True Color Citra Satelit Landsat di Global Mapper

Lucas Rodrigues Moura da Silva
© solopos.com

Mungkin sebagian besar dari para interisti (termasuk saya) bertanya-tanya tentang salah satu buruan utama dari Inter sekarang ini yaitu Lucas Moura, karena dari musim kemarin tidak pernah terdengar nama pemain ini menjadi salah satu buruan Inter. Apalagi ditambah sang big boss, Massimo Moratti, sangat ngebet mendapatkan servis pemain tim nasional Brasil yang saat ini sedang berlaga di Olimpiade London 2012. Masuknya Manchester United dan Real Madrid, dan belakangan santer terdengar Chelsea yang ikut dalam perburuan, semakin menambah penasaran akan kemampuan pemain yang banyak dikatakan oleh beberapa kalangan mempunyai bakat yang lebih keren dibandingkan Neymar.

Lucas Moura di Sao Paulo
© duniasoccer.com

Berdasarkan informasi yang bersebaran di internet, Lucas Moura saat ini bermain untuk klub Sao Paulo (Brasil) sejak tahun 2010 (tim senior) dengan catatan 59 kali tampil serta mencetak 14 gol, dan menempati posisi gelandang menyerang atau dapat juga sebagai sayap kanan. Sebelum masuk tim senor Sao Paulo, Lucas sempat  bergabung dengan tim junior Juventus (bukan klub Juventus asal Italia tapi klub asal Brasil) dari tahun 1999 – 2002, kemudian berlabuh di tim junior Corinthians, sebelum akhirnya pada tahun 2005 sampai 2010 masuk pada tim junior Sao Paulo. Di level tim nasional sendiri, Lucas sudah menjadi langganan tim nasional Brasil berbagai jenjang umur, mulai dari U-17 sampai ke tim nasional senior, dimana pada jenjang umur U-20, dia membawa Brasil pada tahun 2011 menjadi juara Piala Amerika U-20 dan mencetak hattrick untuk ikut berperan dalam memukul Urugay 6-0 di partai puncak. Penampilan memukaunya di ajang tersebut membuat dirinya diganjar penghargaan sebagai Best Midfielder (Gelandang Terbaik) pada ajang tersebut. Debut untuk tim nasional senior sendiri, dia lakukan ketika Brasil berjumpa Skotlandia pada tanggal 27 Maret 2011. Dan saat ini, Lucas Moura tergabung dalam tim nasional Brasil yang sedang berlaga di ajang Olimpiade London 2012.

Untuk mengetahui skill dari sang pemain ini sendiri, kita dapat mencari dan melihatnya di YouTube, seperti salah satu video yang ada dibawah ini.

Menurut saya sendiri, skill pemain yang akan berusia 20 tahun pada 13 Agustus mendatang ini memang sangat ajib. Speed kenceng, ngotot, tendangan juga lumayan gledek, dan kemampuan olah bola untuk melewati lawan juga sangat keren. Menyisir pertahanan sebelah kiri lawan (alias berposisi pada sayap kanan), dan terkadang masuk ke area tengah pertahanan lawan, mengingatkan sosok Lucas ini dengan sosok Cristiano Ronaldo yang juga terkadang berposisi menjadi pemain sayap kanan, cuman bedanya Lucas lebih pendek dibandingkan Cristiano Ronaldo (tinggi Lucas “hanya” 173 cm).

Kalau melihat dari berbagai video yang ada di YouTube sendiri, memang tidak salah Moratti begitu ngebet sama pemain yang satu ini, walau untuk mendatangkan pemain yang satu ini bukan perkara yang mudah dan murah, mengingat masuknya klub-klub besar Eropa lain akan otomatis meningkatkan harga jual sang pemain. Kabar terakhir bahkan mengatakan Lucas lebih dekat untuk bergabung dengan MU, karena pihak MU berani memberikan tawaran yang lebih besar dibandingkan penawaran resmi yang telah dilayangkan pihak Inter maupun Real Madrid. Namun sebelum ada kepastian hitam diatas putih, saya sebagai interisti berharap pemain ini dapat bermain untuk Inter pada musim ini, dan mengikuti jejak sukses senior-seniornya di Inter seperti Maicon ataupun Julio Cesar.

Lucas Moura in Inter? Hopefully

Sekarang kita beralih pada topik utama kita yaitu bagaimana membuat true color (warna sebenarnya dalam artian warna objek yang terdapat pada citra satelit sama dengan warna pada sebuah objek yang terlihat oleh mata manusia, atau pada citra satelit resolusi tinggi lebih dikenal dengan terminologi natural color – warna natural) citra satelit di Global Mapper, dimana pada postingan kali ini saya akan menggunakan data citra satelit Landsat 7 SLC ON (tanpa stripping alias tidak bolong-bolong). Langkah-langkah pengerjaannya di Global Mapper dapat disimak pada penjelasan berikut ini :

1). Kombinasi band yang digunakan untuk mendapatkan true color dari citra satelit Landsat adalah RGB 321. Oleh karena itu kita akan membuka data citra satelit Landsat 7 band ke-1, 2, dan 3 di Global Mapper.

