Kismis (Bagian II)

Jokowi – Ahok Pemenang Putaran Pertama PILKADA DKI JAKARTA
© politik.kompasiana.com

Pesta demokrasi warga Jakarta telah digelar tanggal 11 Juli 2012 yang lalu. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta dihelat dengan menghadirkan 6 (enam) pasangan kandidat, dengan dua pasangan merupakan pasangan independen alias tidak diusung partai yaitu pasangan Faisal Basri – Biem Triani Benjamin (Biem), serta pasangan Hendardji Soepandji (Hendardji) – Riza Patria (Riza) , sedangkan sisanya diusung oleh berbagai partai, seperti pasangan Joko Widodo (Jokowi) dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh PDI Perjuangan serta Gerindra, kemudian pasangan Alex Noerdin (Alex) – Nono Sampoerno (Nono) oleh Golkar, PPP. serta beberapa partai pendukung lainnya, lalu ada pasangan Hidayat Nur Wahid dengan Didik J. Rachbini (Didik) yang diusung PKS, serta terakhir pasangan Gubernur DKI Jakarta incumbent yaitu Fauzi Bowo (Foke) dengan Nachrowi Ramli (Nara) yang dijagokan oleh Partai Demokrat, PAN, PKB, dan beberapa partai pendukung lainnya. Dengan adanya metode quick count (hitung cepat) yang beberapa tahun terakhir sering digunakan dalam berbagai pemilu yang bertujuan untuk mengetahui  secara cepat kemungkinan hasil pemungutan suara, maka pasangan siapa yang mendapat suara terbanyak dari warga Jakarta telah diketahui hanya beberapa jam setelah pemungutan suara usai. Hasil hitung cepat itu sendiri memberikan hasil yang tidak terduga, dimana pasangan Jokowi dan Ahok mampu mengungguli pasangan Foke dan Nara yang sebelumnya banyak diprediksi bakalan menjadi pasangan yang mendapatkan suara terbanyak, setelah banyak survei yang mengunggulkan gubernur incumbent tersebut. Jokowi dan Ahok mendapat presentase sekitar 42 sampai 43 persen sedangkan Foke – Nara mendapatkan 34%, sedangkan sisanya yaitu Hidayat Nur Wahid – Didik (11%), Faisal Basri – Biem (4% – 5%), Alex – Nono (4%), serta terakhir Hendardji – Riza (1%). Berdasarkan hitung cepat tersebut, maka akan digelar putaran kedua karena tidak ada satu pasangan pun yang mendapatkan suara minimal 50% + 1, walaupun sebenarnya hal ini masih diperdebatkan karena terjadinya dualisme hukum dalam pilkada ini, dimana terdapat beberapa pasal dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa pasangan yang mendapatkan suara lebih dari 30 persen maka pasangan tersebut merupakan pemenang dari PILKADA tersebut, namun disisi lain terdapat pasal yang menyatakan bahwa PILKADA harus digelar kembali jika tidak ada pasangan yang mendapatkan suara minimal 50% + 1. Namun kemungkinan besar pasal yang akan digunakan adalah pasal yang terakhir disebutkan pada paragraf sebelumnya, sehingga jika terjadi PILKADA putaran kedua maka pasangan yang berhak maju ke putaran kedua adalah dua pasangan teratas yang mendapatkan suara terbanyak yaitu pasangan Jokowi-Ahok dan Foke-Nara.  Dan secara resmi kemarin (tanggal 19 Juli 2012) KPUD DKI Jakarta mengumumkan hasil rekapitulasi suara, dimana hasilnya sesuai dengan kebanyakan hasil hitung cepat beberapa lembaga survey yang memenangkan pasangan Jokowi dan Ahok. Menurut hasil rekapitulasi suara, pasangan Jokowi dan Ahok mendapat 1.847.157 suara atau 42,60%, sedangkan pasangan yang mendapatkan hasil terbesar kedua yaitu pasangan FokeNara dengan jumlah 1.476.648 suara atau mendapatkan presentase sekitar 34,05%, dan sisa pasangan lainnya mendapatkan hasil sebagai berikut : Hidayat – Didik (508.113 suara atau 11,72%), Faisal – Biem (215.935 suara atau 4,98%), Alex – Nono (202.643 suara atau 4,67%), serta pasangan terakhir yaitu pasangan Hendardji – Riza yang mendapatkan 85.990 suara atau sekitar 1,98%. Dengan demikian, jika tidak ada aral melintang, maka pada tanggal 20 September 2012 nanti akan digelar PILKADA DKI Jakarta putaran kedua. Nah sembari menunggu putaran kedua tersebut, tidak ada salahnya kita mengupas kembali mengenai “si buah imut” kismis, yang pernah saya posting juga sebelumnya disini (Kismis – Bagian I).

