Membuat Layout di ER Mapper (I)

Spanyol – Juara Piala Eropa 2012

Tidak terasa kita sudah memasuki Bulan Juli, bulan dimana Insya Allah kita akan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan. Di bulan ini pula, pergelaran Piala Eropa telah berakhir satu minggu yang lalu, dimana Spanyol memenangkan perhelatan kali ini dengan memenangkan pertandingan final melawan Italia dengan skor telak 4-0 lewat gol David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, serta Juan Mata. Dengan demikian Spanyol telah memenangkan Piala Eropa ini sebanyak tiga kali, dimana mereka membuat sejarah baru, menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Eropa yang diraih pada gelaran Piala Eropa tahun 2008 di Austria – Swiss.Namun sedikit mundur ke Bulan Mei yang telah lalu, bulan ini menjadi kenangan yang sangat berarti bagi para fans Inter Milan di Indonesia (termasuk saya tentunya :D), dimana untuk pertama kali-nya Javier Zanetti dkk berkunjung ke tanah air tercinta ini, walau di sisi yang lain, Bulan Mei juga merupakan bulan cukup kelabu bagi Inter, karena pada bulan ini pula Inter mengakhiri kompetisi tanpa satu gelar apa pun.

Sedikit review mengenai tur Inter Milan ke negara kita, tur ini menjadi ajang perpisahan bagi dua punggawa senior Inter yaitu Paolo Orlandoni dan juga Ivan Ramiro Cordoba. Orlandoni dan Cordoba memutuskan untuk pensiun dari sepakbola, dan masih belum ada kabar, apakah setelah pensiun mereka berdua akan masuk ke dalam jajaran manajemen atau kepelatihan Inter.

Sebagai bentuk penghormatan klub terhadap loyalitas seorang Cordoba, Strama (panggilan untuk pelatih Inter) mendapuk Cordoba sebagai kapten pada saat Inter menghadapi timnas plus-plus (bukan pijat plus-plus ya … hehehehe :D), padahal pada pertandingan tersebut “Il Capitano” – Javier Zanetti juga bermain sejak menit awal.

Ciao Cordoba
© http://www.inter.it

Kegiatan Inter sendiri selama di Jakarta cukup padat, selain melakoni dua pertandingan lawan Indonesia Selection dan juga timnas Indonesia, Inter memberikan coaching clinic kepada para pemain belia dengan usia antara 6 – 15 tahun. Selain itu Cordoba, Orlandoni, Bedy Moratti (istri Massimo Moratti), Ernesto Paolillo (mantan CEO Inter), serta Franco Combi mengunjungi Panti Rawinala, yang merupakan panti untuk anak dengan kebutuhan khusus.

Angelo Palombo memberikan Coaching Clinic
© http://www.inter.it

Acara selingan juga dilakukan beberapa pemain Inter seperti Javier Zanetti dan Angelo Palombo yang diundang pihak sponsor (dalam hal ini RCTI) pada acara Indonesian Idol, serta duo kiper Inter yaitu Paolo Orlandoni dan Luca Castellazi yang datang pada acara reality show Master Chef 2.

“Il Capitano” di Indonesian Idol
© http://www.inter.it

Paolo Orlandoni di Master Chef 2 – Mama Mia Lezatos
© http://www.inter.it

Semoga kedatangan Inter ini dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan sepakbola Indonesia ke depannya. Dan semoga Inter dapat kembali datang ke Indonesia (ke daerah-daerah lain tentunya akan sangat menarik), serta klub-klub besar Eropa lainnya juga dapat mengagendakan Indonesia sebagai rangkaian tur mereka pada tahun-tahun mendatang.

Oke, cukup sudah tulisan intermezzo mengenai Inter Milan diatas, kali ini saya akan membahas mengenai pembuatan layout data citra satelit di software ER Mapper. Pada postingan sebelum-sebelumnya saya pernah memberikan semacam tutorial bagaimana membuat sebuah layout data citra satelit menggunakan software PCI Geomatica, nah pada postingan kali ini saya akan membahas bagaimana membuat layout data citra satelit menggunakan software ER Mapper. Bagaimana caranya?, ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :

1). Buka software ER Mapper (disini saya menggunakan software ER Mapper versi 6.4).

