[Tutorial] KML To Layer

Data Olahan Citra Satelit WorldView-2 Warna Merah Semu Wilayah Gunung Monako – Sumatera Utara Pada Skala 1 : 5.000

DAPATKAN DATA CITRA SATELIT BERBAGAI VENDOR DI MAP VISION DENGAN HARGA YANG KOMPETITIF. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT, DAPAT MELIHAT WEBSITE http://citrasatelit.wordpress.com

Tidak semua format data vektor dapat dibuka secara langsung di ArcMap, seperti hal-nya format data vektor kepunyaan Google Earth yaitu KML (.kml) atau KMZ (.kmz). Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan konversi terhadap format data vektor tersebut (KML atau KMZ) menjadi data vektor dengan format data yang dapat dibuka langsung di software ArcMap, seperti contohnya data vektor dengan format Shapefile (.shp). Konversi format data vektor dari KML/KMZ ke dalam format data vektor Shapefile (.shp) dapat dilakukan pada softwaresoftware yang didalamnya terdapat tool untuk melakukan konversi antar format data vektor, misalnya seperti software Global Mapper. Namun jika kita tidak mempunyai software untuk melakukan konversi format data vektor tersebut, kita dapat menggunakan salah satu tool di ArcMap yang bernama KML To Layer, dimana dengan tool tersebut, data vektor dengan format KML/KMZ di konversi ke dalam bentuk layer di ArcMap.

BACA JUGA :

1). [Tutorial] Komposit Band Data Citra Satelit di ArcGIS

2). [Tutorial] Clipping & Masking di ArcGIS

3). [Tutorial] Menghilangkan Pyramids di ArcGIS

4). [Tutorial] Membuat Legenda dengan Posisi Horizontal

5). Stacking Data Citra Satelit Secara Otomatis

Bagaimana cara  membuka data vektor dengan format KML/KMZ di ArcMap dengan menggunakan tool KML To Layer secara lengkap, dapat kawan-kawan lihat pada langkah-langkah pengerjaan sebagai berikut :

1). Buka software ArcMap (disini kami menggunakan software ArcMap 10.1) :

Gambar 1. Buka ArcMap 10.1

2). Setelah kita berada pada jendela tampilan ArcMap, pada bagian toolbar klik tool Search (ditunjukkan oleh area berwarna orange pada Gambar 2 di bawah) atau dengan shortcut menekan tombol Ctrl berbarengan dengan huruf F pada keyboard komputer (Ctrl + F).

Gambar 2. Search

3). Setelah langkah kedua dilakukan, selanjutnya akan muncul jendela tampilan tool Search.

Gambar 3. Jendela Tampilan Tool Search

Pada jendela tampilan Search bagian input text, ketik kml to layer (ditunjukkan oleh angka 1 pada Gambar 3 di atas), kemudian klik tombol Search (ditunjukkan oleh angka 2 pada Gambar 3 di atas). Hasil dari pencarian dengan tulisan kml to layer akan tampil pada bagian bawah. Terdapat dua hasil pencarian, dimana kita pilih bagian atas yaitu tool KML To Layer (Conversion) seperti yang ditunjukkan angka 3 pada Gambar 3 di atas.

4). Jika kita sudah melakukan langkah ketiga, maka selanjutnya akan tampil jendela tampilan KML To Layer.

Gambar 4. Pengaturan Tool KML To Layer

Setelah berada pada jendela tampilan tool KML To Layer, pada bagian Input KML File masukkan data vektor dengan format KML/KMZ yang akan ditampilkan di lembar kerja ArcMap dengan cara klik tombol Open (ditunjukkan angka 1 pada Gambar 4 di atas). Setelah itu muncul jendela tampilan Open, kemudian seleksi data vektor-nya dengan cara klik sekali pada file data vektor tersebut (ditunjukkan angka 2 pada Gambar 4 di atas). Selanjutnya, nama file data vektor akan berada pada bagian input text File name (ditunjukkan oleh area berwarna biru pada Gambar 4 di atas), dan terakhir klik tombol Open (ditunjukkan oleh angka 3 pada Gambar 4 di atas) untuk memasukkan data vektor ke bagian Input KML File.

Langkah selanjutnya, kita ke bagian pengaturan Output Location, dimana pada bagian ini kita akan menyimpan data hasil konversi dari format data vektor KML/KMZ ke dalam bentuk layer. Dengan cara yang hampir sama dengan pengaturan pada bagian Input KML File, kita tentukan lokasi folder untuk penyimpanan data vektor hasil konversi, dengan langkah-langkah yang ditunjukkan oleh angka 4, angka 5, dan angka 6, pada Gambar 4 di atas.

Selanjutnya beralih ke bagian pengaturan Output Data Name (Optional). Pada bagian ini secara default, nama data hasil konversi akan sama dengan nama data vektor yang di konversi, namun jika kita ingin membedakannya, kita tinggal memberi nama dari data hasil konversi sesuai keinginan pada bagian input text Output Data Name (Optional), seperti yang ditunjukkan oleh area berwarna biru pada Gambar 4 di atas.

Dan langkah terakhir, jika sudah selesai melakukan pengaturan pada bagian tool KML To Layer ini, kita tinggal klik tombol OK (ditunjukkan angka 8 pada Gambar 4 di atas) untuk memulai proses konversi.

5). Sesudah menekan tombol OK pada langkah sebelumnya, kita tunggu proses konversi sampai muncul kotak dialog pada bagian kanan bawah jendela tampilan ArcMap, seperti diperlihatkan Gambar 5 di bawah ini :

Gambar 5. Proses Konversi Sudah Selesai Dilakukan

Hasil proses konversi, akan langsung terlihat pada lembar kerja ArcMap, serta pada bagian Table Of Contents sudah terdapat layer dari data hasil konversi, seperti diperlihatkan Gambar 6 di bawah ini :

Gambar 6. Data Hasil Konversi Sudah Berada di Lembar Kerja ArcMap

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat and have a nice monday …………….

POSTINGAN MENARIK LAINNYA :

1). Glowing in the Dark

2). TileMill

3). Melihat Bumi Berubah Menggunakan Citra Satelit 

4). Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Topan Haiyan

5). Melihat Kerusakan Akibat Tornado via Citra Satelit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s