Untuk mendapatkan data citra satelit Landsat 7 ETM+ v1, salah satunya dapat diunduh di glovis.usgs.gov, dan bagaimana cara mengunduhnya dapat di searching di opa Google karena sudah banyak yang membahas bagaimana cara mengunduh citra satelit Landsat pada situs tersebut.

Hasil pengunduhan citra satelit Landsat pada situs tersebut berupa citra satelit Landsat yang mempunyai 8 band (band 1-5 dan 7 mempunyai resolusi spasial 30 meter), band 6 (band 61 dan 62) merupakan band thermal dengan resolusi spasial 60 meter, serta band terakhir yaitu band ke-8 mempunyai resolusi spasial 15 meter (masih terdiri dari masing-masing band yang mempunyai format data TIFF). Citra satelit Landsat 7 yang diunduh sudah bergeoreferensi dengan sistem proyeksi UTM dan datum WGS 84. Sebagai informasi, untuk mendapatkan citra satelit Landsat 7 dengan resolusi 15 meter biasanya dilakukan proses PANSHARP antara citra satelit Landsat band 1-5 dan 7 yang telah di stacking (tanpa mengikutsertakan band 61 dan band 62) dengan band ke 8.

Hal pertama untuk membuka data citra satelit Landsat band ke-1, 2, dan 3 di Global Mapper tersebut adalah tentu saja membuka software Global Mapper. Double click (klik dua kali) ikon software Global Mapper di desktop komputer kita (disini saya menggunakan software Global Mapper v11.02).

Gambar 1. Buka Software Global Mapper

2). Setelah jendela tampilan utama Global Mapper telah muncul, masukkan data citra satelit Landsat 7 hasil pengunduhan.

Gambar 2. Membuka Data Citra Satelit Landsat 7 Band 1, 2, dan 3

Pada jendela tampilan Global Mapper, klik Open Your Own Data Files (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 2) atau dapat juga dengan cara klik pada bagian menu bar : File | Open Data File(s)… atau dengan shortcut Ctrl + O. Setelah itu akan muncul jendela tampilan Open, kemudian klik data citra satelit Landsat 7 band 1, 2, dan 3 secara bersamaan, dimana untuk melakukannya kita klik terlebih dahulu band 1 (file yang mempunyai nama akhiran B10), kemudian kita tekan dan tahan tombol Shift pada keyboard komputer lalu klik band 2 (file yang mempunyai nama akhiran B20), dan terakhir klik band 3 (file yang mempunyai nama akhiran B30), dengan tetap menahan tombol Shift . Setelah ketiga band dari citra satelit Landsat 7 telah terseleksi (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 2), kemudian klik Open (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 2) untuk menampilkan ketiga band tersebut secara bersamaan di Global Mapper.

Gambar 3. Tampilan Data Citra Satelit Landsat 7 di Global Mapper

3). Klik Open Control Center

Tampilan awal setelah data citra satelit Landsat 7 dibuka di Global Mapper mempunyai warna monochrome (hitam-putih). Setelah itu klik Open Control Center pada bagian toolbar Global Mapper untuk melihat susunan layer dari data citra satelit Landsat yang dibuka (shortcut untuk membuka Open Control Center dapat dilakukan dengan cara klik secara bersamaan tombol Alt pada keyboard dengan tombol huruf C pada keyboard komputer – Alt + C).

Gambar 4. Open Control Center

Akan terlihat susunan layer dari data citra satelit Landsat 7 yang telah kita buka di Open Control Center.

Gambar 5. Susunan Layer

Gambar 5 diatas menunjukkan susunan layer dari data citra satelit Landsat 7 yang kita buka di Global Mapper. File dengan nama belakang B30 merupakan data citra satelit Landsat band ke-3 yang menempati susunan layer teratas, dimana pada Global Mapper layer teratas ditunjukkan pada bagian terbawah. Sedangkan pada layer terbawah diisi oleh data citra satelit band ke-1 (file dengan nama belakang B10). Untuk mengubah susunan layer, dapat dilakukan dengan cara meng-klik tombol panah yang berada di bagian samping kanan dari tampilan Open Control Center.

Gambar 6. Pengaturan Susunan Layer

4).Lakukan pengaturan pada setiap data citra satelit Landsat 7.

Masih dengan keadaan jendela tampilan Open Control Center masih terbuka, klik pada bagian layer teratas yaitu band 3 (file dengan nama belakang B30), kemudian klik pada bagian Options… (lihat Gambar 7 dibawah ini untuk lebih jelasnya).

Gambar 7. Pengaturan Data Citra Satelit Landsat 7

Setelah itu akan terbuka jendela tampilan dari Raster Options.

