[Tutorial] Melubangi Area di Global Mapper

Sebuah area berupa data vektor polygon tertutup dapat kita lubangi oleh area lain sehingga membentuk area dengan bentuk yang baru dengan menggunakan software Global Mapper. Bagaimana caranya?, ikuti langkah-langkahnya berikut ini :

Jual Citra Satelit | Map Vision | citrasatelit.wordpress.com
Map Vision menawarkan data citra satelit berbagai vendor beserta pengolahannya dengan harga yang kompetitif. Kunjungi website : citrasatelit.wordpress.com untuk informasi lebih lanjut

1). Buka software Global Mapper, disini saya menggunakan software Global Mapper versi 12.01

Jual Citra Satelit - citrasatelit.wordpress.com

Gambar 1. Buka Software Global Mapper

2). Setelah kita berada pada jendela tampilan awal dari Global Mapper, buka data vektor yang akan dilubangi, dengan cara yang diperlihatkan Gambar 2 dibawah ini :

Jual Citra Satelit ALOS - citrasatelit.wordpress.com

Gambar 2. Membuka Data Vektor di Global Mapper

Klik Open Your Own Data Files (diperlihatkan oleh angka 1 pada Gambar 2), kemudian setelah itu akan muncul jendela tampilan Open, klik data vektor yang akan dibuka di Global Mapper (diperlihatkan oleh angka 2 pada Gambar 2) dan yang terakhir klik tombol Open untuk menampilkannya di jendela kerja Global Mapper (diperlihatkan oleh angka 3 pada Gambar 2), atau dengan cara lain yang lebih singkat (shortcut) yaitu klik tombol Ctrl berbarengan dengan tombol O pada keyboard komputer kita. Hasilnya data vektor yang akan kita lubangi akan berada di jendela kerja Global Mapper.

Jual Citra Satelit WorldView-2 | citrasatelit.wordpress.com

Gambar 3. Data Vektor Sudah Berada di Jendela Kerja Global Mapper

3). Setelah data vektor yang akan kita lubangi sudah berada di jendela kerja Global Mapper, buka data vektor lain yang merupakan area yang akan melubangi data vektor yang sebelumnya telah kita buka (dengan cara yang sama dengan cara membuka data vektor sebelumnya).

Jual Citra Satelit

Gambar 4. Dua Data Vektor Sudah Berada di Jendela Kerja Global Mapper

4). Untuk melubangi data vektor pertama oleh data vektor kedua, pertama kita seleksi data vektor pertama menggunakan Digitizer Tool yang berada pada bagian toolbar Global Mapper.

Jual Citra Satelit

Gambar 5. Digitizer Tool

Jual Citra Satelit

Gambar 6. Klik Data Vektor Pertama Menggunakan Digitizer Tool

Setelah itu dengan kondisi data vektor yang pertama masih terseleksi, seleksi data vektor kedua dengan cara klik data vektor kedua menggunakan Digitizer Tool berbarengan dengan menekan tombol Ctrl pada keyboard komputer kita.

Jual Citra Satelit

Gambar 7. Seleksi Data Vektor Kedua

Hasilnya kedua data vektor telah terseleksi (data vektor kedua tidak terlihat akibat dari hasil seleksi tersebut).

5). Selanjutnya setelah kita menyeleksi kedua data vektor tersebut, klik kanan kemudian pilih dan klik Find Intersection of Selected Area Features.

