Copa America 2011

Kirain saya gelaran Copa America tahun ini tidak ditayangkan stasiun televisi manapun di Indonesia (yang gratis ya, bukan tv berlangganan), berhubung tidak ada gembar-gembor sama sekali selama ini dari stasiun tv manapun terhadap hajat sepakbola antar negara-negara di Amerika Selatan ini, padahal acaranya tinggal menunggu hitungan hari saja, tepatnya tinggal 2 hari lagi (dimulai 1 Juli 2011). Namun, setelah searching di internet, alhamdulillah ternyata RCTI bakalan nyiarin gelaran yang satu ini.

Gelaran Copa America kali ini digelar di negara asalnya Lionel Messi, yaitu Argentina. 8 kota di negara tersebut akan dipersiapkan untuk menghelat 26 pertandingan, dimana 18 pertandingan awal merupakan pertandingan pada fase penyisihan grup. Di fase penyisihan grup, 8 tiket perempat final diperebutkan oleh 12 tim peserta Copa America., sehingga hanya 4 tim yang akan tersingkir di fase ini. Format gelaran Copa America memang sedikit berbeda dengan ajang-ajang gelaran sepakbola pada tingkat konfederasi, dimana jika Piala Asia, Piala Eropa, Piala Afrika, hingga Gold Cup, pada fase penyisihan grup terdapat 16 tim yang dibagi rata ke dalam 4 grup, maka Copa America hanya terdapat 12 tim yang dibagi rata dalam 3 grup. Hal tersebut dikarenakan jumlah negara-negara yang tergabung dalam CONMEBOL (Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan), hanya berjumlah 10 negara, sehingga di Copa America tidak ada namanya babak kualifikasi Copa America, berbeda halnya yang dilakukan untuk mengikuti gelaran di ajang tingkat konfederasi sepakbola lain, dimana contohnya negara kita, Indonesia harus mengikuti babak kualifikasi Piala Asia (Pra Piala Asia) dahulu sebelum bisa mengikuti gelaran Piala Asia (kecuali tuan rumah dan juara bertahan Piala Asia sebelumnya yang bisa otomatis lolos ke Piala Asia selanjutnya). Dengan jumlah peserta yang “hanya” 10 dan formatnya adalah turnamen, maka sejak tahun 1993, CONMEBOL selalu mengundang dua tim dari konfederasi untuk mengikuti ajang ini, untuk menggenapi jumlah tim menjadi 12 . Yang diundang adalah negara yang mempunyai kedekatan secara geografis dan kultur permainan sepakbolanya tidak jauh berbeda dengan negara-negara di Amerika Selatan. Meksiko, merupakan negara yang tiap penyelenggaran Copa America selalu diundang, selain karena faktor geografis yang cukup dekat, juga karena Meksiko merupakan salah satu kekuatan utama di Zona Concacaf dan juga kuda hitam di ajang sepakbola dunia. Satu tiket undangan yang tersisa seharusnya milik Jepang, namun karena alasan banyak klub Eropa yang menggunakan jasa para pemain tim nasional Jepang enggan melepaskan mereka ke ajang ini, selain juga dikarenakan adanya penjadwalan ulang Liga Jepang setelah banyak tertunda akibat dari bencana gempa dan tsunami beberapa waktu yang lalu, maka posisi Jepang digantikan oleh Kosta Rika.

Kedua belas tim yang akan akan dibagi kedalam tiga grup tersebut adalah :

GRUP A

Argentina merupakan favorit untuk menjuarai grup A sekaligus merupakan favorit untuk menjuarai Copa America tahun ini. Selain untuk menjaga gengsi sebagai tuan rumah, Argentina akan sekuat tenaga menjuarai turnamen ini, yang terakhir kali mereka juarai tahun 1993. Hal ini ditunjukkan dengan mengangkut hampir semua pemain bintang mereka yang berlaga di Eropa, seperti pemain terbaik dunia saat ini, Messi, lalu ada rising star, Javier Pastore, ada empat punggawa Madrid (Angel Di Maria, Ezequiel Garay, Fernando Gago, dan Gonzalo Higuain), top skor Liga Inggris musim lalu, Carlos Tevez, trio Inter Milan (Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, dan Diego Milito), serta bintang-bintang lain seperti Sergio Aguero (Atletico Madrid), Gabriel Milito dan Javier Mascherano (Barcelona), Nicolas Burdisso (AS Roma), Pablo Zabaleta (Manchester City), Ever Banega (Valencia), hingga penyerang Napoli, Ezequiel Lavezzi. Hanya satu nama dari skuad Argentina yang dipersiapkan untuk Copa America tahun ini yang bermain di kompetisi domestik, yaitu kiper Juan Pablo Carrizo, yang membela klub River Plate.

