Membuat Area Secara Otomatis di Global Mapper

Membuat sebuah area yang berbentuk persegi atau persegi panjang di Global Mapper tidaklah sulit, karena di Global Mapper terdapat berbagai tool yang memang dapat berfungsi untuk membuat area berbentuk persegi/persegi panjang tersebut. Tool seperti Create New Area Feature atau tool Create Rectangular\Square Area merupakan tooltool yang ada di Global Mapper yang berfungsi untuk membuat sebuah area. Namun pembuatan area berbentuk persegi/persegi panjang menggunakan kedua tool tersebut dilakukan secara manual, selain itu jika data koordinatnya kurang dari 4, pembuatan area berbentuk persegi/persegi panjang menggunakan tool Create New Area Feature tidak terlihat rapih (seperti kurang simetris).

Untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat menggunakan tool Create Rectangular\Square Area (Specify Coordinates) untuk membuat area berbentuk persegi/persegi panjang dengan data titik koordinat yang kurang dari 4 secara rapih dan otomatis. Sebagai contohnya, dapat kawan-kawan lihat pada tutorial berikut ini :

1). Misalkan kita mempunyai dua titik koordinat, dimana koordinat pertama berada di bagian kiri atas sedangkan koordinat kedua berada pada bagian kanan bawah yang kedua koordinat tersebut kita plot di software Global Mapper, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1 dibawah ini :

Gambar 1. Dua Titik Koordinat Yang Akan Dijadikan Area

Gambar 1. Dua Titik Koordinat Yang Akan Dijadikan Area

2). Dari dua titik koordinat tersebut misalnya kita ingin membuat area berbentuk persegi/persegi panjang dengan bentuk yang rapih, dimana dua titik koordinat tersebut berfungsi sebagai pembatas bagian kiri atas dan kanan bawah dari satu area. Untuk membuat hal tersebut, kita klik kanan area kerja Global Mapper (area-nya sembarang), kemudian pilih : Create Area Shapes | Create Rectangular\Square Area (Specify Coordinates)

Gambar 2. Create Rectangular\Square Area (Specify Coordinates)

Gambar 2. Create Rectangular\Square Area (Specify Coordinates)

3). Setelah kita memilih tool tersebut, akan muncul jendela dialog dari Select Bounds of Feature.

Gambar 3. Jendela Dialog Select Bounds of Feature

Gambar 3. Jendela Dialog Select Bounds of Feature

Pada bagian tab Feature Bounds, pertama kita pilih tombol radio All Data Visible On Screen (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna orange pada Gambar 3), dimana dengan memilih opsi tersebut maka data yang terlihat pada layar monitor kita akan dibuat menjadi sebuah area, dan pada contoh ini data yang ada dan terlihat di layar monitor adalah dua titik koordinat. Kita juga bisa memilih opsi All Loaded Data, dimana pada opsi ini semua data yang terdapat pada jendela kerja utama Global Mapper dibuat menjadi sebuah area, walaupun data tersebut tidak terlihat pada layar monitor kita. Sedangkan opsi Lat/Lon Degrees, dapat kita gunakan jika kita hendak memasukkan data batasan dari area yang akan dibuat langsung pada jendela dialog ini. Jika sudah klik tombol OK (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna ungu pada Gambar 3).

4). Selesai dengan pengaturan pada jendela dialog Select Bounds of Feature, akan muncul jendela dialog Modify Feature Info, dimana pada bagian ini kita dapat melakukan pengaturan desain dari area yang dibuat.

Gambar 4. Jendela Dialog Modify Feature Info

Gambar 4. Jendela Dialog Modify Feature Info

Pada bagian input text Name (ditunjukkan oleh nomor 1 pada Gambar 4), isikan nama dari area yang akan dibuat, dimana saya memberi nama Area. Kemudian untuk memperbagus tampilan dari area yang kita buat, pilih tombol radio Specify Style to Use When Rendering Feature (ditunjukkan oleh nomor 2 pada Gambar 4).

Gambar 5.Select Area Style

Gambar 5.Select Area Style

Setelah itu akan tampil jendela dialog Select Area Style. Disini saya melakukan pengaturan bagian garis tepi (border) dari area yang akan dibuat pada pengaturan Border Style. Saya memilih garis tepi yang solid (garis utuh atau tidak putus-putus) dengan ketebalan 1 pixel (ditunjukkan oleh nomor 3 pada Gambar 5). Untuk mengubah warna dari garis tepi tersebut, kita bisa klik tombol Color… (ditunjukkan oleh nomor 4 pada Gambar 5), dimana saya memilih warna merah sebagai warna garis tepi. Pengaturan font dapat dilakukan dengan klik tombol Select Label Font… (ditunjukkan oleh nomor 5 pada Gambar 5), dimana saya memilih Arial pada bagian Font dengan Font Style Bold serta berukuran 12, dan untuk merubah warna font kita tinggal klik tombol Select Color… (ditunjukkan oleh area yang dilingkari warna hitam pada Gambar 5), dimana saya memilih warna merah untuk warna font-nya.

Jika sudah selesai klik tombol OK pada setiap jendela dialog yang terbuka.

Gambar 6. Area Sudah Terbentuk Secara Otomatis

Gambar 6. Area Sudah Terbentuk Secara Otomatis

Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 6 diatas, sebuah area berbentuk persegi panjang sudah terbentuk secara otomatis dengan dua titik koordinat awal sebagai batas untuk bagian kiri atas (upper left) dan kanan bawah  (lower right).

Postingan Menarik Lainnya :

Landsat 8

Logo Baru DigitalGlobe

Pleiades – Citra Satelit Resolusi Tinggi dari Eropa

Smoothing Data DEM

Peta Lokasi Banjir Jakarta 2013

Burning Man – Top Satellite Image of the Year

DigitalGlobe – 2012 Top Satellite Image of the Year

TileMill

Plot Data Titik Koordinat di Global Mapper

Glowing in the Dark

Membuat Tampilan 3D Data Vektor di Global Mapper

Stacking Data Citra Satelit di PCI Geomatica

Membuat Layout Data Citra Satelit Menggunakan ENVI

Warna Natural SPOT di Global Mapper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s