Rancaekek : Kereta Api dan Rumah Jodi

sma, sman 6 bandung, rancaekek, kereta api, rumah jodi, memori zaman sma

Jodi dan Asep di Depan Rumah Jodi

Terakhir kali ke tempat ini, mungkin sudah sekitar 12 tahun yang lalu, zaman masih berseragam putih-abu. Dan baru hari minggu kemarin (01 November 2015), kembali saya menginjakkan kaki ke rumah kawan saya sejak masih SMA yang bernama Jodi, yang rumahnya terletak di salah satu perumahan dekat Stasiun Kereta Api Rancaekek.

Bermain kembali ke rumah Jodi setelah sekian lamanya, membuat kepala langsung dipenuhi kenangan terkait masa SMA. Memori pertama yang langsung teringat kembali adalah mengenai kereta api. Zaman SMA dulu, yang menggunakan sepeda motor ataupun mobil, sebagai alat transportasi buat ke sekolah, dapat dihitung dengan jari. Bisa dibilang mereka yang bawa kendaraan pribadi ke sekolah, sebagian besar berasal dari kalangan berada, karena waktu itu kredit kendaraan pribadi gak semudah seperti sekarang ini, selain juga karena memang belum cukup umur untuk bikin SIM. Siswa yang kere seperti saya dan kebanyakan kawan-kawan saya waktu itu, biasa menggunakan transportasi umum termasuk dalam urusan pergi maen ke rumah Jodi. Bareng kawan-kawan lainnya, biasanya kami maen ke Rancaekek menggunakan kereta api ekonomi yang tarifnya kalau gak salah cuman 1000 Rupiah. Dengan tarif yang murah banget itu, kereta ini jarang sekali lowong – selalu penuh sesak, terutamanya ketika jam-jam pergi atau pulang sekolah maupun kerja. Kondisi yang penuh sesak oleh penumpang diperparah dengan banyaknya pengamen dan pedagang di dalam kereta api. Suasana selalu riuh di dalam kereta, bak pasar berjalan.

BACA JUGA :

1). Hampuran Bunga dan Patung yang Random di Kebun Begonia

2). Main Air di Dekat Tempat Kekinian

3). Rafting Seru di Sungai Palayangan – Pangalengan

4). Ontbijt Walanda di Bandoeng

5). Sempurna di Hari – H

Hal lain yang menarik mengenai kereta api ini, yaitu dulu kawan-kawan sering banget kalau nggak punya uang buat bayar tiket ataupun males berdesak-desakan di dalam kereta, mereka bakalan naik ke atap kereta. Saya sendiri waktu itu gak pernah berani buat mencoba duduk di atap kereta, saya lebih memilih berdiri dan berdesak-desakan di dalam kereta, daripada bertaruh nyawa selama perjalanan. Para atapers (mereka yang suka naik ke atap kereta) ini memang nekad dan bandel, dimana saya sampai inget, sangking bandelnya para atapers ini walau sudah dimarahi sama petugas, disemprot air sama petugas, serta berbagai usaha lainnya, mereka lebih setia duduk di atas atap (kayaknya para atapers ini cocok dijadiin suami atau istri karena mereka sudah terbukti setia). Populasi atapers sendiri agak berkurang, ketika pihak kereta api membuat semacam duri dari besi yang ditempatkan di beberapa spot pada kereta api, terutamanya ditempatkan pada bagian ujung gerbong. Penempatan di bagian ujung gerbong dilakukan selain mencegah para atapers duduk-duduk lagi di atap juga supaya mereka yang masih bandel duduk di atap, tidak berpindah gerbong selama mereka duduk di atas – karena sangking nekadnya para atapers ini, mereka seringkali berpindah ke atap gerbong yang lain ketika kereta masih berjalan.

sma, sman 6 bandung, rancaekek, kereta api, rumah jodi, memori zaman sma

Contoh Para Atapers
(Sumber Gambar : tempo.co)

Berbeda sekali dengan kondisi perkeretaapian sekarang ini, sangat jauh lebih baik dalam pengelolaannya terutama semenjak Pak Ignatius Jonan memegang kendali perkeretaapian di Indonesia. Terakhir saya memakai kereta api ekonomi pas mau ke Cicalengka, dimana kondisi kereta api bersih, pakai AC, terdapat stop kontak, tiada pengamen dan yang berjualan, tidak ada atapers lagi, tidak bejubel, dan jadwal keberangkatan lebih tepat waktu.

