AS Roma vs INTER

Gol Tunggal dari Stankovic (sumber foto : www.inter.it)
Gol Tunggal dari Stankovic (sumber foto : http://www.inter.it)

Akhirnya Inter tau juga cara menang kembali, setelah babak belur sama Schalke di Liga Champions, dan sekarang ketinggalan gerbong dari AC Milan di Liga Italia, Inter berhasil menang atas AS Roma 1-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia. Gol tunggal dicetak Dejan Stankovic pada menit-menit akhir babak pertama.

Coppa Italia tahun ini emang patut diperjuangkan sama INTER, mengingat mungkin hanya ajang ini satu-satunya piala yang dapat dipertahankan, mengingat INTER telah gagal di Champions, dan membutuhkan keajaiban untuk juara di Liga Italia.

Evaluasi besar-besaran kayaknya akan dilakukan sama Presiden Moratti dan jajaran manajemen di INTER atas performa INTER musim ini yang amburadul. Dan kayaknya Moratti siap jor-joran lagi musim depan di bursa transfer untuk menggaet para pemain bintang.

Dari pendapat pribadi sendiri, mungkin ada beberapa hal yang membuat performa INTER kurang baik musim ini, antara lain :

1). Pergantian Pelatih

Pergantian pelatih dari Mou ke Benitez lalu ke Leonardo, kayaknya bener-bener berpengaruh kepada gaya main INTER. Jika pada masa c Mou, INTER sangat tangguh di belakang dan juga kuat sekali peran seorang gelandang bertahan yang ada pada diri Esteban Cambiasso sama Thiago Motta, ditambah biasanya para pemain depan juga membantu pertahanan INTER jika INTER sudah ditekan lawan. Maka pas jamannya om Benitez, gaya main INTER lebih terbuka, itu terbukti dari awal-awal dipegang Benitez, INTER hanya mengandalkan satu gelandang bertahan, dan dua penyerang utama, dimana pada jaman c Mou, penyerang utama cuman satu, sisanya dua penyerang lainnya berperan seperti sayap, lebih melebar ke samping lapangan. Apalagi biasanya dua penyerang sayap ini biasanya langsung turun ke tengah, jika bola udah dikuasain lawan dan coba merebutnya. Boleh dibilang para pemain INTER di bawah Mou menjadi sosok para petarung, sedangkan dibawah Benitez para pemain INTER menjadi lebih stylish, mungkin Benitez nerapin gaya yang sama dengan pas ngelatih Valencia di Spanyol.

Rafael Benitez

Rafael Benitez (Sumber Foto : http://gigipersie.blogspot.com/)

Kayaknya gaya stylish yang diterapin Benitez gak cocok, mengingat di INTER gak ada pemain tengah atau depan INTER mempunyai kemampuan seperti Messi, Kaka, ataupun Ronaldo, yang mempunyai skill olah bola alias gocek yang luar biasa. Walaupun musim ini INTER udah kedatangan talenta asal Brazil, yaitu Coutinho, tapi kayaknya Coutinho butuh banyak waktu untuk dapat seperti seniornya Kaka. Jadi mungkin gaya main INTER harus dikembalikan seperti musim lalu mengingat potensi dan kemampuan para pemain tengah dan depan INTER lebih cocok jadi para petarung. Kalaupun mau diubah INTER harus membeli pemain-pemain yang mempunyai kemampuan seperti itu, seperti merealisasikan rencana pembelian Samir Nasri, Carlos Tevez, atau bahkan Cesc Fabregas.

Leonardo

Leonardo

Sedangkan di bawah asuhan Leonardo, INTER agak sedikit mengalami perbaikan, terutama di lini belakang. Tapi INTER di bawah Leonardo hampir sama dengan di bawah Benitez, karena Leonardo pun mengusung sepakbola ala Brazil yang cenderung stylish juga.

2). Terlena kesuksesan musim lalu

Musim lalu merupakan musim keemasan bagi INTER. Sapu bersih di semua kompetisi yang diikuti merupakan torehan paling bersejarah INTER di bawah kepemimpinan Massimo Moratti. Namun kayaknya itu membuat sang presiden jadi terlena di bursa transfer. Tiada pemain dengan nama besar atau setidaknya pemain yang mempunyai potensi besar di kemudian hari yang direkrut INTER. Padahal liat aja Barca, begitu dapet treble winner, mereka masih membeli Zlatan Ibrahimovic dengan harga sangat mahal, padahal waktu itu Bojan Krkic dan Jeffren Suarez sedang bersinar, atau mereka tetap membeli David Villa meski Pedro Rodriguez sudah bisa menggusur Ibra di skuad utama. Nama besar dengan mental juara tetap dibutuhkan INTER, seperti halnya ketika INTER merekrut Ibra dan juga Vieira dari Juventus, hal itu benar-benar membawa perubahan pada mental bertanding para punggawa INTER lainnya. Lihat bagaimana Milan musim ini mulai berbenah, mereka menyadari bahwa keterpurukan mereka beberapa musim ini adalah tiadanya sosok yang mempunyai mental juara yang kuat, dan ketika mereka memutuskan membeli Ibra ataupun van Bommel hasilnya adalah sekarang Milan berada di puncak klasemen, dimana para punggawa Milan sekarang selain bisa menunjukkan skill permainan terbaiknya juga mempunyai mental bertanding yang sangat baik.

Segitu dulu deh pendapat pribadinya, moga2 walau lagi terpuruk, INTER setidaknya dapat raih satu gelar musim ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s