Rafa Benitez : From Zero to Hero Next Season?

rafa benitez, rafael benitez, allegri, enrique, massimiliano allegri, luis enrique, treble barcelona, real madrid, pelatih baru real madrid

Allegri & Enrique – From Zero to Hero

Kejutan menarik yang tersaji di musim 2014/2015 ini yaitu kesuksesan Luis Enrique dan Massimiliano Allegri di timnya masing-masing. Luis Enrique sukses besar membawa Barcelona meraih treble winner untuk kedua kalinya dalam sejarah klub mereka, dan begitu juga dengan Allegri yang nyaris treble dengan Juventus-nya. Tiada yang menyangka bahwa kedua pelatih yang dipandang sebelah mata di awal musim oleh banyak kalangan tersebut, berhasil menjungkirbalikkan prediksi banyak orang di awal musim, lewat torehan luar biasa mereka di akhir  musim. Dan, mereka berdua boleh dibilang sebagai representasi dari sebuah adagium yang terkenal : From Zero to Hero.

Sebenarnya keraguan banyak orang yang seneng akan bola, termasuk saya sendiri, terhadap pengangkatan Allegri dan Enrique, wajar adanya. Saya mengernyitkan dahi waktu tahu Juventus membuat pengumuman bahwa Allegri akan menjadi nakhoda tim yang baru menggantikan posisi Conte yang mengundurkan diri. Tiada yang tahu alasan pasti waktu itu kenapa Conte mengundurkan diri. Ada yang bilang bahwa alasan Conte mengundurkan diri karena keinginannya mendatangkan pemain-pemain kelas dunia terganjal dengan kebijakan manajemen Juventus  yang tidak ingin menghamburkan duit untuk beli pemain bintang yang semakin hari harganya makin gak karuan akibat kemunculan tim-tim kaya baru seperti PSG ataupun Manchester City, plus tim kaya dari dulu yaitu Real Madrid yang doyan buat sensasi dengan rekor transfer termahal-nya. Keinginan Conte merekrut pemain kelas dunia mungkin didasari kenyataan bahwa selama dia memimpin Juve di Liga Champions, hasilnya kurang menggembirakan, boleh dibilang Juve sangat superior di ajang domestik tapi medioker di Eropa. Conte mungkin berharap kedatangan pemain dunia yang mempunyai mental juara di ajang Liga Champions mampu membawa Juventus ke level yang lebih tinggi di ajang tersebut.

rafa benitez, rafael benitez, allegri, enrique, massimiliano allegri, luis enrique, treble barcelona, real madrid, pelatih baru real madrid

Antonio Conte – Sempat Mengira Bakalan Jadi Sir Alex-nya Juventus

Pengangkatan Allegri yang tidak berselang lama dari waktu pengumuman pengunduran diri Conte, semakin membuat banyak orang terheran-heran. Terkesan bahwa manajemen Juventus memang sedari awal hanya menjadikan Allegri sebagai calon tunggal, padahal waktu itu masih banyak opsi lain yang laik dipikirkan, semisal Roberto Mancini yang waktu itu lagi nganggur, setelah kontraknya tidak diperpanjang Galatasaray. Bahkan pengangkatan Allegri menjadi bahan olok-olokan fans Inter dan juga fans Milan kala itu, pelatih yang sebelumnya dipecat gegara gagal membawa Milan meraih gelar di musim sebelumnya, malah dipercaya menjadi bos dari tim yang merupakan juara bertahan di Seri-A. Entah apa alasan utama dari manajemen Juventus mengangkat Allegri, namun banyak yang memprediksi karena Allegri selama ini dikenal tidak terlalu banyak menuntut dalam hal mendatangkan pemain-pemain bintang, hal yang mungkin dikarenakan dia terlalu lama berkutat dengan para pemain dengan skill rata-rata di tim semenjananya yang terdahulu – Cagliari.

Sebenarnya ketika Allegri didapuk jadi bos Juve yang baru, selain mengernyitkan dahi, saya juga sebagai fans Inter merasa sangat senang. Saya meyakini waktu itu, Juve di bawah Allegri tidak akan sesolid ketika di bawah asuhan Conte, sehingga peluang Inter buat rebut gelar scudetto lebih besar. Namun harapan tidak sesuai kenyataan, Juve musim ini malah makin menggila, dua gelar domestik berhasil direbut, dan mereka malah bisa melaju ke Final Liga Champions, hal yang mungkin di luar impian terliar para pendukung Juventus sendiri, sedangkan Inter malah makin jeblok, bahkan ke liga malam jumat aja (Liga Europa) mereka tidak lolos.

Setali dua uang dengan Allegri, pengangkatan Enrique menjadi pelatih Barcelona menjadi tanda tanya banyak orang. Saya perkirakan waktu itu, manajemen Barca ingin nostalgia dengan kesuksesan Barca era Pep Guardiola. Pep yang merupakan produk asli La Masia dan pernah menjadi kapten Barca, sudah paham betul kultur yang ada di tim Barca, sehingga dia tidak akan susah untuk beradaptasi dengan lingkungan di sana, dan mampu menerapkan falsafah permainan menyerang Barca seutuhnya yang mengandalkan penguasaan bola dan permainan dari kaki ke kaki. Begitu juga mungkin yang ada di benak jajaran manajemen Barca perihal pengangkatan Enrique. Enrique sudah dianggap tahu jeroan dari Barca karena lama membela Barca, walaupun Enrique sendiri sebenarnya bukan produk asli La Masia dan bahkan sempat berbaju Real Madrid sebelum menyeberang ke Barca.

