Clip Data Citra Satelit Menggunakan Metode Select a Script Subset File

Inter in European League – The Journey is Begin
© merdeka.com

Petualangan Inter Milan di Liga Eropa sudah dimulai hari Jumat kemarin (3 Agustus 2012). Lawan mereka di fase kualifikasi ketiga yaitu Hajduk Split yang merupakan wakil dari Kroasia, ditundukkan dengan skor 3 – 0, dimana tiga gol Inter disumbangkan oleh Sneijder pada menit ke 18, disusul gol Nagatomo menit ke 44, serta gol terakhir dicetak oleh Coutinho menit ke 73 lewat placing indah-nya ke pojok kanan gawang penjaga gawang Blazevic. Hasil ini merupakan hasil yang baik sebelum Inter kembali bersua Hajduk Split pada leg ke-2 di Giuseppe Meazza pada tanggal 9 Agustus 2012 mendatang.

Ada beberapa catatan menarik seputar pertandingan antara Inter lawan Hadjuk Split ini, diantaranya adalah tiga rekrutan anyar Inter yaitu Handanovic, Palacio, serta Silvestre diturunkan sejak menit awal serta bermain penuh selama 90 menit.

Samir Handanovic – Matias Silvestre – Rodrigo Palacio
© AFP

Hal kontras terjadi pada tiga punggawa veteran Inter yaitu Cesar, Stankovic, serta Maicon yang tidak diikutsertakan dengan alasan yang berbeda-beda. Maicon dan Stankovic tidak disertakan dengan alasan kebugaran serta dalam proses penyembuhan cedera, walau sebenarnya banyak yang mengira bahwa alasan tidak diikutsertakannya Maicon karena diisukan bahwa Maicon semakin dekat dengan proses kepindahannya ke Real Madrid, dimana jika ia main dalam partai lawan Hajduk Split tersebut, maka dipastikan ia tidak akan bisa didaftarkan Madrid di ajang Liga Champions. Sedangkan untuk kasus Cesar, memang pihak manajemen Inter secara sengaja tidak mendaftarkannya dikarenakan sepertinya  manajemen Inter udah ngebet buat “nendang” Cesar keluar dari Appiano Gentile. Perlakuan manajemen Inter terhadap Cesar menurut saya sangat menyedihkan, dimana seperti sebuah pepatah mengatakan “Habis Manis Sepah Dibuang”, itulah gambaran Cesar saat ini. Inter tidak menaruh respek yang besar terhadap penjaga gawang yang terlibat dalam sejarah Inter Milan menguasai Italia, Eropa, dan Dunia beberapa waktu lalu. Padahal Cesar sendiri nampaknya seperti berkeinginan menghabiskan sisa kariernya bersama Inter, apalagi diketahui bahwa keluarga Cesar sendiri betah berada di kota Milan. Kalau alasannya adalah ketidak konsistenan permainan Cesar pada musim lalu, gaji yang besar yang harus ditanggung Inter serta kedatangan Samir Handanovic pada musim ini, maka sebenarnya hal itu bisa dinegosiasikan kembali dengan Cesar, apalagi Cesar sebelumnya tidak pernah mengatakan tidak bersedia diturunkan gajinya serta tidak pernah mengatakan tidak mau jadi penjaga gawang kedua di Inter. Tapi mungkin itulah realita dunia sepakbola sekarang, dimana nilai-nilai lain selain kepentingan bisnis tidak berlaku sama sekali. Ada juga nama lain yang tidak didaftarkan yaitu Giampaolo Pazzini serta Ricky Alvarez. Kalau alasan Inter tidak mengikutsertakan Alvarez dikarenakan alasan yang sama dengan Stankovic  yaitu masalah kebugaran, maka posisi Pazzini sama dengan Cesar yaitu sudah diambang pintu keluar dari Inter, berhubung pelatih Stramaccioni tidak memasukkannya dalam skema permainan Inter musim depan.