Jual Citra Satelit

Gambar 8. Klik Find Intersection of Selected Area Features

Setelah itu akan tampil kotak dialog seperti ini :

Jual Citra Satelit

Gambar 9. Kotak Dialog Pembuatan Area Baru

Pilih dan klik tombol Yes, dimana dengan memilih tombol Yes tersebut kita akan membuat area baru yang merupakan area yang terpisah antara data vektor pertama dengan data vektor kedua. Setelah itu, akan muncul kotak dialog Modify Feature Info, yang merupakan kotak dialog untuk melakukan pengaturan terhadap area yang baru terbentuk tersebut :

Jual Citra Satelit

Gambar 10. Modify Feature Info

Untuk bagian input text Name yang merupakan isian untuk nama dari data vektor yang baru (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 10), kita isi sesuai kehendak kita (disini saya menggunakan nama area_baru). Kemudian pada bagian Feature Layer (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 10) pilih opsi <Create New Layer for Feature>, dimana dengan memilih opsi tersebut kita membuat area yang baru kita buat pada layer baru di Global Mapper. Setelah kita memilih opsi tersebut, akan muncul kotak dialog Enter Layer Name yang merupakan input text untuk nama layer baru yang kita buat untuk area baru tersebut, isikan input text pada kotak dialog ini sesuai dengan kehendak kita (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 10). Jika sudah selesai memberi nama layer, klik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 10). Selesai melakukan semua pengaturan untuk area baru tersebut, kilik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 5 pada Gambar 10).

Hasil area baru yang terbentuk dapat terlihat pada Gambar 11 dibawah ini :

Jual Citra Satelit

Gambar 11. Area Baru

Untuk mengetahui apakah proses “pembolongan” data vektor pertama oleh data vektor kedua telah berhasil membuat data vektor yang baru, caranya kita klik menggunakan Digitizer Tool dan lihat area yang terseleksi-nya (seperti ditunjukkan pada Gambar 11 diatas).

Untuk menyimpan area baru tersebut misalnya dalam format data ESRI Shapefile (.shp), kita dapat melakukannya dengan cara klik pada bagian menu bar Global Mapper :

File | Export Vector Format…

Kemudian setelah itu akan muncul kotak dialog Select Export Format, setelah itu pilih opsi Shapefile (ditunjukkan oleha angka 1 pada Gambar 12) dan klik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 12) jika sudah memilih opsi tersebut.

Jual Citra Satelit

Gambar 12. Select Export Format

Setelah itu akan tampil kotak dialog Shapefile Export Options.

Jual Citra Satelit

Gambar 13. Pengaturan Shapefile Export Options

Pada bagian tab File Selection, centang bagian Export Areas (karena area yang akan disimpan berupa area), kemudian setelah itu akan muncul kotak dialog Save As, dimana pada bagian ini merupakan pemilihan lokasi penyimpanan hasil ekspor area baru di komputer kita. Beri nama area tersebut seperti yang ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 13, dan jika sudah selesai melakukan pengaturan klik tombol Save (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 13). Setelah itu kita akan kembali pada kotak dialog Shapefile Export Options, dimana langkah terakhir kita tinggal klik tombol OK (ditunjukkan oleh angka 4 pada Gambar 13) untuk menyudahi proses penyimpanan area baru tersebut. Untuk mengecek kembali apakah kita sudah benar melakukan proses melubangi area ini, kita buka data area baru yang telah kita simpan sebelumnya di Global Mapper.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan have a nice Sunday.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA :

Melihat Kerusakan Akibat Tornado via Citra Satelit

Perbandingan Kenampakan Citra Satelit Landsat 7 dengan Citra Satelit Landsat 8

Melihat Bumi Berubah Menggunakan Citra Satelit 

Stacking Data Citra Satelit Secara Otomatis

Membuat Area Secara Otomatis di Global Mapper

Landsat 8

Logo Baru DigitalGlobe

Pleiades – Citra Satelit Resolusi Tinggi dari Eropa

Smoothing Data DEM

Peta Lokasi Banjir Jakarta 2013

Burning Man – Top Satellite Image of the Year

DigitalGlobe – 2012 Top Satellite Image of the Year

TileMill

Plot Data Titik Koordinat di Global Mapper

Glowing in the Dark

Membuat Tampilan 3D Data Vektor di Global Mapper

Stacking Data Citra Satelit di PCI Geomatica

Membuat Layout Data Citra Satelit Menggunakan ENVI

Warna Natural SPOT di Global Mapper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s