Membuat Layout di PCI Geomatica (I)

Jika biasanya kebanyakan dari kita yang bergerak di dunia pemetaan menggunakan software ArcGIS untuk membuat layout citra satelit ataupun layout hasil mapping, maka sebenarnya software PCI Geomatica pun bisa melakukan hal tersebut. Bagaimana caranya?, ikuti caranya pada postingan berikut ini.

Langkah pertama, yaitu buka data citra satelit yang akan kita buat layout-nya di software PCI Geomatica pada bagian Focus (saya menggunakan PCI Geomatica v 10.0.3).

Gambar 1. Membuka Data Citra Satelit

Keterangan Gambar 1 :

  1. Pilih software PCI Geomatica (klik dua kali di icon PCI yang terdapat pada desktop komputer);
  2. Setelah itu akan muncul tampilan Geomatica Toolbar, lalu kita pilih pada bagian Focus (area yang dilingkari warna oranye);
  3. Kemudian akan muncul tampilan Geomatica Focus, lalu kita buka data citra satelit yang akan kita buat layout-nya dengan cara pada bagian menu bar Geomatica Focus klik :

File | Open… atau dapat juga dengan cara menekan tombol Ctrl berbarengan dengan huruf O pada keyboard komputer. Setelah itu pilihlah data citra satelit yang berada pada komputer kita untuk ditampilkan pada jendela utama Geomatica Focus.

Pada contoh kali ini, saya menggunakan data contoh dari PCI Geomatica yaitu citra satelit Landsat 7 multispektral dalam bentuk .pix (PCI Files) dengan resolusi spasial 30 meter yang terdapat pada :

C : | Program Files | Geomatica_V100 | Demo | l7_ms.pix

 Catatan :

  • Untuk software PCI Geomatica versi 9 biasanya terdapat di :

C : | Geomatica_V90 | demo | l7_ms.pix

Langkah kedua, setelah data citra satelit berada di jendela tampilan utama Geomatica Focus, klik pada menu bar : View | Map View Mode , untuk menjadikan tampilan data citra satelit menjadi mode map.  Setelah itu tampilan pada jendela tampilan utama Geomatica Focus berubah, dimana terdapat seperti kertas putih dibelakang data citra satelit.

Gambar 2. Tampilan Awal Data Citra Satelit

Keterangan Gambar 2 :

  1. Data citra satelit ketika pertama kali tampil di jendela tampilan utama PCI (tidak seluruh area dari citra satelit terlihat). Untuk melihat keseluruhan dari data citra satelit tersebut, klik pada bagian toolbarZoom to Overview (area yang dilingkari warna merah);
  2. Setelah kita klik pada bagian toolbar Zoom to Overview, maka citra satelit akan tampil secara keseluruhan.
Gambar 3. Tampilan Map View Mode

Keterangan Gambar 3:

  1. Tampilan awal citra satelit ketika berada di jendela tampilan utama Geomatica Focus yaitu Area View Mode (menampilkan kesuluruhan area dari citra satelit). Untuk membuat layout dari citra satelit tersebut kita harus mengubahnya ke dalam bentuk Map View Mode dengan cara klik pada menu bar : View | Map View Mode
  2. Setelah kita memilih tampilan Map View Mode, maka tampilan keseluruhan dari citra satelit akan mengecil, dimana dibagian belakangnya terdapat seperti kertas kosong yang merupakan tempat kita membuat layout dari citra satelit tersebut.

Langkah ketiga, kita aktifkan Surround.

Surround merupakan “fasilitas” di PCI Geomatica yang menyediakan kumpulan elemen berupa grafik yang memberikan sebuah arti bagi sebuah peta, seperti North Arrow, Scale Bar, Grid, dan lain-lain

Gambar 4. Mengaktifkan Surround

Keterangan Gambar 4 :

  1. Untuk mengaktifkan Surround, kita klik pada bagian tab Maps lalu kita klik kanan pada bagian New Area yang terdapat pada Maps tree. Setelah itu pilih Surround …
  2. Setelah kita memilih Surround, akan muncul jendela tampilan Surround yang terdapat berbagai macam pilihan elemen dari Surround seperti Neatline, Border, Grid, Legend, North Arrow, Paragraph, Picture, Scalebar, dan Title.

Sebagai awal, kita akan memberikan elemen Neatline.

Neatline merupakan garis yang terdapat pada bagian terluar dari area citra satelit, kalau di dalam Photoshop kita mengenalnya sebagai stroke atau dapat juga menjadi seperti border

Gambar 5. Neatline

Keterangan Gambar 5 :

Untuk mengaktifkan Neatline, kita tinggal centang pada bagian kiri dari tulisan Neatline (area yang dilingkari warna biru). Setelah itu pada bagian kanan yang awalnya area kosong, akan berubah menjadi tampilan Quick Style dari Neatline (area yang dilingkari warna hijau). Pada area Quick Style akan terdapat 4 pilihan ketebalan garis yang akan melingkupi area dari citra satelit yaitu garis dengan ketebalan 0.1 mm, 0.25 mm, 0.5 mm, serta 0.75 mm.