Douglas Maicon, Julio Cesar, Giampaolo Pazzini – Out From Inter ?
© AFP & lockyep.blogspot.com

Hal menarik lain yang terjadi adalah tidak tampilnya Andrea Ranocchia melawan Hajduk Split bukan karena alasan cedera atau tidak ikut didaftarkan, melainkan Ranocchia sedang diselidiki pihak berwajib mengenai kasus Calcio Scommesse ketika dirinya masih bermain untuk Bari pada kompetisi 2009 – 2010. Masih belum jelas mengapa Ranocchia diselidiki, namun kabar yang beredar mengatakan bahwa Ranocchia mengetahui skandal pengaturan skor yang melibatkan klubnya waktu itu namun tidak memberitahukannya pada pihak berwajib.

Ranocchia Involved in Calcio Scommesse ?
© sport.virgilio.it

Jika di Inter sedang berlangsung proses “pemotongan” skuad yang ada, maka pada postingan kali ini kita juga akan membahas bagaimana cara memotong sebuah data raster (dalam hal ini data citra satelit) di PCI Geomatica menggunakan metode Select a Script Subset File. Metode ini memotong sebuah data raster dengan input datanya berasal dari file yang berbentuk text (.txt). Dengan metode ini kita tidak perlu untuk melakukan plot terhadap sebuah input data dengan format text  yang nantinya dijadikan sebagai area pemotong dari sebuah data raster. Untuk lebih jelasnya mengenai penggunaan metode ini, dapat dilihat penjelasannya pada langkah-langkah dibawah ini :

1). Buka data citra satelit yang akan dipotong di software PCI Geomatica (disini saya menggunakan PCI Geomatica V10.0.3)

Gambar 1. Cara Membuka Data Raster di PCI Geomatica

Sebagai langkah awal buka software PCI Geomatica dengan cara klik dua kali icon PCI Geomatica yang berada pada desktop komputer (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 1 diatas). Setelah itu kita klik icon toolbar Focus pada jendela tampilan Geomatica Toolbar (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 1 diatas).

Selanjutnya akan muncul jendela tampilan dari Geomatica Focus, kemudian kita buka data rasternya dengan cara File | Open… (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 1 diatas atau dapat juga dengan cara menekan tombol Ctrl berbarengan dengan huruf O pada keyboard komputer. Setelah itu pilihlah data citra satelit (data raster) yang berada pada komputer kita untuk ditampilkan pada jendela utama Geomatica Focus.

Pada postingan kali ini saya menggunakan data citra satelit dengan file bernama Landsat_TM_23Apr85 yang merupakan data contoh yang ikut disertakan ketika meng-installsoftware ER Mapper versi 6.4 dengan opsi Full (beserta data contoh), yang terletak pada direktori :

C | ERMapper64 | examples | Shared_Data | Landsat_TM_23Apr85.ers

File ini mempunyai format data .ers (ER Mapper Raster Dataset) dengan sistem proyeksi UTM Zona 11 North (Utara) dengan Datum NAD 27.

2). Tampilkan seluruh area dari data citra satelit.

Gambar 2. Menampilkan Keseluruhan Area

Data citra satelit akan tampil pada area kerja dari Geomatica Focus setelah kita membuka data citra satelit tersebut, namun tidak seluruh area ditampilkan. Untuk menampilkan seluruh area dari data citra satelit tersebut, klik tool Zoom to Overview pada toolbar Geomatica Focus (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 2 diatas).

3). Langkah selanjutnya kita akan memotong data citra satelit tersebut sesuai dengan batasan area yang telah ditentukan sebelumnya.

Gambar 3. Clipping/Subsetting…

Untuk memotong data citra satelit, kita pastikan terlebih dahulu klik file dari citra satelit tersebut yang terdapat pada bagian Objek Properties Geomatica Focus (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 3 diatas). Setelah itu pada bagian menu bar klik : Tools | Clipping/Subsetting…

4). Pilih Metode Select a Script Subset File

Gambar 4. Memotong Data Raster Menggunakan Metode Select a Script Subset File

Pada jendela tampilan Clipping/Subsetting akan terdapat pengaturan untuk melakukan pemotongan data citra satelit. Untuk yang pertama kita atur format data keluaran hasil data citra satelit yang kita potong tersebut. Pada contoh kali ini saya memilih format data TIFF 6.0 (.tif) sebagai format data keluaran (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 4 diatas). Kemudian centang pada bagian Rasters (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 4 diatas), dimana dengan mencentang bagian tersebut, seluruh band dari citra satelit Landsat tersebut secara otomatis akan ikut tercentang. Dengan seluruh bagian tersebut tercentang, maka semua band pada data citra satelit tersebut akan ikut dipotong, dan jika kita hanya ingin memotong beberapa band dari data citra satelit tersebut, kita harus mencentang satu persatu band yang akan dipotong pada bagian tersebut.

