Ontbijt Walanda di Bandoeng

Ontbijt Walanda di Bandoeng

Ontbijt Walanda di Bandoeng

Biasanya saya sharing mengenai kegiatan ng-aleut di akun Google Plus milik saya (bisa cek di sini : +MochamadTaufikNugraha), tapi untuk kegiatan ng-aleut kali ini, saya ingin berbagi-nya di blog yang sedang kawan-kawan baca ini.

Tema ng-aleut pada hari minggu kemarin (12 Oktober 2014) yaitu Ontbijt Walanda di Bandoeng, dengan titik kumpul di Gedung Majestic yang berada di Jalan Braga No. 1.

Majestic

Majestic

Pada ng-aleut kali ini, banyak anggota baru yang ikutan dimana yang bikin menariknya anggota – anggota baru tersebut kebanyakan adalah ibu – ibu (bahkan ada yang bawa anaknya juga). Mungkin ibu – ibu tersebut tertarik dengan tema ng-aleut kali ini mengenai tempat-tempat kuliner yang rata – rata sudah ada sejak jaman kolonial. Selain itu pada kegiatan ng-aleut kali ini juga diikuti oleh Konsorsium Indonesia In Your Hand, sebuah konsorsium yang concern mengenai pariwisata di Indonesia dan mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

BACA JUGA :

1). Kalung Unik dari Biji Buah Melon

2). Iklan Djarum Super

3). Ronaldo Luis Nazario da Lima

4). Angkot oh Angkot …

5). Komplotan Pencuri di Angkot

Sebelum ng-aleut sendiri dimulai, selalu dilakukan “ritual” berupa pengenalan diri masing-masing peserta dan setelahnya ada sedikit pengantar dari pengurus Komunitas Aleut mengenai kegiatan ng-aleut yang akan dilakukan. Dari paparan singkat mengenai kegiatan Aleut yang dibicarakan oleh Arya, saya baru tahu arti dari kata Ontbijt yang merupakan tema ng-aleut kali ini. Ontbijt merupakan kata dari Bahasa Belanda yang artinya sarapan, jadi berarti tema ng-aleut kali ini akan dibahas berbagai tempat serta makanan yang biasa dimakan sebagai sarapan oleh para “penjajah” kita dulu.

Tempat pertama yang dibahas pada ng-aleut kali ini yaitu Canary – Bakery & Café, yang berada di Jalan Braga No. 16.

Canary – Bakery & Café

Canary – Bakery & Café

Sebelum tempat ini menjadi sebuah toko kue dan roti, dulunya tempat ini merupakan sebuah restoran (rumah makan) dengan nama Maison Vogelpoel. Maison sendiri mempunyai artirumah” namun dapat juga mempunyai artian “pengusaha kecil”, sedangkan Vogelpoel merupakan nama belakang dari pemilik restoran tersebut yaitu Theodorus Vogelpoel. Restoran yang didirikan pada tahun 1910 tersebut, berubah namanya pada tahun 1930-an menjadi Baltic, dengan fokus usaha pada penjualan es krim. Pada tahun 1980-an bangunan tersebut dibongkar yang kemudian dibuat bangunan baru dengan bentuk yang dapat kita lihat seperti sekarang ini.

Veco sedang menjelaskan sejarah Maison Vogelpoel

Veco sedang menjelaskan sejarah Maison Vogelpoel

Tujuan berikutnya yaitu Toko Sumber Hidangan yang berjualan roti dan es krimjadul”, namun karena toko-nya tutup, tempat tersebut di skip dan dilanjutkan ke Braga Permai.

Pegiat Aleut di depan Restoran Braga Permai

Pegiat Aleut di depan Restoran Braga Permai

Braga Permai yang mempunyai nama asli Maison Bogerijen merupakan restoran paling ngetop di zaman-nya. Restoran ini menjual berbagai hidangan kesenangan para Walanda, termasuk hidangan untuk sarapan, seperti roti, bubur (pap), kue kering, sup jagung, makanan dari bahan-bahan kentang, atau makanan dari olahan terigu / gandum, dimana roti yang ada di Maison Bogerijen sendiri disuplai dari pabrik roti terbesar di Hindia Belanda saat itu, yaitu Pabrik Roti Valkenet.

Hari sabtu menjadi hari tersibuk untuk restoran ini, karena pada hari tersebut Maison Bogerijen dikunjungi para dosen dan guru besar THS (sekarang ITB) di sore hari, dan di malam harinya mereka kedatangan para Preanger Planters (para tuan tanah – pribumi kelas atas). Ketika natal tiba, restoran ini membagi-bagikan kue secara gratis dengan syarat mau dicubit oleh pegawai restoran yang memakai kustom pit hitam.

Selanjutnya kami bergerak menyusuri Kampung Braga, atau warga sekitar menyebutnya dengan nama Kampung Apandi, dimana Apandi sendiri merupakan nama seorang tuan tanah di wilayah tersebut.

