DPR – Bekerja Untuk Siapa?

[picapp align=”none” wrap=”false” link=”term=marzuki+alie&iid=8890008″ src=”http://view1.picapp.com/pictures.photo/image/8890008/new-chairman-indonesia/new-chairman-indonesia.jpg?size=500&imageId=8890008″ width=”500″ height=”351″ /]

(Marzuki Alie – Kiri Gambar)

DPR kembali bikin berita, dan tidak jauh-jauh berita yang dihasilkan adalah kelakuan para anggotanya yang sudah sangat melenceng dari tugas utamanya yaitu bekerja untuk rakyat. Berita pertama yang menghebohkan adalah rencana pembangunan gedung baru yang bernilai 1.6 triliun, sebuah angka yang fantastis di sebuah negara yang dimana sekitar 31 juta jiwa penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan (dan saya yakini ini hanya hitung-hitungan statistik di atas kertas, di mana kondisi real di lapangan akan jauh lebih besar lagi).

Standar Kemiskinan

Standar kemiskinan yang digunakan pemerintah sekarang tidak  melihat realita di lapangan. Sebagai informasi, seseorang dianggap hidup di bawah garis kemiskinan jika penghasilannya sekitar Rp. 167.000/bulan atau kalau di rata-ratakan sekitar Rp. 5500-an per harinya. Jadi bisa dikatakan jika pendapatan kita sekitar Rp. 167.100 ke atas, maka kita bisa dianggap dapat hidup layak di negara ini. Bagaimana bisa hitung-hitungan ini digunakan?Apakah mereka yang duduk di pemerintahan sekarang orang-orang yang bodoh (dan saya yakini tidak)?atau mereka hanya tidak mau melihat kenyataan bahwa sebenarnya penduduk di negara ini mayoritas masih hidup di bawah garis kemiskinan, dan mereka enggan dikatakan programnya dalam pengentasan kemiskinan gagal.

Mari kita bayangkan jika seseorang berpenghasilan sekitar 200 ribu/bulan atau rata-rata per harinya sekitar Rp. 6.700/hari-nya (andaikan dia seorang yang masih bujangan dan hanya menghidupi dirinya sendiri), uang segitu bahkan tidak cukup untuk membeli nasi goreng yang harganya sekarang rata-rata mencapai sekitar Rp. 7.000 ataupun kalaupun dia mau makan di warteg hanya dapat untuk sekali makan dengan jenis makanan yang dapat dikatakan seadanya. Lah, bagaimana dengan kebutuhan lainnya, jika uang segitu aja tidak dapat digunakan untuk beli satu porsi sedang nasi goreng standar? dan gimana hitung-hitungannya buat orang yang udah berkeluarga?. Dari hitung-hitungan sederhana seperti itu saja, kita dapat meragukan data yang dikeluarkan pemerintah tentang banyaknya penduduk miskin di negara kita.

Dan yang membuat miris terkait rencana pembangunan gedung baru DPR ini adalah statement yang dikeluarkan oleh Ketua DPR periode 2009-2014 – Marzuki Alie. Statement-nya di harian Kompas, yang kalau saya sederhanakan dia berujar bahwa walaupun kritikan dari masyarakat akan terus berdatangan, rencana pembangunan gedung baru DPR akan terus berjalan. Dengan muncul statement ini, saya kemudian berfikir, sebenarnya DPR ini bekerja untuk siapa sih, kalau aspirasi dari masyarakat yang dia wakili sendiri tidak di dengar (yang katanya akan diperjuangkan pas waktu kampanye). Kalo gitu gak usah ada wakil rakyat aja, kalau wakil-nya sendiri tidak memperjuangkan aspirasi dari kebanyakan rakyat itu sendiri, dan sebaiknya ganti aja namanya menjadi DPPK (Dewan Perwakilan Partai dan Kelompok). Yang lucunya lagi (lebih lanjut kata Ketua DPR kita ini), jikalau nantinya ibu kota jadi dipindahkan ke daerah lain, maka gedung ini dapat digunakan sebagai sebuah museum mengenai DPR (pertanyaannya apanya yang mau dipajang di museum ini, kalo prestasi aja jelas nggak ada, atau mungkin nantinya bakal dipajang patung-patung para anggota dewan yang telah “mengharumkan” nama DPR di ranah publik lewat aksi korup-nya, perselingkuhan, tawuran, atau kebijakan yang “jenius” bagi rakyat-nya).

Belum selesai dengan rencana pembangunan gedung baru-nya, DPR kembali membuat berita dengan kegiatannya yang benar-benar aneh (atau bisa nggak ya disebut tolol – ups maaf ya para anggota dewan yang terhormat) berupa studi banding ke Afrika Selatan mengenai kepramukaan. Dan yang bodohnya lagi, yang akan dipelajari di sana adalah mengenai sebab musabab kegagalan pramuka di negara tersebut. Yang menjadi pertanyaanya adalah mengapa anggota dewan kita yang ribut mengenai kegagalan pramuka di sana, biar itu menjadi urusan pemerintah Afrika Selatan itu sendiri. Kalaupun mau studi banding (alih-alih kata plesiran) ya mbok ke negara berkembang juga yang pramukanya cukup berhasil, sehingga bisa dijadikan referensi bagi anggota dewan untuk membentuk UU tentang kepramukaan ini. Tapi kegiatan plesiran ini, dapat pembelaan dari Ketua DPR (lagi-lagi dia), yang mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti pengabdian para anggota dewan ke negara dan bukannya pemborosan (cape deh!).

Dari segala tingkah laku anggota dewan yang makin hari makin nyeleneh ini, saya berfikir mending nggak usah ada DPR aja. Lha wong, apa sih yang dikerjakan DPR selama ini untuk rakyat?, kebanyakan juga malah makin mencekik kehidupan rakyat itu sendiri. Kalo fungsinya untuk membuat undang-undang, itu juga bisa disebut bullshit, karena bikin satu undang-undang yang pro rakyat aja lama banget (gara-gara jarang masuk dan juga telat mikir), tapi bisa beda ceritanya kalo undang-undang tersebut dapat menambah kocek para anggota dewan tersebut (bisa dipastikan kayaknya satu hari aja bisa selesai). Atau fungsi lain DPR yaitu mengontrol kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, itu juga benar-benar omong kosong, lha wong semua bisa dikompromikan.

Semoga curahan hati seorang rakyat ini dapat didengar anggota dewan kita, agar dapat memberikan yang terbaik bagi rakyatnya, dan agar rakyat nantinya tidak meminta pertanggung jawaban mereka di akhirat, karena hal itu akan lebih berat.

2 thoughts on “DPR – Bekerja Untuk Siapa?

  1. DPR bekerja untuk partai dan kelompok! saya setuju banged, real nya emang gitu T_T.
    Tukang buat aturan “jenius”, Tukang ngumbar “janji”, Tukang “kompromi”, dan Tukang-Tukang lainnya (capekdeh) :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s