Beralih ke bagian Define clip region, pada bagian Definition Method kita pilih Select a Script Subset File (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 4 diatas). Kemudian pada bagian Coordinat Type dipilih Geocoded extents (ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 4 diatas). Setelah itu kita masukkan data input dalam bentuk format text (.txt) dengan cara klik tombol Browse… (ditunjukkan oleh angka 5 pada Gambar 4 diatas)untuk mencari pada direktori mana kita menyimpan data tersebut. Terakhir klik tombol Clip (ditunjukkan oleh angka 6 pada Gambar 4 diatas), untuk memulai proses pemotongan data citra satelit berdasarkan input data yang mempunyai format text (.txt).

Pada bagian Coordinat Type saya memilih Geocoded extents dikarenakan data citra satelit tersebut sudah bergeoreferensi dengan sistem proyeksi UTM dan datum NAD 27. Sedangkan pilihan yang lain, seperti Raster extents dipilih jika area pemotong mempunyai input data berupa nilai pixel dan line, biasanya digunakan untuk memotong data raster yang masih belum bergeoreferensi. Pilihan lain yaitu Long/Latextents dipilih jika area pemotong mempunyai input data berupa nilai Longitude dan Latitude, digunakan untuk memotong data raster yang telah bergeoreferensi (sistem proyeksi Geographic/Geodetik). Sedangkan pilihan Raster offset/size dipilih jika area pemotong ikut menyertakan seberapa lebar jarak antara nilai pixel pada bagian kiri atas area pemotong dengan bagian kanan atas area pemotong, serta ikut menyertakan seberapa panjang jarak antara line pada bagian kiri atas area pemotong deangan bagian kiri bawah area pemotong. Dan pilihan terakhir yaitu Geocoded offset/size dipilih jika area pemotong ikut menyertakan seberapa lebar jarak antara bagian kiri atas area pemotong dan bagian kanan atas area pemotong, serta ikut menyertakan seberapa panjang jarak antara bagian kiri atas area pemotong deangan bagian kiri bawah area pemotong, dimana nilai lebar dan panjangnya dinyatakan dalam sebuah unit pengukuran (menggunakan satuan meter).

Area pemotong dengan menggunakan Script Subset File yang mempunyai format data text (.txt) hanya dapat berupa area pemotong berbentuk persegi karena input datanya berupa nilai koordinat pada bagian kiri atas, bagian kanan bawah, serta nilai lebar dan panjang dari area pemotong. Pada postingan kali ini sendiri saya membuat area pemotong dengan memasukkan nilai koordinat pada bagian kiri atas serta kanan bawah pada data masukkannya (saya memilih pilihan Geocoded extents), dengan aturan penulisan input data area pemotongnya sebagai berikut :

ul_x(spasi)ul_y(spasi)lr_x(spasi)lr_y(spasi)lokasi direktori beserta nama filenya

dimana :

ul_x atau Upper Left alias Kiri Atas kita isi dengan nilai koordinat x pada bagian kiri atas area pemotong.

ul_y kita isi dengan nilai koordinat y pada bagian kiri atas area pemotong.

lr_x atau Lower Right alias Kanan Bawah kita isi dengan nilai koordinat x pada bagian kanan bawah area pemotong.

lr_y kita isi dengan nilai koordinat y pada bagian kanan bawah area pemotong.

Saya sendiri memasukkan area pemotong dengan input nilainya sebagai berikut :

487772.104 3626752.956 498118.114 3619194.621 C:\boundary_clip.txt

pada bagian terakhir jangan lupa masukkan lokasi penyimpanan file area pemotong beserta nama filenya, dimanan saya membuat area pemotong tersebut menggunakan notepad lalu disimpan dalam format text (.txt) dengan nama file boundary_clip.txt serta diletakkan pada direktori C. Untuk memudahkan, lihat gambar dibawah ini :

Untuk pilihan yang lain, aturannya juga sama, kecuali untuk pilihan Raster offset/size serta Geocoded offset/size dimana ada tambahan nilai lebar dan panjang.