Gambar 8. Blend Mode

Pada bagian Blend Mode, pilih Keep Red (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 8) kemudian klik OK (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 8) jika telah selesai memilih. Selesai dengan pengaturan pada band 3, lanjutkan pengaturan yang sama pada band ke-2 (file dengan nama belakang B20) serta band ke-1 (file dengan nama belakang B10). Pada band ke-2, pada bagian Blend Mode pilih Keep Green, kemudian pada band ke-1 pada bagian Blend Mode pilih Keep Blue.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa untuk mendapatkan warna sebenarnya (true color) dari citra satelit Landsat digunakan kombinasi RGB-321 atau menempatkan spektrum elektromagnetik pada “tempatnya”. Band ke-3 pada citra satelit Landsat merekam pada spektrum elektromagnetik cahaya tampak bagian panjang gelombang warna merah, sehingga pada bagian pengaturan Blend Mode dipilih Keep Red. Begitu juga kenapa dipilih pilihan Keep Green pada pengaturan Blend Mode band ke-2, hal itu dikarenakan citra satelit Landsat band ke-2 merekam pada spektrum elektromagnetik cahaya tampak pada bagian panjang gelombang warna hijau, dan pilihan Blend Mode Keep Blue pada band ke-1, dengan alasan sama yaitu karena pada band ke-1 ini merekam spektrum elektromagnetik cahaya tampak pada bagian panjang gelombang warna biru.

Jika dilakukan dengan benar, maka hasilnya citra satelit Landsat 7 akan tampil dengan warna sebenarnya (true color).

Gambar 9. True Color Citra Satelit Landsat 7

Terlihat pada Gambar 9 diatas tampilan citra satelit Landsat 7 sudah true color, hal tersebut ditandai dengan warna putih pada awan, kemudian warna biru pada area laut, warna hijau pada area hutan/pepohonan, atau warna putih agak kemerahan untuk kawasan perumahan penduduk. Warna citra satelit Landsat 7 tersebut masih gelap karena belum dilakukan proses enhance (penajaman  warna).

5). Simpan ke dalam bentuk GeoTIFF.

Setelah mendapatkan citra satelit Landsat 7 dalam warna sebenarnya, simpan hasilnya dalam format GeoTIFF (atau kita dapat juga memilih pilihan format penyimpanan yang lain seperti GeoJPG atau bentuk KML/KMZ, namun disini saya memilih untuk menyimpan dalam format GeoTIFF – format yang umum digunakan dalam dunia pemetaan).

Jika kita zoom in ataupun zoom out data citra satelit Landsat tersebut di Global Mapper, maka sekilas seperti terjadi “flash” warna merah dan kuning pada data citra satelit Landsat tersebut, hal ini dikarenakan Global Mapper tetap memperlihatkan setiap layer dari data citra satelit Landsat (layer dari band ke-1, band ke-2, dan band ke-3 yang telah dilakukan pengaturan pada Blend Mode). Hal tersebut cukup mengganggu, dan oleh karena itu kita lebih baik menyimpan warna sebenarnya yang telah didapatkan dalam format raster kembali. Sehingga ketika membuka kembali data citra satelit Landsat hasil penyimpanan tersebut, kita tidak akan terganggu dengan “flash” warna merah dan kuning tersebut.

Gambar 10. Menyimpan Hasil Citra Satelit Landsat 7 Dalam Format GeoTIFF

Untuk menyimpan data citra satelit Landsat 7 true color dapat dilihat pada Gambar 10 diatas yaitu dengan cara klik pada bagian menu bar : File | Export Raster and Elevation Data | Export GeoTIFF … (langkah 1 sampai dengan langkah 3 pada Gambar 10), kemudian pada jendela tampilan GeoTIFF Export Options pada bagian File Type pilih tombol radio 24-bit RGB (Full Color, May Create Large Files). Pilihan tersebut akan membuat ukuran file hasil penyimpanan lebih besar dibandingkan jika kita memilih pilihan pada tombol radio 8-bit Palette Image namun hasil tampilannya akan lebih baik. Klik OK jika telah selesai memilih. Setelah kita klik OK, akan tampil jendela tampilan Save As, kemudian pilih direktori tempat penyimpanan. Isi nama hasil penyimpanan sesuai keinginan kita, kemudian simpan dengan klik tombol Save (langkah 6 dan langkah 7 pada Gambar 10).

Dengan cara yang sama, kita dapat melakukan kombinasi band lain pada citra satelit Landsat seperti kombinasi band untuk false color (RGB432 dan RGB742).

Demikian postingan kali ini, hope u enjoyed it.

5 thoughts on “True Color Citra Satelit Landsat di Global Mapper

  1. Pingback: Stacking Data Citra Satelit di PCI Geomatica | Take And Share

  2. Pingback: Stacking Data Citra Satelit di PCI Geomatica « Map Vision

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s