Sumur Resapan (3)

Postingan berikut merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya yaitu Sumur Resapan (1) dan Sumur Resapan (2)

3. Air hujan dari talang langsung dimasukkan ke dalam sumur resapan melalui pipa paralon (pipa masukkan). Untuk air hujan yang turun di area rumah selain yang berasal dari talang air, kita dapat membuat semacam selokan / got kecil, yang dibuat dengan kemiringan tertentu, sehingga air yang masuk ke dalam selokan / got kecil tersebut bisa masuk ke dalam sumur resapan.

Gambar 10. Pipa Masukkan dan Pipa Keluaran pada Sumur Resapan

4. Pada sumur resapan diberi pipa pembuang ke selokan / drainase jalan. Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tanah tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut.

5. Untuk sumur resapan yang dindingnya menggunakan perkerasan dari buis beton, di bagian dasarnya buatlah ceruk (lubang) sekitar 15 – 70 cm, kemudian isi dengan pecahan batu dengan ukuran 20 cm sampai dengan 30 cm (kita bisa menggunakan batu krakal / koral), serta pecahan batu bata ukuran antara 5 cm sampai dengan 10 cm di bagian dasar lubang, lalu tutup dengan ijuk atau geotekstil.

Sedangkan untuk sumur resapan dimana dindingnya menggunakan batu batu, pada bagian dasarnya tidak perlu dilakukan pembuatan ceruk (lubang), akan tetapi pada bagian dasarnya kita langsung tutup dengan batu serta ijuk atau geotekstil. Fungsi ijuk dan batu-batuan yang kita letakkan di bagian dasar sumur resapan yaitu sebagai penyaring kotoran yang ikut mengalir bersama air hujan, sehingga kotoran tersebut tidak ikut masuk ke dalam sumur resapan.

Pada sumur resapan dimana dinding sumurnya tidak menggunakan perkerasan / lapisan, kita isi semua bagian dari sumur resapan dengan ijuk / geotekstil dan juga batu (sebagai alternatif pengganti batu, bisa digunakan puing yang sudah dibersihkan dan terbuat dari bahan organik).

6. Bagian atas sumur resapan kita tutup dengan plat beton bertulang dengan tebal 10 cm yang dicampur dengan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil. Selain itu, kita bisa gunakan plat beton tidak bertulang sebagai tutup sumur resapan, dengan bentuk cubung dan jangan diberikan beban diatasnya, sedangkan ketebalan dan perbandingan bahan campurannya sama dengan tutup sumur resapan dari plat beton bertulang. Ferrocement setebal 10 cm juga bisa dijadikan alternatif lain yang bisa dijadikan tutup sumur resapan.

7. Untuk menyamarkan sekaligus mempercantik sumur resapan yang ada pada area rumah, kita bisa menaruh tanaman diatas lahan pembuatan sumur resapan.

Gambar 11. Menanam Tanaman Pada Lahan yang Digunakan untuk Pembuatan Sumur Resapan

Langkah pembuatan sumur resapan diperuntukkan untuk rumah yang mempunyai talang air. Sedangkan untuk rumah tanpa talang air, kita dapat melihat desain pembuatan sumur resapan di bawah ini (berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 68 Tahun 2005) :

Gambar 12. Desain Pembuatan Sumur Resapan Pada Bangunan Tidak Bertalang

Dari gambaran desain diatas terlihat bahwa, kita harus membuat selokan / got kecil yang berada di sepanjang curahan air hujan dari bagian atap rumah. Buatlah selokan / got kecil tersebut dengan lebar sekitar 20 cm sampai dengan 30 cm dan kedalaman antara 10 cm – 15 cm. Gunakan penyaring pada ujung selokan atau got kecil tersebut, sehingga kotoran tidak ikut masuk ke dalam sumur resapan.

Langkah pengerjaan pembuatan sumur resapan diatas termasuk ke dalam pembuatan sumur resapan model tunggal, karena satu  sumur resapan digunakan untuk air hujan yang berasal dari area satu rumah. Namun jika dirasakan area halaman rumah kita terlalu sempit, maka bisa dibuat sumur resapan dengan menggunakan model komunal. Dengan model komunal ini, satu sumur resapan dapat digunakan oleh beberapa rumah sekaligus. Biasanya pembuatan sumur resapan dilakukan pada area bahu jalan.

Gambar 13. Sketsa Pembuatan Sumur Resapan dengan Model Komunal

Dari sketsa diatas terlihat bahwa satu pembuatan sumur resapan dapat digunakan setidaknya oleh 6 rumah sekaligus, dimana sumur resapan dibuat pada bahu jalan di dekat area rumah kita. Kita hanya membutuhkan pipa paralon yang cukup panjang sebagai pipa masukkan air hujan dari talang air rumah kita menuju sumur resapan yang ada pada bahu jalan (pipa masukkan yang diperlukan lebih panjang dibandingkan dengan pipa masukkan pada sumur resapan model tunggal), dan jangan lupa untuk tetap membuat pipa pembuangan menuju ke drainase area perumahan kita.

Gambar 14. Sketsa Pembuatan Sumur Resapan dengan Model Komunal (2)

Gambar sketsa pembuatan sumur resapan dengan model komunal (2), menunjukkan secara lebih jelas bagaimana sumur resapan model komunal ini bekerja.

Mudah bukan cara pembuatan sumur resapan ini?, dengan teknologi konservasi air yang sederhana ini, manfaat yang akan kita rasakan sangatlah besar. Oleh karena itu, mari kita bergerak menjaga dan menyelamatkan air serta lingkungan kita dengan cara pembuatan sumur resapan di area rumah kita sendiri.

Sumber Gambar :

Gambar 10 dan 12 :

http://miningundana07.wordpress.com/2010/04/15/sumur-resapan/

Gambar 11 :

http://beritabaik.wordpress.com/tag/sumur-resapan/

Gambar 13 dan 14 :

http://recyclearea.wordpress.com/2011/01/25/yuk-kita-jaga-air-dengan-teknologi-sederhana-1/)

Referensi :

http://dwifatrinapputeri.ngeblogs.com/2010/01/04/cegah-banjir-dengan-sumur-resapan/

http://grobogan.go.id/info-daerah/artikel/337-teknis-perancangan-sumur-resapan.html

http://miningundana07.wordpress.com/2010/04/15/sumur-resapan/

http://recyclearea.wordpress.com/2011/01/25/yuk-kita-jaga-air-dengan-teknologi-sederhana-1/

http://robbicahyadi.wordpress.com/2009/01/19/membuat-sumur-resapan/

http://sumurresapan.blogspot.com/2008/10/rumah-bertalang-air.html

http://sumurresapan.blogspot.com/2008/10/rumah-tidak-bertalang-air.html

http://www.kelair.bppt.go.id/Publikasi/Buku10Patek/09SUMUR.pdf


2 thoughts on “Sumur Resapan (3)

  1. Pingback: Sumur Resapan (2) « Take And Share

  2. Apakah sumur resapan itu harus diberi akses buka tutup untuk perawatan, dan bila ya maka perawatan macam apa?
    Ataukah atasnya boleh dicor beton buat jalan misalnya, yang berarti permanen gak akan dibuka-buka lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s