Terkait dengan kereta api juga lah, pertimbangan yang diambil banyak kawan-kawan dari Rancaekek waktu itu untuk bersekolah di SMAN 6 Bandung ataupun SMAN 4 Bandung. Kedua SMA ini menjadi favorit, karena posisinya yang dekat dengan Stasiun Kereta Api Bandung.

Pemilihan SMA-SMA di Bandung sendiri oleh kawan-kawan dari Rancaekek waktu itu dilakukan karena mereka menilai sekolah-sekolah di Kota Bandung lebih baik kualitasnya ketimbang di daerah asal mereka, dimana mereka berharap dengan kualitas pendidikan yang lebih baik membuat kans mereka lebih besar untuk menembus kampus-kampus negeri yang terutamanya berada di Kota Bandung. Kondisi yang agak sulit sekarang ini dilakukan siswa-siswa dari luar Kota Bandung, berhubung saat ini sudah terdapat aturan baru yang lebih ketat mengenai siswa-siswa yang berasal dari luar Kota Bandung untuk bersekolah di Kota Bandung.

Dijadikannya kereta api menjadi moda utama transportasi kawan-kawan dari Rancaekek ini, membuat mereka wajib hafal jam keberangkatan kereta api dari Rancakek ke Bandung dan sebaliknya, atau kalau suka lupa jadwal, setidaknya menyimpan jadwal keberangkatan kereta api. Saya sendiri suka lihat Jodi selalu menyimpan jadwal keberangkatan kereta api yang diambil dari potongan surat kabar Pikiran Rakyat, yang ia letakkan di saku celana bagian belakang. Jodi sering kali cek jam dan juga jadwal keberangkatan kereta api waktu nongkrong bareng kawan-kawan lain, karena takut terlambat – apalagi kalau terlambat pada kereta api terakhir yang menuju Rancaekek, siap-siap aja cari tempat buat nginep.

Selanjutnya memori yang melekat terkait rumah Jodi yaitu maen games. Rumah Jodi waktu itu menjadi destinasi favorit saya dan kawan-kawan. Di rumah Jodi sudah terdapat komputer yang sudah dilengkapi dengan jaringan internet – sesuatu yang langka dan mewah bagi saya dan kebanyakan kawan-kawan saya waktu itu. Alasan ke orang tua buat maen ke rumah Jodi adalah cari tugas sekolah pake internet yang ada di rumah Jodi, padahal cari tugasnya cuman 20 – 30 menit, sisanya buat maen game Football Manager (FM) ataupun maen game Counter Strike (CS) secara online, yang waktu itu lagi booming banget.

Bentuk rumah Jodi yang sekarang pun jadi perhatian saya. 12 tahun yang lalu, rumahnya masih belum bertingkat, dan yang saya ingat belum ada garasi buat mobil / motor. Namun sekarang, rumahnya sudah bertingkat dua, terdapat garasi mobil dan motor, dan halamannya nampak lebih luas.

***

Kereta api dan rumah Jodi, menjadi memori terkuat di benak saya hingga saat ini mengenai Rancaekek.

POSTINGAN MENARIK LAINNYA :

1). Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Musibah Topan Pam di Vanuatu

2). Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Topan Haiyan

3). Melihat Kerusakan Akibat Tornado via Citra Satelit

4). Melihat Bumi Berubah Menggunakan Citra Satelit 

5). Citra Satelit Kebakaran Lahan dan Hutan di Provinsi Riau

2 thoughts on “Rancaekek : Kereta Api dan Rumah Jodi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s