Gambar 1. Ikon Software ER Mapper versi 6.4

2). Buka data citra satelit yang akan dibuat layout-nya, dengan cara klik pada bagian menu bar :

File | Open…

Gambar 2. Membuka Data Citra Satelit Melalui Menu Bar

Atau kita dapat melakukannya dengan cara klik ikon Open pada bagian toolbar.

Gambar 3. Membuka Data Citra Satelit Melalui Tool Bar

Sebagai contoh, saya memakai data yang telah disertakan oleh software ER Mapper, yaitu data citra satelit Landsat dengan nama file : Landsat_TM_23Apr85.ers , yang terletak pada direktori :

 C | ERMapper64 | examples | Shared_Data | Landsat_TM_23Apr85.ers

Catatan :

a). Saya meng-install software ER Mapper pada direktori C

b). Data contoh citra satelit tersebut akan ada, jika pada proses instalasi kita memilih pilihan Full pada saat pilihan Instalation Type.

Gambar 4. Tampilan Data Citra Satelit Landsat_TM_23Apr85.ers

3).  Tahapan selanjutnya, kita akan melakukan pengaturan dari halaman yang nantinya akan diisi berbagai elemen-elemen yang biasa terdapat pada sebuah layout citra satelit atau layout hasil mapping, seperi scale bar, north arrow, title, grid, dan lain-lain. Caranya klik pada bagian menu bar : File | Page Setup…

Gambar 5. Page Setup…

4). Setelah itu akan muncul jendela tampilan pengaturan halaman (Page Setup).

Gambar 6. Jendela Tampilan Page Setup

Hal pertama yang dapat kita atur adalah pengaturan warna latar (background color) dari warna default (awal) yang berwarna hitam menjadi warna putih. Warna putih sendiri merupakan warna umum yang banyak digunakan sebagai warna latar dari pembuatan layout dari sebuah data citra satelit atau layout dari hasil mapping. Untuk melakukan pergantian warna latar tersebut dapat dilakukan dengan cara klik pada bagian Set Color … pada bagian Background Color:, lalu pilih warna putih sebagai warna pengganti (untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7 dibawah ini).

Gambar 7. Mengubah Warna Latar

5). Perhatikan pada gambar preview data citra satelit yang terdapat pada jendela tampilan Page Setup. Gambar preview tersebut merupakan gambaran hasil dari pengaturan layout yang kita lakukan pada jendela tampilan Page Setup. Pada gambar preview tersebut terlihat tidak ada ruang kosong sama sekali untuk melakukan penempatan berbagai elemen-elemen pada sebuah layout seperti scale bar, grid, north arrow, dan lain-lain, dikarenakan seluruh area halaman dipenuhi oleh gambar data citra satelit. Oleh karena itu kita ubah pilihan pada bagian Constraints, dari pilihan awal Fixed Page: Extents from Zoom menjadi Auto Vary: Borders.

Keterangan :

  • Pilihan Fixed Page : Extents from Zoom pada bagian Constraints menampilkan data citra satelit sesuai apa yang tampil pada jendela tampilan utama ER Mapper.

 

Sebagai contoh penggunaan pilihan Fixed Page : Extents from Zoom, coba zoom data citra satelit pada area tertentu. Maka perhatikan, bahwa gambar preview pada jendela tampilan Page Setup akan berubah.

Gambar 8. Fixed Page: Extents from Zoom

Sedangkan pilihan Auto Vary : Borders, akan memberikan jarak antara data citra satelit dengan  sebuah area yang dimana pada area tersebut kita dapat meletakkan berbagai elemen dalam sebuah layout.  Pilihan lain pada bagian Constraints yaitu Auto Vary : Page, dimana pada pilihan tersebut, seluruh area dari citra satelit akan ditampilkan, sehingga ukuran dari halaman akan menyesuaikan dengan skala tampilan dari citra satelit tersebut. Sedangkan pada pilihan Auto Vary : Scale, skala tampilan dari data citra satelit akan mengikuti ukuran dari halaman yang akan digunakan (kebalikan dari pilihan Auto Vary : Page).