Saingan terberat mungkin akan datang dari Colombia, yang akan mengandalkan Radamel Falcao, yang musim lalu berhasil mengantarkan Porto menjuarai 3 gelar sekaligus, dan menjadi top skor Liga Eropa dengan 17 gol. Selain itu, hampir sama dengan skuad Argentina, skuad Kolombia akan dipenuhi pemain-pemain yang akan merumput di Liga Eropa, hanya 4 orang pemain saja yang bermain untuk kompetisi domestik. Sedangkan posisi 3 mungkin akan diraih oleh tim Bolivia, karena tim Kosta Rika hanya menyertakan lima pemain seniornya saja pada gelaran ini, berhubung skuad utama mereka cukup kelelahan setelah menjalani turnamen Gold Cup beberapa waktu lalu.

GRUP B

Di grup B, bercokol juara bertahan Brazil, yang merupakan favorit juara untuk grup ini dan juga masih dijagokan untuk mempertahankan gelar Copa America yang didapatkan mereka 4 tahun yang lalu. Skuad yang dipanggil pelatih Mano Menezes, rata-rata masih berusia muda, seperti pemain yang digadang-gadang akan menyaingi Messi di masa yang akan datang, Neymar, lalu ada rekan setim Neymar di Santos yaitu Ganso yang juga banyak diincar klub-klub raksasa Eropa, ada Pato dan Thiago Silva yang musim lalu membawa Milan juara Liga Italia, serta beberapa nama yang masih berusia muda, seperti David Luiz dan Ramirez (Chelsea). Sedangkan pemain senior diwakili oleh trio pemain Inter Milan (Julio Cesar – Lucio – Maicon).

Sisa 3 kontestan di grup ini, akan berusaha menjadi runner up atau setidaknya urutan 3 terbaik. Untuk runner up, kemungkinan besar Paraguay akan mengambil jatah ini, mengingat mereka beberapa tahun ini bermain sangat konsisten dan cukup menyulitkan tim-tim besar seperti Argentina dan Brazil. Sedangkan Ekuador dan Venezuela akan saling baku hantam, untuk setidaknya mendapatkan jatah urutan 3 terbaik.

GRUP C

Favorit di grup ini adalah Uruguay. Dengan bermodalkan materi yang kebanyakan membawa mereka menjadi juara ke-4 Piala Dunia tahun 2010 kemarin, Uruguay diprediksi akan menjadi ganjalan bagi Argentina dan Brazil meraih juara Copa America tahun ini. Nama-nama beken seperti Edison Cavani (Napoli), Luis Suarez (Liverpool), dan Diego Forlan (Atletico Madrid), akan menjadi penggedor tim Urugay dalam meraih asa untuk mengembalikan kejayaan Urugay di pentas sepakbola Amerika Latin dan dunia.

Saingan terberat akan datang dari Chile, yang datang dengan pemain yang diperebutkan banyak klub Eropa saat ini, yaitu Alexis Sanchez. Sedangkan Meksiko diragukan akan banyak bicara pada turnamen ini, karena mereka hanya mengirim skuad ketiga mereka, setelah skuad utama mereka diistirahatkan sehabis menjuarai gelaran Gold Cup, sehingga kita tidak akan melihat pemain yang bersinar bersama MU musim lalu, Chicharito. Sedangkan skuad lapis kedua mereka, yang tadinya akan dipersiapkan untuk mengikuti gelaran ini, 8 pemainnya dicoret akibat tindakan indispliner mereka, termasuk Jonathan Dos Santos, adik dari Giovani Dos Santos. Nama besar yang tersisa dari skuad Meksiko pada turnamen kali ini hanyalah Giovani Dos Santos, pemain Spurs yang mencetak salah satu gol kemenangan Meksiko di Final Gold Cup ketika melawan USA. Peru juga nampaknya akan compang-camping menghadapi turnamen kali ini, mengingat para pemain inti mereka cedera sebelum gelaran ini digelar. Sebut saja nama  Jefferson Farfan, pemain asal Schalke, lalu ada Claudio Pizzaro, serta Juan Manuel Vargas, yang mengalami cedera.