Sebagai contoh, saya memilih garis dengan ketebalan 0.25 mm atau Quick Style pilihan kedua (klik OK jika telah selesai memilih).

Gambar 6. Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Diberi Elemen Neatline

Untuk pengaturan lebih lanjut, kita bisa klik tombol Properties (lihat area yang dilingkari warna ungu pada Gambar 7).

Gambar 7. Properties

Setelah kita klik tombol Properties, maka akan muncul jendela tampilan Properties dari Neatline.

Gambar 8. Neatline Properties
Gambar 9. Hasil Pengaturan Neatline Properties

Keterangan Gambar 8 dan Gambar 9:

  • Tab General merupakan tab awal yang akan kita temui pada jendela tampilan Neatline Properties. Pada tab ini terdapat pengaturan Style dan Distance From Area. Pada pengaturan Style kita dapat memilih warna dan jenis dari garis yang akan digunakan. Pada contoh ini saya ingin menggunakan warna garis pink dengan jenis garis yang solid (bukan titik atau dot maupun spasi atau dash). Untuk pengaturan lebih lengkap pada bagian Style ini dapat dilakukan dengan cara klik bagian Advanced (terdapat pada bagian Definition – bagian kiri bawah).
  • Pada bagian Distance From Area (area yang dilingkari warna hijau pada Gambar 8), kita dapat mengatur jarak antara garis dengan area terluar dari citra satelit. Pada contoh ini, saya memasukkan angka 10 milimeter dengan tetap mencentang pilihan Keep Equal. Keep Equal ini menjadikan angka yang dimasukkan pada bagian Left, Right, Top, dan Bottom angka tetap sama walaupun kita hanya memasukkan angka itu pada salah satu sisi saja. Jika tidak mencentang pada bagian Keep Equal maka nilai antar sisi bisa kita isi dengan nilai yang berbeda-beda. Dengan jarak yang cukup jauh antara garis dengan area citra satelit, maka Neatline ini menjadi seperti border dari area citra satelit. Sebagai informasi lain, Neatline ini bertindak sebagai pembatas bagi elemen Neatline yang lain seperti North Arrow, Border, Grid, dan lain-lain, sehingga elemen-elemen tersebut tidak dapat ditempatkan melebihi garis batas Neatline tersebut. Hasil dari pengaturan pada Neatline Properties dapat dilihat pada Gambar 9.
  • Kita bisa oprak-oprek dengan 2 tab sisa yang terdapat pada Neatline Properties ini. Tab Position merupakan  tab pengaturan posisi dari garis yang kita buat seandainya area citra satelit tersebut dipindahkan, dirubah skalanya, atau diubah ukurannya. Sedangkan Tab Quick Style sama dengan pemilihan instan style yang kita temui pada jendela tampilan awal Surround (seperti terlihat pada Gambar 7).

Pada postingan kali ini saya akan menggunakan Neatline dengan ketebalan garis 0.25 mm, warna garis hitam, jenis garis solid, serta tidak ada jarak dengan area terluar citra satelit alias Distance From Area bernilai 0 mm.

Elemen kedua dari Surround yang akan kita coba tambahkan pada area citra satelit adalah Grid.

Grid merupakan array yang menunjukkan koordinat dari area citra satelit

Untuk mengaktifkan elemen Grid, kita klik kanan lagi pada New Area pada tab Maps tree (seperti terlihat pada Gambar 4) atau kita klik kanan pada bagian Surround yang telah kita buat sebelumnya (pada pembuatan Neatline).

Gambar 10. Mengaktifkan Kembali Surround

Setelah itu kita centang bagian Grid pada jendela tampilan Surround (lihat Gambar 11).

Gambar 11. Grid

Keterangan Gambar 11 :

  • Untuk mengaktifkan elemen Grid pada Surround, kita klik pada bagian sebelah kiri dari tulisan dan icon Grid (lihat area yang dilingkari warna hijau).
  • Akan tampil pada area sebelah kanan, tampilan Quick Style dari Grid dimana terdapat empat pilihan Quick Style yaitu Georeference Grid, Paper Grid (red), Paper Grid (black), dan Paper Grid (large).
  • Jika kita memilih Quick Style Georeference Grid maka akan ditampilkan koordinat dari area citra satelit (nilai koordinat sesuai dengan sistem proyeksi yang digunakan pada citra satelit tersebut). Pada data citra satelit yang saya gunakan pada contoh ini mempunyai sistem proyeksi UTM, dimana ketika saya mengaktifkan pilihan Quick Style Georeferenced Grid, maka akan tampil nilai koordinat yang mempunyai jarak dengan nilai koordinat lain sejauh 500 meter (lihatGambar 12).
Gambar 12. Georeferenced Grid

Pada Gambar 12 diatas, jarak antar grid terlalu rapat, sehingga kurang enak dilihat oleh mata. Untuk mengurangi kerapatan antar grid tersebut, kita klik kanan pada bagian Grid di tab Maps tree, lalu pilih Properties … untuk mengatur ulang tampilan Grid (lihat Gambar 13).

Gambar 13. Grid Properties

Tab pertama yang akan kita temui pada Grid Properties adalah Tab General.