Sebagai informasi, beberapa nama jalan kecil yang ada di Kota Bandung biasanya didasarkan pada nama tuan tanah di wilayah tersebut atau seorang saudagar kaya raya yang ada di wilayah tersebut, seperti misalnya Jalan Haji Mesri di wilayah Kebon Kawung atau Jalan Dulatip di wilayah Andir.

Kampung Braga atau Kampung Apandi

Kampung Braga atau Kampung Apandi

Tujuan selanjutnya yaitu ke Jalan Alkateri buat icip-icip lotek tersohor yang ada disana, tapi sayangnya tidak ada tukang lotek yang buka saat itu, dan tempat tersebut akhirnya di skip juga, dan dilanjutkan ke lokasi berikutnya yaitu Warung Kopi Purnama yang masih berada di Jalan Alkateri.

Warung Kopi Purnama

Warung Kopi Purnama

Dari plang-nya saja udah ketahuan bahwa warung kopi ini sudah ada sejak zaman kolonial. Warung kopi ini didirikan oleh seorang dari etnis Tionghoa bernama Yong A Thong, yang merupakan perantau dari Medan. Awalnya warung kopi ini bernama Chang Chong Se yang mempunyai arti Silahkan Mencoba, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Purnama pada tahun 1966. Saya sendiri tidak dapat informasi, apakah di tempat ini dulunya para Walanda atau para Preanger Planters sering ngumpul untuk ngopi-ngopi atau hanya orang-orang dari etnis Tionghoa saja yang sering kongkow di sini.

Ngumpul di depan Warung Kopi Purnama

Ngumpul di depan Warung Kopi Purnama

Sebenernya kepengen sekali nyoba kopi disini, tapi karena tempatnya yang tidak terlalu besar sedangkan yang ikut ng-aleut cukup banyak serta di dalam sudah lumayan penuh, maka perjalanan pun dilanjutkan ke lokasi berikutnya.

Lokasi selanjutnya yaitu Pisang Simanalagi, dan kali ini juga kita harus menahan kekecewaan kembali karena tempatnya tutup untuk hari itu.

Pemilik Pisang Simanalagi sedang berbincang dengan Veco

Pemilik Pisang Simanalagi sedang berbincang dengan Veco

Beranjak ke Jalan Oto Iskandardinata – jalan yang terkenal dengan pohon gede yang terdapat kalong wewe-nya tersebut, disana kita berhenti di Toko Sidodadi. Toko yang menjual roti dan berbagai macam kue ini, merupakan tempat yang menurut saya yang paling menarik pada kegiatan ng-aleut kali ini. Dari luar, toko ini seperti tidak sedang berjualan, tapi cobalah ketuk pintu dari toko tersebut, kalau beruntung maka pintu akan terbuka😀. Jadi toko ini sebelum jam 10 pagi di hari biasa dan agak siangan di hari minggu, tidak akan dulu membuka toko-nya, namun mereka tetap melayani yang mau belanja dengan cara sistem buka – tutup pintu. Jika kita mengetuk pintu dan didalamnya sedang tidak penuh oleh orang yang sedang berbelanja, maka pintu akan dibuka dan kita dapat berbelanja disana, namun jika sedang penuh, maka kita harus menunggu-nya sampai ada orang yang keluar. Oleh karena itu, para peserta Aleut harus bergiliran agar dapat masuk ke dalam toko tersebut.

Toko Sidodadi – Toko Roti dan Kue yang berdiri sejak 1954

Toko Sidodadi – Toko Roti dan Kue yang berdiri sejak 1954

Kang Irfan dan Rizal sedang berbelanja di Toko Sidodadi

Kang Irfan dan Rizal sedang berbelanja di Toko Sidodadi

Saya sendiri di toko tersebut membeli roti horn, roti keju, lemper, bacang, dan kue sus, dimana yang menariknya roti dan kue tersebut dibungkus oleh bungkusan dengan desain yang jadul.

Bungkus Kue & Roti di Toko Sidodadi

Bungkus Kue & Roti di Toko Sidodadi

Selain desainnya yang jadul, yang menarik perhatian lainnya yaitu tulisan di bagian bawah dari bungkusan tersebut, terutama tulisan “Jadilah peserta KB Lestari”. Disitu terlihat bahwa sang pemilik toko ternyata mendukung program pemerintah berupa keluarga berencana, namun sayangnya lagi program KB Lestari ini adalah program KB pada pemerintahan Orde Baru yang sekarang ini sudah tidak ada, dan dari hal tersebut terlihat bahwa bungkusan tersebut tidak mengalami perubahan desain dan tulisan dari zaman masa orde baru.

Selesai berbelanja di Toko Sidodadi, lokasi berikutnya merupakan lokasi terakhir kegiatan ng-aleut kali ini. Rumah Makan Soto Ojolali yang berada di kawasan Cibadak, dipilih menjadi destinasi terakhir untuk makan siang dan sharing hasil ng-aleut kali ini, walau ada beberapa teman ng-aleut yang sudah duluan makan siang di Lotek Kalipah Apo.

