Perempuan dalam Sepakbola

Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, berikut ini postingan mengenai perempuan-perempuan yang mengambil peran dalam dunia sepakbola yang sebenarnya identik dengan kaum pria.

Diawali dengan Mia Hamm. Kayaknya Mia Hamm merupakan pesepakbola wanita paling populer di jagad ini. Pesepakbola asal negeri Paman Sam ini merupakan pemain terbaik dunia perempuan versi FIFA dua kali berturut-turut pada tahun 2001 dan 2002. Selain itu dia juga merupakan satu dari 125 pemain terbaik pilihan Pele.

Pesepakbola wanita lain yang mencuri perhatian adalah Zainab al-Khatib, yang merupakan pesepakbola muslimah dan merupakan salah satu bintang timnas perempuan Denmark. Yang menarik adalah dia tetap menggunakan kerudung ketika dia bermain bola.

Masuk ke jajaran manajerial tim, ada nama Rosella Sensi. Rosella Sensi merupakan Presiden dari klub AS Roma, yang juga merupakan anak dari Presiden Roma terdahulu yaitu Franco Sensi. Wataknya sama persis dengan bapaknya, dimana dia seringkali mengecam siapa saja yang dianggap merugikan timnya.

Kalo di luar ada Rosella Sensi, maka di dalam negeri ada Diza Rasyid Ali. Bagi para penggemar sepakbola nasional, nama Diza kayaknya udah nggak asing lagi, mengingat kiprahnya di dunia sepakbola nasional yang sudah tidak diragukan lagi. Diza merupakan perempuan pertama yang menjadi manajer sepakbola, ketika dia menjadi manajer klub Persija Jakarta. Selain itu dia pernah masuk dalam kepengurusan PSSI Pusat, pernah menjadi Manajer PSM Makkasar, serta masuk pada kepengurusan Pengda PSSI Sulsel. Tapi mungkin yang paling diingat dari seorang Diza adalah ketika dia membawa klub Makkasar Football School (MFS) meraih juara satu Danone Nation Cup di Amsterdam-Belanda pada tahun 2006, dimana yang menariknya adalah sebagian besar para pemain MFS merupakan anak jalanan yang di didik Diza menjadi seorang pesepakbola. Dan sekarang ini Diza sedang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI, dan mendapatkan dukungan dari PSSI Sumut.

Masuk ke perangkat pertandingan, ada nama wasit terkenal asal Jerman yaitu Bibiana Steinhaus. Dia terkenal selain karena merupakan wasit perempuan yang bisa memimpin salah satu kompetisi terketat di Eropa, yaitu Bundesliga (walau masih memimpin pertandingan di Bundesliga 2), juga karena insiden dimana *maaf* buah dadanya tidak sengaja tersentuh oleh salah satu pemain Hertha Berlin – Peter Niemeyer, ketika laga antra Hertha Berlin lawan Alemannia Aachen.

Nama lain yang terkenal adalah Sian Massey. Asisten wasit ini terkenal gara-gara bisa melengserkan dua pembawa acara Liga Inggris kondang asal stasiun televisi Sky Sports yaitu Richard Keys dan Andy Gray. Mereka lengser gara-gara ejekan bernada rasis mereka terhadap Sian Massey ketika laga antara Wolverhampton Wanderes lawan Liverpool, yang menimbulkan kontroversi di tanah Inggris.

Di dalam negeri ada nama Mitra Coriena Syumanja, yang merupakan asisten wasit perempuan pertama di Indonesia. Dia menjadi asisten wasit untuk pertandingan-pertandingan Divisi I Liga Indonesia. Kemampuannya didapatkan dari ayahnya yang juga dulunya merupakan salah satu asisten wasit yang memiliki sertifikasi dari FIFA, yaitu Norman Alex.

Segitu dulu postingan kali ini. Selamat Hari Kartini ya!

5 thoughts on “Perempuan dalam Sepakbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s