Pada kesempatan kali ini, saya memilih opsi Auto Vary : Borders pada bagian Constraints, dengan ukuran kertas yaitu ukuran A3 : 297 mm x 420 mm (width x height). Setelah itu saya menempatkan data citra satelit di tengah-tengah area halaman dengan cara klik tombol  Horz Center dan Ver Center (lebih lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 9 dibawah ini).

Gambar 9. Pengaturan Layout

6). Jika telah selesai melakukan pengaturan, klik tombol OK, dan hasilnya akan dapat dilihat pada jendela tampilan utama ER Mapper.

Gambar 10. Hasil Pengaturan Layout

7). Langkah selanjutnya, kita akan memasukkan berbagai elemen dari sebuah layout seperti grid, north arrow, scale bar, dan lain-lain. Caranya, pertama kita klik Edit Algorithm pada bagian toolbar  ER Mapper.

Gambar 11. Edit Algorithm

Setelah itu akan tampil tempat pengaturan Algorithm dari data citra satelit yang tampil pada jendela utama ER Mapper. Kemudian selanjutnya kita klik tombol Edit lalu pilih : Add Vector Layer | Annotation/Map Composition.

Gambar 12. Map Composition

Sesudah kita memilih Annotation/Map Composition, maka akan muncul Annotation Layer. Kemudian pada Annotation Layer tersebut kita klik Annotate Vector Layer (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 13), dimana setelah kita klik Annotate Vector Layer akan muncul toolbars buttons, lalu pada toolbars buttons tersebut kita klik tombol Map Rectangle (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 13).

Gambar 13. Map Rectangle

8). Kita akan menemui dua dialog box setelah kita klik tombol Map Rectangle yaitu dialog box Map Object Select dan Map Object Attributes. Pada bagian dialog box Map Object Select terdapat berbagai elemen yang dapat kita masukkan pada layout data citra satelit. Elemen pertama yang coba kita masukkan pada layout yang hendak kita buat adalah elemen grid. Caranya, kita pilih Grid pada drop down list dari Category (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 14). Terdapat tiga pilihan pada kategori Grid ini yaitu EN, EN – feet, LL. Pilihan EN dan EN – feet dipilih jika kita menginginkan nilai koordinat yang tampil dari grid tersebut adalah dalam sistem proyeksi UTM, sedangkan LL dipilih jika  kita menginginkan nilai koordinat yang tampil dari grid tersebut adalah dalam sistem proyeksi Geodetik (Latitude – Longitude). Pada contoh ini, saya memilih pilihan EN, karena data citra satelit pada contoh ini mempunyai sistem proyeksi UTM (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 14).

Gambar 14. Grid

9). Untuk memasukkan elemen grid dengan pilihan EN yang telah dipilih sebelumnya pada layout data citra satelit, kita klik pada bagian kiri mouse lalu tahan serta drag ke arah jendela tampilan data citra satelit (lihat pada Gambar 15).

Gambar 15. Memasukkan Elemen Grid

10). Pengaturan tampilan grid pada data citra satelit dapat dilakukan pada dialog box Map Object Attributes.

Gambar 16. Pengaturan Elemen Grid

Keterangan :

1). Pastikan tidak mencentang pada bagian Fast Preview. Dengan tidak mencentang bagian Fast Preview, kita dapat melihat grid pada jendela tampilan data citra satelit serta perubahan yang terjadi ketika kita melakukan pengaturan pada grid tersebut.

2). Pada bagian Color:, saya memilih warna default yaitu warna hitam. Jika ingin merubah warna grid, kita tinggal klik tombol Set Color … , lalu pilih warna grid yang kita inginkan.

