Membuat Layout di PCI Geomatica (II)

Postingan berikut ini merupakan lanjutan dari postingan minggu lalu mengenai pembuatan layout citra satelit menggunakan software PCI Geomatica. Selamat Membaca😀

Setelah minggu kemarin kita bermain-main dengan elemen dari Surround berupa Neatline dan juga Grid, kali ini kita akan berkenalan dengan penggunaan elemen Scale Bar serta North Arrow.

Elemen pertama yang akan kita coba pertama untuk postingan kali ini yaitu North Arrow.

North Arrow  merupakan sebuah gambar/ikon yang menunjukkan (terutama) arah utara dari sebuah area

Gambar 1. Elemen Neatline dan Grid

Namun sebelum kita masuk ke pembuatan elemen North Arrow, kita review sedikit mengenai gambaran terakhir dari pengerjaan kita sebelumnya. Gambar 1 diatas merupakan tampilan terakhir dari pembuatan layout pada postingan minggu lalu, yaitu pemberian elemen Neatline dengan pengaturan tebal garis sebesar 0.25 mm serta tidak ada jarak semua sisi (kiri, kanan, atas, dan bawah) antara garis tersebut dengan area citra satelit (0 mm).

Sedangkan elemen Grid mempunyai pengaturan sebagai berikut :

  • Tidak ada jarak antara pembuatan grid dengan neatline (0 mm). Pengaturan mengenai hal ini dapat dilakukan pada Grid Properties : (Tab) General | Distance To Neatline, dengan membuat nilai untuk bagian LeftRightTopBottom bernilai 0 mm.
  • Jarak antar nilai koordinat secara horisontal (Column width) maupun secara vertikal (Row height) yaitu 10000 meter (citra satelit yang digunakan mempunyai sistem proyeksi UTM). Pengaturan mengenai hal ini dapat dilakukan pada Grid Properties : (Tab) General | Spacing | (pilih tombol radio) Georeferenced | (isikan nilai) Column width dan Row height yaitu 10000 meter.
  • Grid yang dibuat berupa garis tegak lurus saling berpotongan. Untuk melakukan hal tersebut dapat dilakukan pengaturan pada bagian Grid Properties : (Tab) Layout | Display | (pilih tombol radio) Lines.
  • Untuk menampilkan nilai koordinat pada bagian kiri – kanan – atas – bawah pada grid yang kita buat dapat dilakukan pengaturan pada bagian Grid Properties : (Tab) Headings | Location And Appearance | (centang semua) TopRightLeftBottom.
  • Jarak antara nilai koordinat yang ditampilkan dengan garis grid yang kita buat adalah 0.5 milimeter. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan pada bagian Grid Properties : (Tab) Headings | Location And Appearance | Distance from Grid (isi dengan nilai 0.5 milimeters).
  • Karena sebelumnya pada pembuatan grid menggunakan pilihan Georeferenced, maka pada bagian Grid Properties : (Tab) Headings | Type , akan terpilih secara otomatis pada bagian Geo style. Format yang saya gunakan yaitu pilihan awal yang pertama muncul.
  • Agar nilai koordinat hanya tampil pada bagian luar dari area citra satelit, maka pada pengaturan Grid Properties : (Tab) Label | Easting Placement dan Northing Placement memilih tombol radio None.

Setelah kita me-review pengaturan dari elemen Neatline dan Grid, maka kita akan masuk pada pengaturan pembuatan elemen North Arrow. Kita buat elemen North Arrow dengan cara seperti yang saya jelaskan pada postingan sebelumnya yaitu pada bagian (tab) Maps (tree) | New Area | (klik kanan) Surround …

Gambar 2. Mengaktifkan Surround

Setelah itu akan muncul jendela tampilan Surround, kemudian centang pada bagian North Arrow.

Gambar 3. Centang Pilihan North Arrow

Setelah kita mencentang bagian North Arrow maka pada bagian kanan tampilan dari Surround yang awalnya kosong menjadi terdapat berbagai macam pilihan tampilan cepat (Quick Style) dari North Arrow.

