Sedia Payung Saat KAA

Kalau kata Aa Gym mah :

Konferensi Asia Afrika, KAA, jalan otto iskandar dinata, pasar baru, pasar baru bandung, nasi goreng mafia, braga culinary night, payung di jalan otto iskandar dinata, payung di kawasan pasar baru, kang emil, sterilisasi kawasan pasar baru

(Image Copyright : muslim.or.id)

Untuk mengasah ilmu tingkat tinggi tersebut, bagi kawan-kawan yang berdomisili di Bandung, boleh mencoba berkendara melalui jalur menuju Pasar Baru, terutamanya pada pagi dan sore hari, serta sepanjang hari pas weekend. Disana kita akan belajar bagaimana meredam keinginan buat memencet klakson terhadap kendaraan yang ada di depan kita, mencoba menahan diri dari mengeluarkan berbagai kata yang memuat aneka penghuni kebun binatang pada supir angkot yang ngetem, serta berupaya meminimalisir ucapan sumpah serapah pada para PKL yang membuat para pejalan kaki harus ikut memenuhi jalanan.

Pelatihan ilmu sabar di kawasan sekitar Pasar Baru kalau berdasarkan level kepedasan dari Nasi Goreng Mafia mungkin sudah berada diantara level merisaukan sampai dengan level mematikan, dimana kalau udah makan nasi goreng dengan level tersebut, kalau ada orang yang rese sama kita, mungkin akan kita bacok tanpa pikir panjang (sangat mematikan). Namun saat ini level-nya sudah turun sampai dengan level menenangkan, karena harga cabe yang sekarang makin mahal adanya gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA).

BACA JUGA :

1). Sempurna di Hari – H

2). Ngaleut ke Wilayah Markas Besar Kang Bahar

3). Mewahnya “Tempat Ngaso” Terakhir Etnis Tionghoa

4). Ada “Sesuatu” di Jalan Kecil itu

5). Ontbijt Walanda di Bandoeng

Adanya gelaran KAA membuat para pengendara cukup leluasa melewati kawasan tersebut, dimana salah satu penyebabnya yaitu adanya sterilisasi PKL di kawasan tersebut selama penyelenggaraan KAA. PKL yang biasanya sudah nongkrong dari pagi di trotoar sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata, juga harus ikut berlatih sabar, menahan diri agar sementara waktu tidak berjualan di tempat yang sebenarnya menjadi hak bagi para pejalan kaki tersebut. Imbas dari sterilisasi tersebut, para pejalan kaki dapat dengan leluasa berjalan di trotoar dan tidak lagi berjalan di badan jalan, sehingga para pengendara mendapat lebih banyak ruang di jalan dibanding hari-hari biasanya, apalagi ditambah dengan absennya tandem pembuat semrawut kawasan tersebut, yaitu jajaran kendaraan yang parkir secara liar.

Konferensi Asia Afrika, KAA, jalan otto iskandar dinata, pasar baru, pasar baru bandung, nasi goreng mafia, braga culinary night, payung di jalan otto iskandar dinata, payung di kawasan pasar baru, kang emil, sterilisasi kawasan pasar baru

Trotoar yang Sepi dari PKL

Hati dan pikiran para pengendara pun semakin seger dengan tampilan kawasan tersebut yang biasanya kumuh akibat banyak sampah yang berseliweran, sekarang lebih bersih dan nyaman dengan kehadiran banyaknya petugas kebersihan dan keberadaan tanaman-tanaman hias yang berada di pinggir jalan.

Konferensi Asia Afrika, KAA, jalan otto iskandar dinata, pasar baru, pasar baru bandung, nasi goreng mafia, braga culinary night, payung di jalan otto iskandar dinata, payung di kawasan pasar baru, kang emil, sterilisasi kawasan pasar baru

Mari Kita Bantu Dia Supaya Bandung Bersih dengan Buang Sampah Pada Tempatnya

Konferensi Asia Afrika, KAA, jalan otto iskandar dinata, pasar baru, pasar baru bandung, nasi goreng mafia, braga culinary night, payung di jalan otto iskandar dinata, payung di kawasan pasar baru, kang emil, sterilisasi kawasan pasar baru

Tanaman Hias Plus Bendera Peserta KAA di Pinggir Jalan Otto Iskandar Dinata

Para pengendara, terutamanya pengendara sepeda motor yang lewat di kawasan ini juga tidak perlu takut kehujanan, karena PemKot telah memasang ratusan payung warna-warni di atas jalan (berhubung saat ini masih musim hujan di Bandung). Untuk hal tersebut saya cuman bercanda🙂, dimana fungsi penempatan ratusan payung sendiri hanya untuk mempercantik kawasan tersebut.

Konferensi Asia Afrika, KAA, jalan otto iskandar dinata, pasar baru, pasar baru bandung, nasi goreng mafia, braga culinary night, payung di jalan otto iskandar dinata, payung di kawasan pasar baru, kang emil, sterilisasi kawasan pasar baru

Sedia Payung Saat KAA

Konsep penempatan payung di atas jalan untuk mempercantik tampilan suatu kawasan, bagi sebagian orang Bandung mungkin sudah tidak aneh lagi, karena konsep ini sudah dilakukan Kang Emil di masa-masa awal kepimpinannya, seperti yang pernah dilakukan pada acara Braga Culinary Night.

Kondisi di kawasan sekitar Pasar Baru yang sudah berada pada level menenangkan ini, semoga tidak kembali lagi ke level mematikan setelah selesai-nya KAA, sehingga para pengendara tidak harus kembali mengasah ilmu sabar-nya ketika melewati jalur ini.

Sumber Foto :
Foto Pribadi

Postingan Menarik Lainnya :

1). [Tutorial] “PANSHARP” Data Citra Satelit di Global Mapper

2). Plot Data Titik Koordinat di Global Mapper

3). Membuat Area Secara Otomatis di Global Mapper

4). [Tutorial] Copy-Paste Titik Koordinat Data Citra Satelit

5). Smoothing Data DEM

One thought on “Sedia Payung Saat KAA

  1. Pingback: #PojokKAA2015: Sedia Payung Saat KAA | Dunia Aleut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s