIFF. Kalo TAB itu hanya untuk dibuka di Map Info, jaga2 kalo yang orang yang kita kasih data itu hanya mempunyai software Map Info dan belum ter-install Map Imagery di Map Info-nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s