Yang Baru di Inter 2010/2011 – Bagian 3

[picapp align=”none” wrap=”false” link=”term=rafael+benitez&iid=9545246″ src=”http://view.picapp.com/pictures.photo/image/9545246/sports-news-august-2010/sports-news-august-2010.jpg?size=500&imageId=9545246″ width=”500″ height=”750″ /]

Perubahan lain yang terjadi di tim Inter Milan musim ini adalah pergantian nahkoda tim dari Jose Mourinho yang digantikan mantan pelatih Liverpool, Rafael Benitez. Rafa (sapaan buat Rafael Benitez), menanggung beban yang cukup berat. Bagaimana tidak, dia menggantikan seorang sosok Jose Mourinho yang sudah dianggap sebagai salah seorang dewa bagi para fans Inter karena keberhasilannya mengantarkan Inter meraih treble winner di musim 2009/2010. Dan, nampaknya beban itu mulai dirasakan Rafa saat ini. Rangkaian hasil buruk tengah diraih Inter saat ini, membuat Rafa mulai banyak dipertanyakan oleh berbagai kalangan, khususnya para internisti. Setelah memberikan gelar Trofeo TIM dan juga Piala Super Italia, Inter memulai langkah buruknya setelah dikalahkan Atletico Madrid 0-2 di perhelatan Piala Super Eropa, yang langsung memupuskan impian Inter untuk bisa menyapu 6 gelar dalam semusim, seperti yang dilakukan Barcelona musim sebelumnya. Di Liga Italia, Inter juga hanya mampu menang tipis atas Udinese di pekan ke-2, setelah pekan sebelumnya ditahan imbang Bologna 0-0. Dan, hasil teranyar adalah hasil imbang 2-2 dengan tim debutan asal Belanda di Liga Champions yaitu Twente.

Penunjukkan sosok Rafael Benitez untuk menggantikan Jose Mourinho memang sempat menimbulkan pro-kontra di kalangan internisti. Catatannya selama melatih Liverpool menjadi alasannya. Tidak pernah membawa Liverpool juara Liga Inggris selama 6 tahun dia berada disana, menjadi kekhawatiran banyak fans Inter, bahwa Rafa tidak mempunyai cukup mental juara, atau mental juaranya sudah cukup menurun akibat kegagalan membawa Liverpool menjadi jawara Liga Inggris, padahal sebelum masuk ke Liverpool, Rafa merupakan salah satu pelatih yang sedang bersinar, setelah membawa Valencia menjadi dua kali juara Liga Spanyol dan juga sekali juara Piala UEFA. Namun di sisi lain, Rafa juga menjadikan Liverpool menjadi klub yang cukup mengerikan di Liga Champions. Mengantarkan Liverpool menjadi juara Liga Champions di musim pertamanya melatih, serta menjadi finalis di musim 2006-2007 dan juga beberapa kali masuk semifinal Liga Champions, membuat para interisti yang pro berharap setidaknya Inter dapat mempertahankan gelar Liga Champions-nya musim lalu.

Hal lain yang menjadi sorotan terhadap Rafa adalah ketidakjeliannya di bursa transfer. Banyak transfer mahal yang akhirnya berakhir sia-sia. Sebut saja Glen Johnson yang dibeli oleh Liverpool dari Portsmouth dengan harga yang terlalu mahal untuk ukuran sebuah pemain bertahan yang penampilannya turun naik.  Serta banyak pembelian pemain yang cukup aneh selama menukangi Liverpool, terkecuali mungkin pembelian Fernando Torres yang dijadikannya striker kelas wahid.

Mungkin masih terlalu dini menilai kinerja Rafa saat ini. Semoga Rafa dapat menjadikan Inter tim yang lebih menakutkan dan bermain lebih atraktif dan memenangkan berbagai gelar yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s