Gambar 14. Tab General Pada Grid Properties

Pada Tab General (lihat Gambar 14 diatas) saya melakukan pengaturan sebagai berikut :

  • Pada bagian Distance To Neatline (area yang dilingkari warna hijau) saya membiarkannya tetap 0 milimeters, supaya tidak ada jarak antara grid yang dibuat dengan garis terluar dari citra satelit yang kita buat sebelumnya (Neatline). Jika kita menginginkan terdapat jarak antara grid yang kita buat dengan Neatline, kita tinggal mengisikan saja nilainya (ingat ketika kita mencentang tanda Keep equal, maka nilai akan bernilai sama untuk semua sisi, dan jika ingin berbeda nilai tiap sisinya tinggal menghilangkan centang pada bagian Keep equal).
  • Pada bagian Spacing (area yang dilingkari warna merah), saya klik tombol radio Fixed Interval, dengan pilihan Type yaitu Georeferenced. Dengan memilih Type Georeferenced maka grid yang akan dibuat akan berisikan nilai koordinat yang sesuai dengan sistem proyeksi dari citra satelit tersebut (citra satelit ini mempunyai sistem proyeksi UTM). Pada Colum width, saya mengisikan nilai 10000 meter dengan tetap mencentang opsi Keep equal, sehingga nilai Row height juga akan otomatis sama yaitu 10000 meter.  Dengan memberikan nilai tersebut, maka jarak antar nilai koordinat secara vertikal maupun horisontal yaitu 10 000 meter. Klik tombol Apply (area yang dilingkari warna biru), lalu lihat perubahan yang terjadi dari tampilan awal (lihat Gambar 15).
Gambar 15. Kerapatan Grid Berubah

Pada Gambar 15 diatas terlihat bahwa jarak antar nilai koordinat sudah tidak terlalu dibandingkan tampilan awal.

Karena saya kurang suka dengan adanya garis yang terdapat pada area dalam dari citra satelit tersebut, maka saya ingin menghilangkannya dan hanya menyisakan nilai koordinat di sisi luar dari area citra sateli tersebut.

Gambar 16. Tab Layout

Untuk menghilangkan garis yang terdapat pada area di dalam citra satelit, kita klik tab Layout (area yang dilingkari warna hijau), kemudian pada bagian Display (area yang dilingkari warna merah), saya klik pada bagian tombol radio None. Klik Apply (area yang dilingkari warna oranye) dan lihat perubahan yang terjadi.

Gambar 17. Pemilihan Display None di Tab General

Pada Gambar 17 terlihat bahwa sudah tidak ada lagi garis melintang yang terdapat pada area di dalam citra satelit.  Setelah itu saya ingin mengatur agar tulisan nilai koordinat tidak terlalu jauh jaraknya dengan grid yang kita buat.

Gambar 18. Tab Headings

Untuk melakukan pengaturan agar jarak teks nilai koordinat dengan grid yang dibuat tidak terlalu jauh, maka saya klik Tab Headings (area yang dilingkari warna hijau) lalu pada bagian Distance from Grid yang terdapat pada opsi Location And Appearance (area yang dilingkari warna merah), saya isikan nilai 0.5 milimeter (dari nilai awal 2.5 milimeter). Masih pada opsi Location And Appearance, saya tetap mencentang tulisan nilai koordinat pada bagian Top, Right, Left, dan Bottom. Sedangkan pada opsi Type (area yang dilingkari warna biru) saya memilih pilihan pertama yaitu tombol radio Geo Style dengan Format yang pertama. Setelah itu klik Apply (area yang dilingkari warna oranye), maka jarak tulisan nilai koordinat pada grid tidak akan terlalu jauh.

Gambar 19. Perbandingan Tampilan Distance from grid 2.5 mm Dengan 0.5 mm

Pada Tab Label kita dapat melakukan pengaturan dari posisi nilai koordinat.

Gambar 20. Tab Label

Pada pengaturan Tab Label ini saya memilih tombol radio None baik pada opsi Easting Placement maupun Northing Placement, karena saya tidak menginginkan adanya nilai koordinat di area dalam citra satelit. Namun jika seandainya kita ingin menampilkan adanya nilai koordinat pada area dalam citra satelit kita tinggal memilih tombol radio UR (Upper Right – Kanan Atas), LR (Lower Right – Kanan Bawah), LL (Lower Left – Kiri Bawah), atau UL (Upper Left – Kiri Atas) pada bagian opsi Easting Placement maupun Northing Placement Easting Placement maupun Northing Placement.

Pada tab selanjutnya yaitu Tab Position kita dapat melakukan pengaturan posisi awal koordinat serta melakukan update terhadapa posisi grid jika area citra satelit dipindahkan, diubah skalanya, atau diubah ukurannya.

Gambar 21. Tab Position

Sekian dulu postingan kali ini. Postingan berikutnya akan dilanjutkan dengan penambahan elemen lain dari Surround pada area citra satelit seperti border, label, dan lain-lain.

Postingan ini saya share juga disini :

Map Vision – Create Your Vision With a Map

2 thoughts on “Membuat Layout di PCI Geomatica (I)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s