Lotek Kalipah Apo

Lotek Kalipah Apo

Rumah Makan Soto Ojolali sendiri berdiri sejak 1939 dengan nama awal Soto Karta Endi, yang merupakan pendiri dari Soto Ojolali tersebut. Namun entah kapan, nama tersebut berubah menjadi Soto Ojolali. Walaupun nama rumah makan-nya berbau nama Jawa, tapi menu soto yang dijual disini adalah Soto Bandung. Soto Bandung dengan harga Rp. 25.000 tersebut menjadi santap siang para pegiat Aleut setelah beberapa jam berjalan bersama menyusuri tempat-tempat kuliner zaman “baheula” di Kota Bandung. Soto Bandung yang disajikan sendiri menurut saya cukup enak, daging sapi-nya sangat lembut dan gurih rasanya.

Soto Ojolali di Kawasan Cibadak

Soto Ojolali di Kawasan Cibadak

Sebelum mengakhiri kegiatan ng-aleut, ritual lain Komunitas Aleut yaitu sharing pengalaman kegiatan ng-aleut yang telah diikuti, dan yang menarik-nya adalah sharing terbaik kali ini akan mendapatkan hadiah. Dan ternyata juga sebelum dimulai sesi sharing, ada kuis berhadiah bagi siapa saja yang dapat menjawab pertanyaan dari Veco. Untuk kuis berhadiah sendiri, salah satu pemenangnya adalah saya sendiri, hehehe ….., karena saya berhasil menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan Veco dengan pertanyaan sebagai berikut : sarapan (ontbijt) apa yang menjadi kebiasaan orang Belanda di zaman dulu, dan saya menjawab bubur (pap) dan havermut, sedangkan pemenang satu lagi yaitu anggota baru, yang saya lupa lagi namanya, hehehehe …… maaf ya.

Sesi sharing pun dimulai setelah kuis berhadiah-nya selesai. Setelah masing-masing menceritakan kesan-kesannya mengikuti kegiatan ng-aleut kali ini, diumumkan lah pemenang dari sesi sharing kali ini, dimana yang menjadi pemenangnya yaitu Retno.

Pemenang kuis berhadiah dan sharing terbaik mendapatkan hadiah berupa kartu pos, peta, katalog museum , dan brosur pariwisata.

Hadiah Kuis & Sharing Terbaik

Hadiah Kuis & Sharing Terbaik

Dan kejutan lainnya, sebelum pulang, pihak Konsorsium Indonesia In Your Hand memberikan secara cuma-cuma kalender dan CD mengenai kepariwisataan di Indonesia, yang katanya dibuat oleh Kementerian Pariwisata kita dengan anggaran yang sangat tinggi, dan proyek tersebut dikerjakan oleh orang luar.

Kalender & CD gratis dari Konsorsium Indonesia In Your Hand

Kalender & CD gratis dari Konsorsium Indonesia In Your Hand

Selesai sudah cerita mengenai kegiatan ng-aleut hari minggu kemarin, dan bagi yang tertarik ingin lebih dalam mengetahui informasi pada tema ng-aleut kali ini, kawan-kawan dapat membeli buku dengan judul Ontbitjt Walanda Bandoeng karya Sudarsono Katam.

Buku Ontbijt Walanda Bandoeng Karya Sudarsono Katam Miliknya Kang Irfan

Buku Ontbijt Walanda Bandoeng Karya Sudarsono Katam Miliknya Kang Irfan

Dan yang mau ikutan kegiatan di Komunitas Aleut, tinggal datang aja tiap hari minggu-nya, dimana informasi lengkap untuk ikutan komunitas ini dapat dilihat di akun twitter Komunitas Aleut (@KomunitasAleut) atau fans page-nya di Facebook (Komunitas Aleut).

Sumber Gambar :

Foto Pribadi

Sumber Tulisan :

Catatan Pas Ng-aleut

Braga Permai Saksi Sejarah Kota Bandung :

http://www.sendokgarpu.com/index.php/detail/restaurants/234/Braga-Permai-Saksi-Sejarah-Kota-Bandung

Catatan Perjalanan : Maison Bogerijen :

https://catatanvecco.wordpress.com/2014/07/23/catatan-perjalanan-maison-bogerijen/

Produsen Ontbijt Walanda Bandoeng by Sudarsono Katam :

http://bukuygkubaca.blogspot.com/2014/08/ontbijt-walanda-bandoeng-by-sudarsono.html

Yuk Cicip Makanan Legendaris di Bandung :

https://aleut.wordpress.com/2012/07/20/1583/

 

Postingan Menarik Lainnya :

1). Melihat Musibah Longsor Menggunakan Data Citra Satelit

2). Melihat Objek Yang Tidak Kasat Mata Menggunakan Citra Satelit

3). Melacak Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines Lewat Citra Satelit

4). Citra Satelit Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau

5). Pembakaran & Pemboman di Wilayah Utara Darfur Dilihat dari Citra Satelit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s