Landsat (Bagian 1)

Landsat mungkin bisa masuk dalam kategori legenda dalam dunia satelit untuk keperluan observasi bumi. Sudah 7 generasi satelit ini beredar di luar angkasa untuk mengambil gambaran permukaan bumi sejak satelit generasi pertamanya pada tahun 1972 sampai generasi ketujuh yang diluncurkan pada tahun 1999. Landsat sendiri awal mulanya merupakan sebuah program bernama Earth Resources Observation Satellites Program yang dimulai sejak tahun 1966. Tahun 1969 penemuan penting oleh pusat riset Hughes Santa Barbara berupa prototype MSS Multi Scanners merupakan cikal bakal dari satelit Landsat pertama yang diluncurkan ke luar angkasa. Penamaan program Landsat sendiri mulai digunakan pada tahun 1975, tahun dimana satelit Landsat generasi kedua mulai diluncurkan. Landsat generasi kedua yang awalnya bernama ERTS-B (Earth Resource Technology Satellite B), di desain untuk berada di luar angkasa selama satu tahun, namun ternyata satelit tersebut dapat beroperasi sampai 7 tahun (selesai pada tanggal 25 February 1982).

Landsat generasi ketiga diluncurkan pada tahun 1978 ketika Landsat generasi kedua masih beroperasi. Desain satelit Landsat 3 ini sama dengan Landsat 2 namun pada Landsat generasi ketiga ini mulai dibenamkan band thermal, namun sayang instrumennya tidak berfungsi sesaat setelah satelit berhasil ditempatkan di luar angkasa. Atas pertimbangan keberhasilan secara teknikal dan keilmiahan, maka pada tahun 1979, Presiden Amerika Serikat waktu itu, Jimmy Carter mengalihkan pengoperasian Landsat dari NASA ke NOAA, agar citra satelit yang dihasilkan oleh Landsat mulai dapat dikomersialkan. Landsat 3 sendiri berakhir pada tahun 1983, selang setahun setelah Landsat 2 mulai di non-aktifkan.

Landsat generasi keempat diluncurkan tahun 1982, tahun dimana Landsat generasi kedua mulai berhenti beroperasi. Pada Landsat generasi keempat ini, terjadi lonjakan teknologi cukup cepat dimana terdapat sensor TM (Thematic Mapper) menemani sensor MSS (Multi-Spectral Scanner) yang merupakan sensor utama yang dibenamkan pada tiga generasi Landsat sebelumnya. Kelebihan sensor TM terletak pada jumlah band yang mencapai 7 buah band, dimana resolusi spasial yang dihasilkan oleh band 1-5 serta band 7 dapat mencapai 30 meter, sedangkan band 6 yang merupakan band thermal infrared mempunyai resolusi spasial 120 meter. Sensor TM merupakan inovasi dari sensor MSS yang hanya mempunyai 4 band dengan citra satelit yang dihasilkan mempunyai resolusi spasial antara 79 meter sampai dengan 82 meter.

Landsat generasi kelima merupakan satelit Landsat yang beroperasi paling lama. Diluncurkan tahun 1984, satelit Landsat ini masih beroperasi sampai saat ini. Landsat generasi kelima ini merupakan kopian dari Landsat generasi keempat karena mempunyai desain yang sama serta mengusung dua sensor, yaitu TM dan MSS. Namun, karena telah lama beroperasi, satelit ini mulai banyak dilanda berbagai “penyakit”. Mulai dari kejadian solar array yang “bertingkah” tidak normal dimana rotasi dari drive solar array mulai tidak beraturan yang mengakibatkan solar array tidak dapat memberikan power yang digunakan untuk mengisi ulang baterai satelit. Drive solar array sendiri berfungsi untuk mempertahankan posisi sudut antara solar array dengan matahari, agar solar array mendapatkan energi dari matahari. “Penyakit” lainnya terjadi pada tahun 2009, tahun dimana waktu itu pihak NASA sedang merayakan 25 tahun Landsat generasi kelima ini mengorbit di luar angkasa. Pada 13 Agustus 2009, Landsat 5 bergerak di luar kontrol dan power dari satelit ini mencapai titik kritis. Landsat 5 kembali beroperasi dengan mode penghematan baterai sejak 17 Agustus 2009. Dan pada November tahun kemarin (tahun 2011), pengambilan data ditangguhkan selama 90 hari mulai tanggal 18 November 2011. Hal tersebut dilakukan karena terjadi fluktuasi kinerja dari critical amplifier yang merupakan bagian dari sistem transmisi satelit. Selain itu, sensor MSS yang merupakan pasangan setia dari satelit Landsat, mulai tidak digunakan pada Landsat 5 ini sejak tahun 1995.

Sekian dulu pembahasan Landsat bagian pertama. Nantikan pembahasan lanjutan mengenai Landsat minggu depan.

Postingan ini saya share juga di sini :

Landsat-1 | citrasatelit.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s