Rafting Seru di Sungai Palayangan – Pangalengan

Rafting, sungai palayangan, pangalengan, situ cileunca, liburan di bandung, wisata alam pangalengan, wisata alam di bandung, curug ceret, curug sentral

Boom

“Boom”, begitu kata tersebut terucap dari mulut Kang Deden, seketika itu juga saya merasa antusias campur deg-degan, karena ucapan tersebut menandakan di depan sudah ada jeram yang akan dilalui. Posisi duduk pun langsung berubah, dari posisi awal duduk di atas perahu kemudian pindah ke bagian bawah dari perahu sambil berpegang pada tali yang ada pada bagian samping perahu, dimana hal tersebut dilakukan supaya ketika kita melewati jeram, kita tidak gampang terjatuh ke dalam sungai. Momen tersebut menurut saya dan kemungkinan juga menurut kebanyakan orang yang pernah melakukan kegiatan rafting, merupakan hal yang sangat menarik – sangat memacu adrenalin. Selain itu, momen ketika perahu melaju dengan kencang akibat terseret arus sungai yang deras yang sejurus kemudian memaksa perahu bergerak liar dan akhirnya “mencium” batu yang ada di pinggir sungai, merupakan hal menarik lain yang saya rasakan. Di luar dua momen menarik tersebut, hal yang menarik lainnya yaitu ketika harus menunduk ketika ada ranting-ranting pohon yang menjulur sampai ke bawah dan juga ketika ada sebuah jembatan, posisi duduk yang bergeser ke arah kiri atau kanan supaya posisi perahu berat ke suatu arah tertentu, serta bagaimana perahu terputar balik akibat menabrak batu besar yang terdapat di sungai.

Rafting, sungai palayangan, pangalengan, situ cileunca, liburan di bandung, wisata alam pangalengan, wisata alam di bandung, curug ceret, curug sentral

Mari Mendayung

Kegiatan yang memakan waktu sekitar 1 jam-an ini, menempuh jarak sekitar 5 Km,dengan titik keberangkatan kegiatan dimulai di Situ Cileunca. Pada suatu spot, kegiatan akan rehat sejenak, tapi sayang saya dan teman-teman tidak bawa makanan dan minuman ringan, karena kirain kegiatan akan terus berlangsung tanpa jeda (maklum newbie gan :)). Setelah dekat-dekat penghujung kegiatan, Kang Deden selaku instruktur mempersilahkan saya dan temen-temen untuk mencoba berenang sampai ke titik akhir kegiatan. Selesai kegiatan, saya dan temen-temen dibawa kembali ke titik awal yaitu di Situ Cileunca menggunakan mobil keor (bentuknya kayak mobil oplet-nya si Doel gitu).

Rafting, sungai palayangan, pangalengan, situ cileunca, liburan di bandung, wisata alam pangalengan, wisata alam di bandung, curug ceret, curug sentral

Berenang ke Tepian

POSTINGAN MENARIK LAINNYA :

1). Kalung Unik dari Biji Buah Melon

2). Ontbijt Walanda di Bandoeng

3). Iklan Djarum Super

4). Angkot oh Angkot …

5). Komplotan Pencuri di Angkot

Pengalaman pertama saya ber-rafting-ria ini sungguh sangat berkesan. Saya malah kepengen ngulang lagi pas kegiatan ini selesai, tapi karena waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya saya dan teman-teman akhirnya balik ke Bandung. Bagi yang belum pernah rafting sebelumnya, saya saranin untuk mencoba-nya di Sungai Palayangan ini, karena benar-benar seru, dan cocok untuk yang baru ikutan rafting – karena aliran sungai-nya yang tidak terlalu deras serta ukuran lebar sungai yang tidak terlalu besar, sehingga cukup aman untuk diikuti. Biaya untuk kegiatan ini sendiri yaitu Rp. 150 ribu per orang, dengan peserta minimal 5 orang dan maksimal 6 orang dalam satu perahu, dengan batasan usia paling muda yaitu 8 tahun. Untuk anak-anak yang masih berusia 8 tahun atau anak-anak di atas usia tersebut yang memiliki badan yang kecil, pada beberapa jeram tidak diizinkan untuk melanjutkan kegiatan rafting. Anak-anak diharuskan berhenti pada sebuah spot untuk selanjutnya berjalan kaki menyusuri sungai dan pada sebuah spot tertentu pula mereka kembali mengikuti kegiatan rafting.

Jadi tunggu apa lagi, cobain deh nyoba kegiatan alam yang satu ini, dan jika masih ada waktu bisa jalan-jalan ke sebuah curug, dimana warga sekitar namain curug tersebut dengan nama Curug Sentral (terdapat 3 curug – Curug Dewa, Curug Ceret, dan satu lagi saya lupa namanya🙂 ), silahkan tanya warga sekitar untuk mengetahui jalur menuju curug tersebut.

BACA JUGA :

1). Melihat Musibah Longsor Menggunakan Data Citra Satelit

2). Melihat Objek Yang Tidak Kasat Mata Menggunakan Citra Satelit

3). Melacak Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines Lewat Citra Satelit

4). Citra Satelit Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau

5). Pembakaran & Pemboman di Wilayah Utara Darfur Dilihat dari Citra Satelit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s