3). Pada bagian Grid Style:, saya memilih pilihan FullGrid. Dengan memilih pilihan ini, maka garis grid akan terlihat secara vertikal maupun horisontal pada setiap nilai koordinat. Terdapat pilihan lain seperti TickPoints, Both, dan None. Pada pilihan TickPoints, hanya ditampilkan seperti sebuah titik pada bagian pertemuan antara nilai koordinat pada bagian horisontal (Eastings) dengan nilai koordinat pada bagian vertikal (Northings). Pada pilihan Both akan ditampilkan perpaduan antara FullGrid dengan TickPoints. Sedangkan pada pilihan terakhir yaitu None, tidak terdapat garis melintang atau titik pada bagian pertemuan dan hanya terdapat garis pada bagian terluar yang berperan sebagai pembatas antara nilai koordinat dengan data citra satelit.

4). Pada bagian Grid Spacing X:, saya memilih pilihan 10,000 metres (10 km). Dengan pilihan tersebut saya hanya menampilkan nilai koordinat pada koordinat X atau pada nilai koordinat Easting setiap jarak 10 km.

Gambar 17. Pengaturan Grid Spacing X

5). Pada bagian Grid Spacing Y:, saya memilih pilihan 10,000 metres (10 km). Dengan pilihan tersebut saya hanya menampilkan nilai koordinat pada koordinat Y atau pada nilai koordinat Northing setiap jarak 10 km.

Gambar 18. Pengaturan Grid Spacing Y

6). Pada bagian Border Type:, saya memilih pilihan Border. Dengan pilihan tersebut, garis terluar yang membatasi nilai koordinat dengan data citra satelit berupa garis dengan nilai ketebalan tertentu. Terdapat berbagai pilihan lain pada bagian Border Type ini seperi Ticks, Border Ticks, Checks, Checks Ticks, None.

Gambar 19. Pengaturan Elemen Grid (2)

Selanjutnya kita akan mengatur tata letak dari nilai koordinat.

Keterangan :

7). Pada bagian Clip, pilih radio button No. Clip ini berfungsi sebagai pemotong pada bagian yang kita ingin potong pada data citra satelit.

8). Karena kita memilih opsi No pada bagian Clip, maka kita tidak perlu melakukan pengaturan warna pada bagian ini.

9). Pada bagian Labels At Left, kita pilih radio button Yes. Dengan memilih opsi Yes tersebut, maka nilai koordinat pada bagian kiri (atau arah barat) dari data citra satelit akan ditampilkan.

10). Pada bagian Left Orientation, terdapat empat pilihan yaitu Horizontal Right, Horizontal Left, Vertical Up, dan Vertical Down. Pilihan Horizontal Right menampilkan nilai koordinat secara horisontal dengan huruf awal berada di ujung kiri tulisan dan huruf terakhir berada di ujung kanan tulisan, sedangkan pilihan Horizontal Left kebalikannya, yaitu huruf awal berada di ujung kanan tulisan sedangkan huruf terakhir berada di ujung kiri tulisan (boleh dibilang seperti flip tulisan secara vertikal dan horisontal). Pilihan Vertical Up menampilkan nilai koordinat secara vertikal, dimana huruf awal berada di ujung bawah tulisan, dan huruf terakhir berada pada ujung atas tulisan, sedangkan pilihan Vertical Down menampilkan nilai koordinat secara vertikal, dimana huruf awal berada di ujung atas tulisan, dan huruf terakhir berada pada ujung bawah tulisan.

Gambar 20. Pengaturan Label Orientation

11). Pada bagian Left Label Positioning, terdapat tiga pilihan yaitu Above, Center, dan Below. Pilihan Above menampilkan nilai koordinat diatas garis grid, sedangkan Center pada pertengahan garis grid, dan Below dibawah garis grid.

Gambar 21. Pengaturan Left Label Positioning
(Perhatikan Posisi Tulisan Nilai Koordinat dengan Garis Mendatar)

12). Pada bagian Left Label Justification, terdapat tiga pilihan yaitu Left, Center, dan Right. Sejauh yang saya coba tidak memberikan efek pada tata letak nilai koordinat.

13). Pada bagian Labels At Top, kita bisa menampilkan nilai koordinat di bagian atas data citra satelit (atau bagian utara) dengan memilih radio button Yes, dan jika kita tidak menginginkan adanya nilai koordinat pada bagian atas data citra satelit tinggal memilih radio button No. Pada pengaturan tata letak nilai koordinat pada bagian atas data citra satelit ini sama dengan pengaturan pada bagian sebelumnya yaitu pada bagian Labels At Left.