Pada postingan sebelumnya, saya membahas mengenai asal-usul buah kismis beserta bagaimana cara membuat buah tersebut, sedangkan pada postingan kali ini, saya akan mengulas manfaat kismis terhadap kesehatan gigi dan gusi kita.

Mungkin banyak dari kita yang akan mempertanyakan manfaat kismis terhadap kesehatan gigi dan gusi,  mengingat kismis merupakan buah manis (alias banyak mengandung gula) yang seringkali lengket di gigi, dimana telah banyak diketahui bahwa gula ikut ambil bagian dalam kerusakan yang terjadi pada gigi kita.

Bagaimana proses terjadinya gigi berlubang?

  • Gula dan Bakteri – Duo Maut Penyebab Gigi Berlubang

Duet Mario Balotelli dengan Antonio Cassano di tim nasional Italia pada gelaran Piala Eropa 2012 kemarin, merupakan salah satu duo maut yang sering menjebol jala gawang lawan, begitu juga kombinasi antara gula dan bakteri merupakan kombinasi duo maut yang dapat “menjebol” gigi kita. Berawal dari makanan yang mengandung gula yang kita makan (terutama sukrosa), glikoprotein1) yang lengket akan “tinggal” pada gigi kita dan akan mulai menyebabkan plak, nah dan ternyata juga pada glikoprotein tersebut ikut serta banyak sekali bakteri (jadi urutannya seperti ini : gigi “ditumpangin” glikoprotein, glikoprotein “ditumpangin” oleh bakteri). Jumlah bakteri akan semakin banyak, jika kita secara terus-terusan memakan makanan yang banyak mengandung gula (sukrosa). Dengan jumlah bakteri yang semakin banyak tersebut akan menekan konsentrasi flouride2) dan sistem penyangga (buffer) dari mulut kita yaitu saliva alias ludah menjadi menurun. Kondisi mulut dan gigi kita yang sebenarnya basa karena ditopang sistem penyangga (ludah), akan menjadi asam, karena sebelumnya si bakteri telah “melumpuhkan” sistem penyangga tersebut. Dalam keadaan “negeri” gigi dan mulut yang telah menjadi asam oleh kelakuan si bakteri tersebut, maka email3) gigi pun akan berlubang karena keadaan asam tersebut mampu menghancurkan zat kapur yang dimiliki oleh email gigi. Lubang akan semakin membesar jika keadaan chaos yang terjadi pada gigi dan mulut tersebut tidak segera diatasi.

Email Gigi Berlubang Akibat Kombinasi Maut Gula dan Bakteri
© magahaya.com

Keterangan :

1).Glikoprotein menurut Wikipedia adalah suatu protein yang mengandung rantai oligosakarida yang mengikat glikan dengan ikatan kovalen pada rantai polipeptida bagian samping. Struktur ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain.

2). Flouride yang berasal dari kata flour merupakan bahan alami yang banyak ditemui pada tanaman dan binatang dan berupa ion flourine pada jaringan hidup yang bermineralisasi seperti pada email gigi.

3). Email atau Enamel merupakan bagian terluar dan terkeras dari struktur gigi. Merupakan bagian terkeras karena bagian email ini tersusun dari berbagai macam mineral, dimana mineral utamanya adalah kalsium fosfat yang terkristalisasi. Email mempunyai permukaan yang licin namun sisa makanan masih bisa nempel karena adanya plak yang menempel pada permukaan email (dimana proses terjadinya plak telah dibahas sebelumnya). Walau merupakan jaringan hidup akan tetapi email ini tidak dapat membentuk jaringan baru jika sudah terjadi kerusakan (misalnya seperti email yang berlubang akibat hancurnya zat kapur yang ada dalam email oleh asam yang dihasilkan bakteri), sehingga jika sudah terjadi kerusakan maka kita hanya bisa menambalnya saja.

Berikut ini ada 2 (dua) video yang bersumber dari YouTube yang dapat memudahkan kita untuk mengerti mengenai proses terjadinya gigi berlubang.