Gambar 4. Penggunaan Quick Style North Arrow

Saya coba memilih Quick Style North Arrow nomor 18 (lihat area yang dilingkari warna ungu pada Gambar 4 diatas), setelah itu hasilnya elemen North Arrow tampil di area citra satelit. Namun permasalahannya adalah elemen North Arrow tersebut tampil di bagian samping kanan dari area citra satelit tersebut (lihat area yang dilingkari warna merah pada Gambar 4 diatas). Lazimnya posisi sebuah North Arrow berada di bagian pertengahan bagian bawah dari sebuah area citra satelit (walaupun sebenarnya penempatan dari North Arrow ini tergantung dari selera kita sendiri). Untuk mengubah posisi dari North Arrow ini, kita akan melakukan pengaturan pada bagian North Arrow Properties.

Gambar 5. Perubahan Posisi dari North Arrow

Keterangan Gambar 5

  • Aktifkan kembali elemen dari North Arrow, caranya pada tab Maps (tree) | Surround | North Arrow | (klik kanan) Properties … atau membuat kembali dari awal elemen North Arrow dengan mengaktifkan kembali Surround lalu centang pada bagian North Arrow kemudian klik tombol Properties (lihat area yang dilingkari warna orange).
  • Setelah muncul tampilan North Arrow Properties, kita pilih tab Position (lihat area yang dilingkari warna orange). Pada bagian kanan tampilan (area yang menunjukkan posisi dari area citra satelit beserta posisi dari North Arrow), kita tahan dan drag posisi dari North Arrow dari posisi awal di samping ke posisi pertengahan bawah dari area citra satelit. Setelah itu klik Apply (lihat angka no. 3 pada Gambar 5 diatas) atau OK, lalu lihat perubahannya.
Gambar 6. Hasil Pengaturan Tab Position Pada North Arrow Properties

Gambar 6 diatas menunjukkan hasil pengaturan posisi pada tab posisi di North Arrow Properties, terlihat bahwa posisi North Arrow sudah berada di pertengahan bawah area citra satelit. Untuk pengaturan North Arrow saya cukupkan sekian, namun bagi kawan-kawan yang mau bereksplorasi dapat mencoba-coba tab-tab lain yang terdapata pada North Arrow Properties seperti True North, Magic North, ataupun Grid North.

Eleman kedua yang akan kita pasangkan pada area citra satelit pada postingan kali ini yaitu elemen Scale Bar.

 Scale Bar merupakan suatu gambaran yang menunjukkan perhitungan jarak sebenarnya di permukaan bumi dari sebuah peta

Aktifkan kembali Surround, kemudian kita centang pilihan Scalebar.

Gambar 7. Elemen Scalebar

Keterangan Gambar 7 :

  • Setelah kita centang pilihan Scalebar (lihat area yang dilingkari warna merah), maka akan tampil Quick Style dari elemen Scalebar pada bagian sebelah kanan jendela tampilan Surround. Pada software PCI, kita diberi dua tampilan dari scale bar yaitu Line & Tick serta yang berbentuk Bar.
  • Saya tidak memilih secara langsung tampilan dari Quick Style Scalebar , namun saya melakukan pengaturan terlebih dahulu, dengan cara klik pada bagian tombol Properties.
Gambar 8. Pengaturan Scale bar Properties Pada Tab General

Tampilan pertama yang akan kita temui pada Scale bar Properties adalah tab General. Pada bagian tab General ini merupakan pengaturan label atau title (judul) dari scale bar yang akan kita buat. Pada bagian Show title, saya centang dan isi dengan tulisan Skala 1 : 295 275 (skala pada area citra satelit dapat dilihat dari tulisan di bawah tempat untuk menuliskan title atau judul dari scale bar tersebut (Current scale: 1:295275). Setelah itu pada pengaturan posisi title, saya tempatkan posisinya diatas (Placement | (radio button) Above) scale bar (lihat area yang dilingkari warna ungu). Pada bagian Alignment, saya pilih tombol radio Center (lihat area yang dilingkari warna biru), agar title berada di bagian tengah dari scale bar. Sedangkan pada bagian Distance from scale bar (lihat area yang dilingkari warna orange), saya masukkan nilai 5 milimeters, yang berarti jarak antara title dengan scale bar yaitu 5 milimeter. Jika sudah selesai  klik Apply (lihat area yang dilingkari warna hitam).

Gambar 9. Tab Scale Bar Type

Selanjutnya kita beralih menuju tab Scale Bar Type (lihat area yang dilingkari warna merah).  Pada tab ini diatur mengenai tipe tampilan dari scale bar yaitu Line & Tick dan Bar. Saya memilih untuk menggunakan tipe bar dengan pilihan Double bar (lihat area yang dilingkari warna hijau). Klik Apply (lihat area yang dilingkari warna biru), maka pengaturan untuk tab ini telah selesai.

