Landsat (Bagian 2)

Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya mengenai sejarah Program Landsat dari Landsat generasi pertama sampai dengan generasi kelima, dan akan dilanjutkan pada pembahasan satelit Landsat generasi keenam, generasi ketujuh, serta generasi kedelapan. Selamat Membaca …….

Landsat generasi keenam merupakan satu-satunya satelit pada Program Landsat yang gagal beroperasi di luar angkasa, diakibatkan terjadinya kerusakan pada bagian sistem tenaga pendorong (propulsion system) pada pesawat pengangkut satelit Landsat-6 yang menggunakan bahan bakar bernama hydrazine. Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak National Oceanic and Atmospheric  Administration (NOAA) selaku salah satu dari badan pemerintah Amerika Serikat yang berpartisipasi terhadap Program Landsat, beserta Martin Marrieta Corp. selaku pembuat pesawat  yang membawa satelit Landsat-6 menuju orbit, dalam laporannya menyebutkan bahwa terjadi ledakan pada salah satu bagian pada saluran bahan bakar, 7 menit setelah lepas landas.  Ledakan pada bagian saluran bahan bakar tersebut, menghambat bahan bakar untuk mencapai 4 motor penggerak, sehingga pesawat ruang angkasa tersebut tidak mempunyai bahan bakar yang cukup untuk menuju orbit.

Sekilas Info

Hydrazine atau biasa disebut juga dengan diazine merupakan senyawa anorganik tidak berwarna dengan bau seperti amoniak serta mudah terbakar,  dan mempunyai perumusan kimia N2H4.  Hydrazine sendiri merupakan senyawa yang sangat beracun dan sangat berbahaya (tidak stabil), kecuali dilakukan penanganan tertentu terhadap senyawa ini.

Hydrazine banyak digunakan sebagai precursor (senyawa yang ikut berperan pada reaksi kimia yang menghasilkan senyawa yang lain) untuk melakukan polimerisasi katalis dan pharmaceuticals. Hydrazine sendiri mulai digunakan sebagai bahan bakar untuk pesawat ruang angkasa atau roket ketika Perang Dunia II, dimana ketika itu hydrazine digunakan untuk roket bernama Messerschmitt Me 163B, dengan kode B-Stoff (hydrazine hydrate).  Varian dari hydrazine yaitu monopropellant hydrazine, dimana varian ini digunakan sebagai tenaga kecil monopropellant sebagai manuver tenaga pendorong pesawat ruang angkasa dan unit tenaga pesawat ulang alik. Varian lain dari hydrazine yang digunakan sebagai bahan bakar roket adalah monomethylhydrazine (CH3)NH(NH2) – dikenal juga sebagai MMH, dan unsymmetrical dimethylhydrazine, (CH3)2N(NH2) – dikenal juga sebagai UDMH.

Pemilihan hydrazine sebagai bahan bakar roket atau pesawat luar angkasa didasarkan bahwa senyawa ini dapat menghasilkan gas panas dalam volume yang besar dengan jumlah penggunaan hydrazine (dalam bentuk cairan) yang sedikit.

Banyak kerugian yang terjadi atas kegagalan satelit Landsat-6 ini mengorbit, dimana kerugian secara materi, uang senilai 220 Juta US Dollar melayang hanya dalam waktu 7 menit. Kerugian lain yang terjadi adalah terhambatnya program observasi bumi menggunakan satelit, dimana sebenarnya pada satelit Landsat-6 ini telah ditanamkan instrumen remote sensing yang dinamai Enhanced Thematic Mapper (ETM). ETM ini merupakan perkembangan lanjutan terhadap instrumen sebelumnya yang terdapat pada satelit Landsat -5 yang bernama Thematic Mapper (TM). Jika pada instrumen TM terdapat 7 band, maka pada ETM terdapat satu band tambahan (menjadi 8 band), dimana band ke 8 merupakan band yang menghasilkan citra panchromatic (hitam-putih) yang mempunyai resolusi spasial mencapai 15 meter.