  • Streptococcus Mutans

Dari bakteri-bakteri yang “numpang” pada glikoprotein, maka bakteri Streptococcus Mutans merupakan bakteri yang paling ahli dalam urusan “menjebol” gigi kita. Bakteri ini penuntas dari pekerjaan yang telah dirintis oleh gula (sukrosa) dalam usaha memulai merusak gigi kita. Kenapa bakteri ini sangat ahli?, jawabannya karena bakteri ini memiliki sifat asidogenik alias bisa menghasilkan asam kemudian mempunyai sifat asidodurik (dapat bertahan dalam lingkungan asam), maka tidak salah jika kita dapat menyematkan bakteri ini sebagai bakteri yang paling komplet kemampuannya dalam merusak gigi kita.

Streptococcus Mutans – Pembuat Chaos Gigi
© glogster.com

Berdasarkan penjelasan diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa kadar gula yang tinggi mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gigi berlubang. Lalu apakah kismis juga begitu?mengingat si kismis ini mempunyai kadar gula yang cukup tinggi juga. Dan eng…..ing….eng, ternyata si kismis ini malah bisa mencegah gigi berlubang alih-alih membuat gigi kita berlubang. Kok bisa?, hal itu berdasarkan penelitan dari Christine D. Wu dari Universitas Illinois, Chicago – USA, dimana ternyata si kismis ini mempunyai senyawa yang bernama Oleanolic Acid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus Mutans yang telah dijabarkan sebelumnya mempunyai keahlian khusus melubangi gigi kita (serta beberapa bakteri lain yang merusak gigi kita). Selain itu dalam kismis juga terdapat fitokimia yang mampu mencegah kerusakan pada gigi dan gusi (fitokimia merupakan komponen antioksidan alami yang sering ditemukan pada tumbuhan).

Christine D. Wu – Sang Peneliti Kismis
© dentistry.uic.edu

Dengan memakan kismis secara rutin serta dalam kadar yang cukup merupakan salah satu upaya kita dalam mencegah gigi berlubang dan penyakit-penyakit lanjutan yang bisa terjadi akibat gigi berlubang seperti penyakit jantung, yang dimana salah satunya diakibatkan oleh mendaratnya bakteri perusak gigi seperti Streptococcus Mutans pada organ tubuh seperi jantung.

Selain memakan kismis sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap terjadinya gigi berlubang, kita pun harus dapat mengubah kebiasaan-kebiasaan kita yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Tinggalkan kebiasaan sering memakan makanan yang mempunyai kadar gula tinggi, kemudian kebiasaan meminum minuman bersoda dalam frekuensi yang sering, karena minuman bersoda mempunyai kadar gula dan asam yang cukup tinggi, selain itu gunakan sedotan ketika meminum minuman bersoda agar minuman tersebut tidak langsung “mengisi” seluruh isi mulut dan gigi kita. Upayakan juga minimal menggosok gigi dua kali sehari agar sisa makanan yang menempel pada email kita dapat segera dimusnahkan.

Sekian postingan kali ini, semoga selalu bermanfaat dan nantikan tulisan mengenai manfaat-manfaat lain dari “si buah imut” kismis ini pada postingan-postingan mendatang. Have a nice weekend dan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan bagi kaum muslim se-tanah air dan seluruh dunia yang menjalankannya.

Tulisan ini dapat dibaca juga disini : Kue Teh Nunung – Cake Specialist

Referensi :

http://dentistrymolar.wordpress.com/2010/04/16/proses-gigi-berlubang-karies/

http://health.kompas.com/read/2012/05/10/17022744/3.Penyebab.Utama.Gigi.Berlubang

http://id.wikipedia.org/wiki/Glikoprotein

http://kesehatan.kompas.com/read/2008/08/03/21305263/manisnya.kismis.sehatkan.gigi

http://www.infogigi.com/498/proses-terjadinya-lubang-di-gigi.html

http://www.kellek.co.cc/2010/10/5-kebiasaan-buruk-yang-bikin-gigi.html

http://www.magahaya.com/2011/12/email-bagian-terkeras-gigi/

http://www.tanyapepsodent.com/fluoride-1

Streptococcus mutansSi Plak Dimana-mana (Ari Widya Nugraha – Fakultas Farmasi USD Yogyakarta)

TAMIS – Tapai Kismis

Eksotik Kismis – Paduan Coklat dan Kismis yang Lezat dan Sehat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s