Untuk pilihan Raster extents aturannya adalah sebagai berikut :

ul_x(spasi)ul_y(spasi)lr_x(spasi)lr_y(spasi)lokasi direktori beserta nama filenya

dimana :

ul_x atau Upper Left alias Kiri Atas kita isi dengan nilai pixel (x) pada bagian kiri atas area pemotong.

ul_y kita isi dengan nilai line (y) pada bagian kiri atas area pemotong.

lr_x atau Lower Right alias Kanan Bawah kita isi dengan nilai pixel (x) pada bagian kanan bawah area pemotong.

lr_y kita isi dengan nilai line (y) pada bagian kanan bawah area pemotong.

sebagai contoh :

83 115 255 325 C:\boundary_clip.txt

Untuk pilihan Long/Latextents aturannya adalah sebagai berikut :

ul_x(spasi)ul_y(spasi)lr_x(spasi)lr_y(spasi)lokasi direktori beserta nama filenya

dimana :

ul_x atau Upper Left alias Kiri Atas kita isi dengan nilai longitude (x) pada bagian kiri atas area pemotong.

ul_y kita isi dengan nilai latitude (y) pada bagian kiri atas area pemotong.

lr_x atau Lower Right alias Kanan Bawah kita isi dengan nilai longitude (x) pada bagian kanan bawah area pemotong.

lr_y kita isi dengan nilai latitude (y) pada bagian kanan bawah area pemotong.

sebagai contoh :

117d46’10″W 33d44’55″N 117d40’10″W 33d38’55″N C:\boundary_clip.txt

Untuk pilihan Raster offset/size aturannya adalah sebagai berikut :

ul_x(spasi)ul_y(spasi)width(spasi)height(spasi)lokasi direktori beserta nama filenya

dimana :

ul_x atau Upper Left alias Kiri Atas kita isi dengan nilai pixel (x) pada bagian kiri atas area pemotong.

ul_y kita isi dengan nilai line (y) pada bagian kiri atas area pemotong.

width kita isi dengan nilai jarak (pixel) antara bagian kiri atas pemotong dengan bagian kanan atas pemotong.

height kita isi dengan nilai jarak (line) antara bagian kiri atas pemotong dengan bagian kiri bawah pemotong.

sebagai contoh :

38 59 400 400 C:\boundary_clip.txt

Lihat gambar dibawah ini untuk mempermudah pemahaman.

Untuk pilihan Geocoded offset/size aturannya adalah sebagai berikut :

ul_x(spasi)ul_y(spasi)width(spasi)height(spasi)lokasi direktori beserta nama filenya

dimana :

ul_x atau Upper Left alias Kiri Atas kita isi dengan nilai koordinat x pada bagian kiri atas area pemotong.

ul_y kita isi dengan nilai koordinat y pada bagian kiri atas area pemotong.

width kita isi dengan nilai jarak antara bagian kiri atas pemotong dengan bagian kanan atas pemotong.

height kita isi dengan nilai jarak antara bagian kiri atas pemotong dengan bagian kiri bawah pemotong

sebagai contoh :

433000.000 5876000.000 300.000 300.000 C:\boundary_clip.txt

Setelah kita klik tombol Clip, maka data citra satelit akan dipotong sesusai dengan area pemotong. Dan gambar dibawah ini memperlihatkan data citra satelit hasil pemotongan :

Gambar 5. Data Citra Satelit Hasil Pemotongan

Seperti terlihat pada Gambar 5 diatas, area data citra satelit hasil pemotongan akan tampil sesuai dengan batasan dari area pemotong. Data keluarannya sendiri (data citra satelit hasil pemotongan) berada pada direktori yang sama dengan  area pemotong, misalnya saya mempunyai nama file area pemotong dengan nama boundary_clip.txt dan berada pada direktori C, maka data citra satelit hasil pemotongan juga akan berada pada direktori C dengan nama yang sama dengan nama area pemotong, namun berbeda dalam hal format data. Maka nama file data citra satelit yang akan dipotong bernama boundary_clip.tif (jika misalnya format data hasil keluaran yaitu data TIFF) dan berada pada direktori C.

Sekian postingan kali ini, semoga ada manfaatnya dan Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s