Berikut ini data dan fakta mengenai satelit Landsat – 6 :

Tanggal Peluncuran   : 5 Oktober 1993

Tempat Peluncuran   : Western Test Range di Vanderberg Air Force Base, California

Kendaraan Peluncur  : Titan II

Diluncurkan Oleh       : NASA

Partisipan                    :

  • National Aeronautics and Space Administration (NASA)
  • National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)
  • Department of the Interior (DOI) U.S. Geological Survey (USGS)
  • Hughes Santa Barbara Reaserch Center sebagai pembuat Instrumen Sensor Enhanced Thematic Mapper (ETM)
  • Lockheed Martin Missiles & Space (Martin Marietta Corp.) sebagai pembuat pesawat ruang angkasa.

Spesifikasi Pesawat Ruang Angkasa :

  • Sumber Tenaga                        : 4 Panel Surya yang di back up oleh dua baterai 50 Ahr NiCd
  •  Berat                                           : 2200 kg (perkiraan)
  • Panjang                                       : 4.3 meter
  • Diameter                                    : 2.8 meter
  • Rencana Masa Hidup            : 5 Tahun
  • Bahan Bakar                              : 270 pounds hydrazine (monopropellant hydrazine) yang tersimpan dalam sebuah tangki serta jet pendorong seberat 1 pounds sebanyak 12 buah.

Orbit (seandainya satelit Landsat-6 berhasil mengorbit) :

  • Menggunakan sistem path/row Worldwide Reference System-2 (WRS-2)
  • Orbit Sun-sychronous pada altitude 705 km dengan sudut inklinasi sebesar 98.20
  • Waktu untuk melintasi tempat yang sama : 16 hari

Sensor :

Enhanced Thematic Mapper (ETM) yang terdiri dari 8 band, yaitu :

  • Band 1 berada pada region visible blue (cahaya tampak berwarna biru) dengan panjang gelombang 0.45 – 0.52 µm dengan resolusi spasial 30 meter dengan aplikasi untuk bathimetri, absorpsi dari klorofil, dll.
  • Band 2 berada pada region visible green (cahaya tampak berwarna biru) dengan panjang gelombang 0.52 – 0.60 µm dengan resolusi spasial 30 meter dengan aplikasi untuk mengetahui tingkat kesehatan dari tanaman.
  • Band 3 berada pada region visible red (cahaya tampak berwarna merah) dengan panjang gelombang 0.63 – 0.69 µm dengan resolusi spasial 30 meter dengan aplikasi untuk absorpsi dari klorofil serta melakukan pengklasifikasian jenis tanaman.
  • Band 4 berada pada region near infrared (inframerah dekat) dengan panjang gelombang 0.76 – 0.90 µm dengan resolusi spasial 30 meter dengan aplikasi untuk pemetaan garis pantai, absorpsi oleh air, dll.
  • Band 5 berada pada region near infrared (inframerah dekat) dengan panjang gelombang 1.55 – 1.75 µm dengan resolusi spasial 30 meter dengan aplikasi untuk pemetaan tanah.
  • Band 6 berada pada region thermal dengan panjang gelombang 10.40– 12.50 µm dengan resolusi spasial 120 meter dengan aplikasi untuk kelembaban tanah.
  • Band 7 berada pada region mid infrared (inframerah menengah) dengan panjang gelombang 2.08 – 2.35 µm dengan resolusi spasial 30 meter dengan aplikasi untuk geologi.
  • Band 8 berada pada region panchromtic (hitam putih) dengan panjang gelombang 0.52 – 0.90 µm dengan resolusi spasial 15 meter dengan aplikasi untuk kartografi.

Ukuran scene : 170 km x 185 km

Sekian pembahasan mengenai satelit Landsat-6, nantikan pembahasan selanjutnya mengenai satelit Landsat-7 serta satelit Landsat-8.

Bisa dilihat juga disini :

Landsat (Bagian-2) | citrasatelit.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s