Pertandingan Copa America-nya sendiri akan berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 24 Juli (waktu setempat), dengan jadwal pertandingannya sebagai berikut :

Catatan :

  • Juara dan Runner Up masing-masing grup berhak lolos ke babak selanjutnya (babak perempat final);
  • Dua tiket perempat final yang tersisa diberikan kepada dua tim yang berada pada urutan ketiga, sehingga satu tim yang berada di urutan ketiga tidak akan mendapatkan jatah ke perempat final;
  • Kriteria pemilihan dua dari tiga tim urutan ketiga pada grup A, B, dan C, yang lolos ke babak perempat final berdasarkan :

– Perbandingan jumlah poin yang didapatkan

Contohnya seperti ini :

Bolivia urutan ke-3 di grup A mempunyai nilai 5, Ecuador berada di urutan ke-3 grup B dengan nilai 4, dan Peru berada di urutan ke-3 di grup C dengan nilai 2, maka yang berhak lolos adalah Bolivia dengan status urutan ke-3 terbaik 1, dan Ecuador dengan status urutan 3 terbaik 2.

– Perbedaan jumlah selisih gol

Contohnya seperti ini :

Bolivia urutan ke-3 di grup A mempunyai nilai 5 dengan selisih gol +3, Ecuador berada di urutan ke-3 grup B dengan nilai 5 dengan selisih gol +4, dan Peru berada di urutan ke-3 di grup C dengan nilai 5 dengan selisih gol -1, maka yang berhak lolos adalah Ecuador dengan status urutan ke-3 terbaik 1, dan Bolivia dengan status urutan 3 terbaik 2.

– Jumlah Gol Memasukkan

Contohnya seperti ini :

Bolivia, Ecuador, dan Peru masing-masing mendapatkan poin 4 dengan selisih gol yang sama juga yaitu +2. Untuk mencari dua terbaik, maka yang dilihat adalah seberapa banyak tim memasukkan gol ke gawang lawan. Misalnya, Bolivia mencetak 5 gol ke gawang lawan dan kemasukkan 2 gol (5:2), lalu Ecuador memasukkan 4 gol dan kemasukkan 1 gol (4:1), dan Peru memasukkan 6 gol dan kemasukkan 3 gol (6:3), maka dari komposisi diatas yang berhak melaju ke babak perempat final adalah Peru dengan status urutan ke-3 terbaik 1 karena mencetak lebih banyak gol (6 gol) ke gawang lawan dibandingkan Ecuador ataupun Bollivia, ditemani Ecuador dengan status urutan ke-3 terbaik 2, yang mencetak 5 gol.

Dan jika ternyata masih juga sama komposisinya antara dua tim atau bahkan ketiga-tiganya memiliki kriteria yang pantas untuk melaju ke babak perempat final, maka akan dilakukan pengundian oleh pihak CONMEBOL, dua tim mana yang berhak melaju ke babak selanjutnya (kemungkinan ini sangat kecil sekali, walaupun masih bisa terjadi).

Sumber Jadwal Pertandingan:

http://www.ca2011.com/jogos_por_dia.php

Catatan :

– Perbedaan waktu antara Argentina dan Indonesia adalah 10 jam (untuk WIB);

– Belum ada keterangan resmi, apakah RCTI akan menyiarkan semua partai di Copa America ini.

Siapa ya yang bakal juara Copa America kali ini?, apakah Brazil yang akan mempertahankan gelarnya dan menambah koleksi gelarnya menjadi 9? ataukah Argentina yang berusaha meraih Copa America yang ke – 15 dihadapan pendukungnya sendiri? atau akan muncul kuda hitam di turnamen ini?, kita saksikan saja gelaran ini mulai dari tanggal 2 Juli 2011 sampai dengan 25 Juli 2011.

4 thoughts on “Copa America 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s