Namun ada hal mencolok yang dapat dilihat secara kasat mata yang menjadi tanda tanya pengangkatan seorang Enrique kala itu, yaitu rekam jejak kepelatihan Enrique di tim sebelumnya. Jika Barca menjadi tim utama pertama yang dilatih oleh Pep Guardiola, maka Barca merupakan tim utama ketiga yang dilatih Enrique. Dua tim sebelumnya yaitu Roma dibawanya menjadi tim medioker di Seri-A, begitu juga prestasi-nya di Celta Vigo yang hanya berkutat di papan tengah. Maka keputusan pengangkatan Enrique menjadi sebuah tanda tanya karena prestasi doi di tim sebelumnya, walaupun pengangkatan tersebut tidaklah seheboh dengan pengangkatan Allegri di Juventus. Beban Enrique tidak seberat beban Allegri yang harus menggantikan sosok pelatih yang telah jadi pahlawan bagi para suporter Juventus, sedangkan Enrique “hanya” menggantikan seorang Tata Martino yang musim sebelumnya gagal total bersama Barca. Tapi akhirnya segala keraguan mengenai Enrique juga pupus sudah di akhir musim ini, seiring keberhasilannya membawa Barca menjadi penguasa Spanyol dan Eropa.

Kejadian yang mungkin hampir serupa dengan Enrique dan juga Allegri, terulang di awal musim mendatang – musim 2015/2016. Pengangkatan Benitez menjadi pelatih Real Madrid, membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Kondisi Benitez boleh dibilang campuran dari kondisi pengangkatan Allegri dan Enrique di awal musim yang lalu. Benitez menggantikan sosok Ancelotti yang berhasil menuntaskan ambisi Madrid akan gelar ke-10 mereka di Liga Champions, walau di musim ini Ancelotti membawa Real Madrid nir gelar – sama halnya dengan kondisi pengangkatan Allegri waktu itu yang menggantikan sosok seorang Conte. Rekam jejak kepelatihan Benitez pun beberapa musim belakangan juga tidak begitu baik, hal yang hampir serupa dengan apa yang terjadi dengan kinerja Enrique di tim-tim sebelumnya.

rafa benitez, rafael benitez, allegri, enrique, massimiliano allegri, luis enrique, treble barcelona, real madrid, pelatih baru real madrid

Rafa Benitez – Bos Baru Real Madrid

Sejatinya, menurut saya sendiri, Benitez bukanlah pelatih yang buruk. Dia berhasil membawa Valencia juara La Liga dua kali, serta membawa tim tersebut menggondol Piala UEFA di musim 2003 – 2004. Tapi selepas melatih Valencia, Benitez tidak pernah lagi membawa tim yang dilatihnya menjadi juara liga. Liverpool dan Chelsea tidak pernah ia bawa menjadi juara Liga Inggris, begitu juga nasib Inter dan Napoli yang gagal ia bawa menjadi juara Liga Italia. Gelar mentereng yang berhasil dipersembahkannya selepas dari Valencia, hanyalah ketika membawa Liverpool menjalani malam ajaib di Istanbul pada tahun 2005 yang lalu, gelar selebihnya yang diraih, tidak bisa membuatnya masuk menjadi deretan pelatih elit di Eropa saat ini.

Dengan catatan Benitez yang tidak terlalu mentereng tersebut, tidak tahu apa alasan pasti Florentino Perez menaruh Benitez menjadi bos Real Madrid saat ini. Yang pasti fans Real Madrid saat ini hanya bisa berharap, bahwa nasib baik Enrique dan Allegri bersama tim-nya musim ini, bakalan juga menghampiri pelatih baru mereka di musim depan.

Sumber Gambar :

1. Luis Enrique : http://sport360.com/sites/default/files/styles/x644/public/article/Luis-Enrique-Barcelona-La-Liga-New-Contract-Josep-Maria-Bartomeu.jpg?itok=9CVeO4j8

2. Massimiliano Allegri : Getty Images – http://cache1.asset-cache.net/gc/474525328-juventus-fc-head-coach-massimiliano-allegri-gettyimages.jpg?v=1&c=IWSAsset&k=2&d=GkZZ8bf5zL1ZiijUmxa7QUtPKpm%2FKV%2BZujIk3ZYx%2BSPVgIwrzMPb4b16xXJzWhXQMV7bWduSY%2F700xQqdzclPw%3D%3D

3. Antonio Conte : http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02305/Antonio-Conte_2305896b.jpg

4. Rafael Benitez : http://i2.cdn.turner.com/cnnnext/dam/assets/150603123958-rafa-benitez-real-madrid-super-169.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s