Selesai dengan tab Scale Bar Type, kali ini akan masuk pada pengaturan tab Division.

Scale bar dipisahkan dalam beberapa bagian pengukuran yang dinamakan dengan Division (divisi)

Gambar 10. Pengaturan Tab Division

Pada Gambar 10 diatas diperlihatkan pengaturan dalam tab Division (lihat area yang dilingkari warna merah). Pada bagian Divisions, saya hilangkan centang pada bagian Automatic divisions, ini supaya saya bisa mengatur jumlah divisi dan jarak antar divisi pada scale bar. Pada bagian Number of divisions saya isikan 3, yang berarti scale bar dibagi menjadi 3 divisi, sedangkan pada bagian Division Size saya isikan nilai  5 Km, yang berarti setiap divisi mempunyai jarak pengukuran sejauh 5 km.

Gambar 11. Divisi

Gambar 11 diatas memperlihatkan secara jelas pengertian dari Division.

Masuk pada pengaturan Headings, pada bagian Placement saya tempatkan tulisan penanda dari jarak (0, 5, dan 10 km) berada di atas dari scale bar. Sedangkan jarak tulisan tersebut dengan scale bar saya atur dengan jarak 0.5 milimeters, yang diatur pada bagian Distance from scale bar (lihat area yang dilingkari warna ungu). Setelah itu klik Apply (lihat area yang dilingkari warna orange), dan hasilnya dapat dilihat pada bagian paling bawah dari Gambar 11.

Hasil yang didapatkan kurang begitu sreg dengan saya, dimana saya tidak menginginkan ada angka lain sebelum angka 0 km, serta tulisan Km hanya berada setelah angka terakhir dan tidak muncul diawal scale bar. Oleh karena itu saya lakukan pengaturan sedikit lagi pada tab Division ini.

Gambar 12. Scalebar Divisions – Advanced

Pada bagian Divisions pada tab Division klik tombol Advanced… (lihat area yang dilingkari warna biru pada Gambar 12 diatas). Setelah itu akan muncul jendela tampilan Scalebar Divisions – Advanced. Pada bagian Place units label at start of scale bar (lihat area yang dilingkari warna hijau), saya hilangkan tanda centangnya, yang dimaksudkan agar tulisan Km pada awal scale bar tidak muncul. Sedangkan pada bagian Place units label at end of scale bar (lihat area yang dilingkari warna biru), saya tetap mencentangnya, agar tulisan Km berada di akhir bagian dari scale bar. Pada bagian Zero is at tick (lihat area yang dilingkari warna orange), saya isi dengan angka 1, yang dimaksudkan agar nilai 0 berada di bagian pertama pada scale bar. Hasil pengaturannya dapat dilihat pada Gambar 13 dibawah ini.

Gambar 13. Tampilan Scale Bar Setelah Pengaturan di Scalebar Divisions – Advanced

Pada Gambar 13 diatas terlihat bahwa, nilai 0 berada di awal scale bar dan tulisan Km hanya muncul di akhir dari scale bar.

Melangkah ke tab selanjutnya yaitu tab Subdivision.

Subdivision merupakan bagian yang membagi bagian dari sebuah Division

Gambar 14. Subdivisions

Gambar 14 diatas memberikan gambaran mengenai pengertian Subdvisions, dimana sebagai contohnya adalah scale bar yang telah saya buat sebelumnya. Pada scale bar yang saya buat, terdapat 3 divisi dengan jarak antar divisi adalah 5 km. Pada divisi ke-1 (lihat bagian yang ditunjukkan oleh garis berwarna orange pada Gambar 14 diatas), dibagi lagi menjadi divisi-divisi yang lebih kecil lagi yang dinamakan dengan subdivisi (subdivisons), seperti yang ditunjukkan oleh bagian yang ditunjukkan oleh garis yang berwarna merah dan hitam pada Gambar 14 diatas. Divisi ke-1 tersebut dibagi oleh 5 subdivisi, sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa jarak antar subdivisi adalah 1 km.

Dari scale bar yang saya buat, saya merasa jumlah subdvisi-nya terlalu banyak sehingga agak kurang sedap dipandang mata. Oleh karena itu saya melakukan pengaturan pada bagian Subdivisions pada tab Subdivision.