14). Pada bagian Labels At Right, kita bisa menampilkan nilai koordinat di bagian kanan data citra satelit (atau bagian timur) dengan memilih radio button Yes, dan jika kita tidak menginginkan adanya nilai koordinat pada bagian kanan data citra satelit tinggal memilih radio button No. Pada pengaturan tata letak nilai koordinat pada bagian kanan data citra satelit ini sama dengan pengaturan pada bagian sebelumnya yaitu pada bagian Labels At Left dan Labels At Top.

Gambar 22. Pengaturan Elemen Grid (3)

Terakhir dalam pengaturan elemen grid ini, kita akan mengatur  tampilan font, garis grid, dan lain-lain.

Keterangan :

15). Pada bagian Labels At Bottom, kita bisa menampilkan nilai koordinat di bagian bawah data citra satelit (atau bagian selatan) dengan memilih radio button Yes, dan jika kita tidak menginginkan adanya nilai koordinat pada bagian bawah data citra satelit tinggal memilih radio button No. Pada pengaturan tata letak nilai koordinat pada bagian bawah data citra satelit ini sama dengan pengaturan pada bagian sebelumnya yaitu pada bagian Labels At Left, Labels At Top, dan Labels At Right.

16). Pada bagian Labels Font, kita bisa memilih jenis font yang ingin digunakan pada tampilan nilai koordinat.

17).  Pada bagian Min Labels Point Size, kita dapat melakukan pengaturan ukuran font dari label koordinat. Ukuran font ini akan terlihat sesuai ukurannya, jika kita zoom ke label koordinat tersebut.

Gambar 23. Perbandingan Ukuran Font

18). Pada bagian Max Labels Point Size, pengaturan ukuran font ini ditujukkan ketika layout di zoom out atau ketika tampilan layout disajikan sesuai ukuran aktualnya. Sebagai contoh, coba masukkan nilai 30 sebagai ukuran Max Labels Point Size dan bandingkan dengan ukuran Min Labels Point Size dengan nilai 16 (coba zoom out dan zoom in tampilan layout tersebut).

19). Untuk nilai Check Width, biarkan saja nilainya sesuai nilai default yang diberikan (5).

20). Pengaturan jarak antara label koordinat dengan grid diatur pada bagian Label Spacing.

Gambar 24. Perbedaan Nilai Label Spacing

21). Pada bagian Tick Length, ketika kita isikan nilai berapapun tidak akan mempunyai pengaruh apapun dengan tampilan layout, karena kita menggunakan grid yang pengaturan jaraknya sesuai dengan nilai koordinat yang telah diatur sebelumnya.

22). Sama dengan bagian Tick Length, pada bagian Tick Line Width, ketika kita isikan nilai berapapun tidak mempengaruhi tampilan layout (karena alasan yang sama dengan bagian Tick Length).

23). Grid Line Width merupakan bagian untuk mengatur seberapa tebal (atau lebar) garis grid.

Gambar 25. Perbedaan Nilai Grid Line Width

24). Bagian terakhir yaitu XXXooo Disable, pada bagian ini juga tidak mempengaruhi tampilan layout, baik kita memilih tombol radio Yes atau No.

Pembahasan mengenai pembuatan layout ER Mapper bagian pertama ini, saya cukupkan sekian dulu. Nantikan pembahasan selanjutnya mengenai pembuatan layout di ER Mapper, dan jangan lupa save hasil kerjaan kita dalam format .erv (format data vektor di ER Mapper), dengan cara klik ikon disket pada bagian kotak dialog toolbar Annonate Vector Layer.

Gambar 26. Menyimpan Hasil Pekerjaan

Simpan juga hasil pekerjaan kita dalam format data .alg (ER Mapper Algorithm), agar kita tidak perlu mengatur ulang Page Setup (yang diterangkan pada langkah 3 sampai dengan langkah ke 5), dengan cara yang dapat dilihat pada Gambar 27 dibawah ini :

Gambar 27. Menyimpan Hasil Pekerjaan dalam Format Data ER Mapper Algorithm (.alg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s