Sumur Resapan (1)

Postingan ini merupakan kumpulan dari berbagai informasi mengenai pembuatan sumur resapan yang berserakan di dunia maya, yang saya kumpulkan dan tulis ulang. Jikalau ada kesalahan dalam penulisan, baik itu mengenai teori dasar, perumusan, dll, silahkan isi dalam komentar, secepatnya saya akan cek dan perbaiki kalau memang benar salah. Selamat Membaca :D:

  • Sumur Resapan

Gambar 1. Banjir dan Kekeringan

Bencana banjir dan kekeringan yang seringkali melanda berbagai wilayah di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat kompleks. Salah satu faktor penyebab terjadinya kedua bencana tersebut adalah perubahan tata guna lahan, terutama perubahan pada kawasan yang seharusnya menjadi kawasan resapan air menjadi kawasan industri, pemukiman, pertanian, atau menjadikannya sebuah kawasan pertambangan.

Alih fungsi kawasan resapan air tersebut, membuat air hujan yang jatuh pada kawasan tersebut tidak masuk ke dalam tanah, akan tetapi langsung melimpas di permukaan tanah. Penambahan limpasan permukaan dari air hujan yang seharusnya dapat meresap ke dalam tanah, akan menambah beban air yang harus ditampung serta dialirkan dari sungai dan sistem drainase di kawasan tersebut. Hal tersebut akan membuat peluang terjadinya banjir akan semakin besar, karena biasanya sebuah sistem drainase dibuat dan direncanakan untuk menampung aliran air tanpa memperkirakan perubahan tata guna lahan yang terjadi di masa yang akan datang.

Efek lain yang timbul ketika banyaknya air hujan yang tidak masuk ke dalam tanah adalah semakin menipisnya cadangan air tanah ketika masuk musim kemarau. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kekeringan pada kawasan tersebut ketika musim kemarau tiba.

Teknologi konservasi tanah berupa pembuatan sumur resapan merupakan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi efek buruk yang ditimbulkan akibat dari semakin berkurangnya kawasan resapan air. Dengan teknologi sederhana ini kita bisa menambah jumlah air yang masuk ke dalam tanah ketika hujan, mengurangi air yang berlebih di permukaan sehingga bisa menghindari banjir, mencegah penurunan tanah, bahkan bisa menurunkan konsentrasi pencemaran air tanah.

  • Prinsip Kerja Sumur Resapan

Prinsip kerja dari sumur resapan adalah menyalurkan dan menampung air hujan ke dalam sebuah lubang atau sumur, agar air hujan dapat memiliki waktu tinggal di permukaan tanah lebih lama sehingga sedikit demi sedikit air dapat meresap ke dalam tanah. Di bawah tanah, air yang meresap ini akan merembes masuk ke dalam lapisan tanah yang disebut lapisan tidak jenuh, dimana pada berbagai jenis tanah, lapisan ini masih bisa menyerap air. Dari lapisan tersebut, air akan menembus kedalam permukaan tanah (water table), dimana dibawahnya ada air tanah (ground water), yang terperangkap dalam lapisan akuifer. Dengan demikian, masuknya air hujan ke dalam tanah akan membuat imbuhan air tanah akan menambah jumlah air tanah dalam lapisan akuifer.

Dengan prinsip kerja dari sumur resapan tersebut, maka jika kita hendak membuat sumur resapan pada area halaman rumah kita, kita akan menyalurkan air hujan yang turun di area rumah kita menuju sumur resapan, termasuk air hujan yang turun pada genting atap rumah yang nantinya mengalir menuju talang air. Dari talang, air kita salurkan ke sumur resapan dengan menggunakan pipa (biasanya menggunakan pipa paralon).

Sedangkan air hujan yang turun selain di area genteng atap rumah, dapat kita salurkan menuju sumur resapan dengan cara membuat semacam selokan atau got kecil di area rumah kita, yang dibuat dengan kemiringan tertentu, sehingga nantinya air yang masuk ke dalam selokan atau got tersebut dapat mengalir menuju sumur resapan.

Untuk membuang kelebihan air yang masuk kedalam sumur resapan, kita bisa membuat pipa pembuangan, yang nantinya berfungsi mengalirkan kelebihan air di dalam sumur resapan menuju saluran drainase/saluran pembuangan di dekat rumah kita.

Gambar 2. Ilustrasi Prinsip Kerja Sumur Resapan yang Dibuat di Area Halaman Rumah

  • Metodologi

Di bawah ini terdapat tabel yang dapat dijadikan bahan acuan mengenai volume sumur resapan pada kondisi tanah permeabilitas rendah (berdasarkan SK Gubernur No. 17 Tahun 1992) :

Tabel 1. Volume Sumur Resapan Pada Kondisi Tanah Permeabilitas Rendah (SK Gubernur No. 17 Tahun 1992)

Namun, jika ingin mengetahui bagaimana metode perhitungan pembangunan sumur resapan agar memberikan kontribusi yang maksimum, gunakan metode perhitungan sebagai berikut (Sunjoto, 1992) :

1. Menghitung debit air hujan yang masuk sebagai fungsi karakteristik luas atap bangunan dengan Metode Rasional (perhitungan debit air hujan yang masuk dari air hujan yang turun pada area genting rumah) :

Dengan metode yang sama, kita juga dapat memperkirakan debit air yang masuk pada sumur resapan dari air hujan yang turun pada area rumah selain dari atap rumah.

2. Menghitung kedalaman sumur optimum diformulakan sebagai berikut :

Sedangkan untuk menghitung volume air hujan yang meresap pada sumur resapan untuk perkarangan rumah (berdasarkan tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan perkarangan – SNI : 03 – 2453 – 2002),  adalah sebagai berikut :

Bersambung ke Sumur Resapan (2)

Sumber Gambar dan Tabel :

Gambar 1 (bagian gambar banjir) :

http://rizkarunia.wordpress.com/2010/05/06/mencegah-terjadinya-banjir/

Gambar 2 :

http://sumurresapan.blogspot.com/2008/10/rumah-bertalang-air.html

Tabel 1 :

http://miningundana07.wordpress.com/2010/04/15/sumur-resapan/

6 thoughts on “Sumur Resapan (1)

  1. Pingback: Sumur Resapan (2) « Take And Share

  2. mantab artikelnya mas..
    .
    saya ada bekas sumur bor kedalam 24m yg tidak terpakai, bisakah dijadikan sumur resapan dr air hujan di genting?
    .
    apakah bisa membuat permukaan tanah disekitar sumur jadi amblas?
    .
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s