Gambar 15. Pengaturan Pada Tab Subdivision

Pada bagian Subdivisions, saya isikan Number of subdivisons yaitu 2 (lihat area yang dilingkari warna hijau). Dengan pengaturan seperti itu saya menginginkan jumlah subdivisi pada divisi ke-1 hanya berjumlah 2, yang berarti jarak antara subdivisi 1 dengan subdivisi ke 2 yaitu 2.5 km, seperti yang ditunjukkan oleh tulisan Subdivison size: 2.500 Km. Sedangkan nilai dari nilai subdivisi-nya sendiri tidak saya tampilkan (pada bagian Headings, saya tidak mencentang bagian Show headings). Hasil dari pengaturan pada bagian tab Subdivision ini bisa dilihat pada Gambar 16 dibawah ini.

Gambar 16. Pengaturan Subdivisi Pada Divisi Ke-1

Kita sendiri jika menginginkan subdivisi itu berada pada pada divisi ke-2 atau divisi ke-3 atau bahkan pada semua divisi yang ada pada, kita bisa melakukan hal tersebut dengan cara klik bagian Advanced di bagian Subdivisions.

Gambar 17. Scalebar Subdivisions Advanced

Setelah di klik tombol Advanced… (lihat area yang dilingkari warna ungu), akan muncul jendela tampilan Scalebar Subdivisions Advanced. Pada bagian Divisions to subdivide (lihat area yang dilingkari warna merah), saya memberikan nilai 3, yang berarti semua divisi pada scale bar saya bagi lagi menjadi 2 subdivisi. Sedangkan pada bagian Starting at divison (lihat area yang dilingkari hijau), saya memberikan nilai 1, yang berarti pemberian subdivisi dimulai dari divisi ke-1. Klik OK (lihat area yang dilingkari warna biru) lalu Apply untuk melihat perubahan yang terjadi.

Gambar 18. Pengaturan Subdivisi Pada Semua Bagian Divisi

Beralih ke tab selanjutnya, yaitu tab Style.

Gambar 19. Tab Style

Pada bagian tab Style, kita bisa mengatur tampilan warna dan tinggi dari scale bar. Kita bisa melakukannya pada bagian Scalebar | Colors (lihat area yang dilingkari warna hijau), untuk mengatur tampilan double bar yang telah dibuat sebelumnya. Saya membiarkan pada keadaan default yaitu berwarna hitam putih. Untuk mengatur tinggi dari scale bar dapat dilakukan pada bagian Scale bar height.

Jika kawan-kawan merasa ingin meninggikan atau merendahkan tinggi dari scale bar yang telah dibuat, tinggal kasih angka sesuai keinginan kita pada bagian Scale bar height tersebut.

Tapi disini saya juga membiarkan tinggi dari scale bar pada keadaan default yaitu setinggi 1 milimeter.

Pada bagian Outline (lihat area yang dilingkari warna ungu), kita dapat mengatur garis luar dari scale bar tersebut, dimana kita tinggal klik tombol Style untuk pengaturan lebih lanjut atau mungkin malah kita tidak ingin menampilkan garis luar tersebut, kita tinggal menghilangkan centang pada bagian Show Outline. Namun disini saya tetap membiarkannya dalam keadaan default yaitu garis luar dari scale bar yang berwarna hitam.

Pada pengaturan Scalebar Properties selanjutnya kita akan mengenal pengaturan posisi pada bagian tab Position.

Gambar 20. Tab Position

Pada bagian tab Position ini, kita dapat mengatur letak dari scale bar. Saya menempatkan posisi dari scale bar berada di posisi tengah bawah dari area citra satelit dan juga di bawah dari elemen North Arrow (lihat area yang dilingkari warna merah). Jika kita ingin menggesernya ke lokasi yang lain, kita tinggal menahan mouse bagian kiri lalu drag ke posisi yang kita inginkan. Pada bagian Updating (lihat area yang dilingkari warna hijau), terdapat pengaturan posisi scale bar dari elemen Neatline jika seandainya Neatline tersebut dipindahkan,  diubah skalanya, serta diubah ukurannya.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan silahkan bereksperimen dengan pengaturan layout area citra satelit ini. Pada postingan berikutnya kita akan berkenalan dengan elemen lainnya seperti Border, lalu kita akan mencoba memasukkan teks dan gambar ke layout.

Postingan ini saya share juga disini :

Map Vision – Create Your Vision With a Map

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s