Berilmu Sebelum Beramal

Menjelang maghrib, saya masih terpaku di depan layar laptop, berhubung masih ada yang harus dikerjakan. Mata, tangan, dan isi kepala, semuanya berkoordinasi untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan, sambil telinga mendengarkan shalawat yang saya dengar dari speaker masjid dekat rumah. Dari suaranya, shalawatan tersebut dilantunkan oleh laki-laki yang saya kira masih remaja dengan kisaran usia 13 sampai 15 tahun. Shalawatan atau juga membaca Al-Quran biasanya memang dilakukan anak-anak kecil, remaja, pemuda, ataupun yang sudah sepuh, yang dilakukan menjelang shalat maghrib ataupun shalat subuh di mesjid dekat rumah.

Awalnya shalawat yang saya dengar biasa saja, sampai akhirnya saya dengar shalawat tersebut dibaca dengan langgam yang saya rasakan seperti sebuah lagu yang familiar. Saya langsung menghentikan pekerjaan, kemudian fokus mendengar shalawat tersebut. Lama mengingat-ingat, saya langsung terhenyak, setelah saya tahu bahwa shalawat tersebut dibawakan menggunakan langgam dari lagu dangdut Iwa Peyek – sebuah lagu yang lumayan hits beberapa tahun kebelakang. Busyet, gila bener, bagaimana bisa sebuah perkataan yang merupakan doa dan pujian bagi orang yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW, menggunakan langgam dari sebuah lagu dangdut yang populer dinyanyikan trio penyanyi perempuan yang seringkali berpakaian tidak sesuai tuntunan ajaran agama Islam.

Saya sendiri waktu itu kurang tahu pasti bagaimana hukumnya melakukan shalawatan dengan menggunakan langgam dari sebuah lagu, namun saya berfikir dari segi kepatutan saja hal itu tidak pantas dilakukan. Bayangkan saja, mulut dan pikiran orang mungkin akan langsung bersayap ketika shalawat dengan langgam Iwa Peyek tersebut dilantunkan, satu sisi mulut dia melantunkan shalawat tapi di sisi lain pikirannya mungkin akan terbayang bagaimana goyangan dari para biduan yang menyanyikan lagu tersebut, dan bahkan mungkin juga ikut membayangkan lekukan tubuh para biduan tersebut, serta hal paling liarnya yaitu mungkin saja orang yang bershalawat dan juga yang mendengar shalawat tersebut malah jadinya berjoged mengikuti irama shalawatan tersebut, seperti kasus shalawatan dengan menggunakan langgam lagu dangdut Sakitnya Tuh Disini.

Setelah browsingbrowsing di internet, penjelasan bagaimana hukum shalawatan dengan menggunakan sebuah langgam dari sebuah lagu ataupun suatu daerah, dapat disimak pada beberapa link berikut ini :

http://www.fimadani.com/7-penjelasan-yang-mencerahkan-tentang-al-quran-langgam-jawa/

http://www.fimadani.com/bershalawat-dengan-musik-nyanyian-dan-tarian/

Saya sendiri tidak kesal pada remaja yang bershalawat tersebut, karena saya yakini bahwa remaja tersebut mendapat ajaran atau mengetahui bershalawat dengan cara tersebut dari dari senior atau guru ngajinya di masjid, di lingkungan sekitarnya, lingkungan keluarganya, ataupun di lingkungan sekolahnya. Anak-anak kecil atau remaja tersebut masih dalam proses menerima saja apa yang dikatakan para guru atau seniornya atau mengikuti apa yang sedang ramai dilakukan di lingkungannya berada, belum sampai pada tahapan secara matang mempertanyakan apakah hal tersebut ada tuntunannya atau tidak.

Yang paling bertanggung jawab dalam kejadian ini, adalah mereka yang sudah dewasa, yang mempunyai pemikiran dan akal yang sudah matang untuk berfikir, serta mampu menelusuri terlebih dahulu kebenaran suatu informasi atau ajaran, namun mereka tidak mau melakukan tersebut dan memilih mengikuti saja apa yang telah dikatakan atau dilakukan guru ngajinya secara taklid buta ataupun mengikuti apa yang dilakukan orang lain bagai seekor bebek yang mengekor ke bebek lainnya, yang kemudian mengajarkannya kepada anak-anak kecil ataupun kepada para remaja.

Entah untuk tujuan apa shalawat dengan langgam lagu dangdut ini diciptakan, namun tidak perlulah kita capek-capek berinovasi terhadap sebuah peribadatan walau dirasa memiliki tujuan yang baik, cukup ikuti saja apa yang terdapat dalam Al-Quran dan hadist serta ajaran para ulama salih yang sangat berpegang teguh pada dua rujukan utama umat Islam tersebut.

***
Saya menulis postingan ini tidak dalam posisi seseorang yang merasa sudah paling benar ataupun paling suci, karena saya pun masih banyak dosa, namun postingan ini sebagai pelecut bagi saya untuk rajin belajar ilmu agama pada sumber-sumber yang benar agar mengetahui serta mengamalkan ajaran agama Islam yang murni di tengah-tengah sudah banyaknya “inovasi” dalam hal peribadatan yang telah dilakukan orang-orang saat ini, serta sarana saling mengingatkan terhadap sesama muslim dalam hal kebaikan.

3 thoughts on “Berilmu Sebelum Beramal

  1. Fenomena shalwat dengan lagam iwak peyek…😀

    “namun postingan ini sebagai pelecut bagi saya untuk rajin belajar ilmu agama pada sumber-sumber yang benar agar mengetahui serta mengamalkan ajaran agama Islam yang murni di tengah-tengah sudah banyaknya “inovasi” dalam hal peribadatan yang telah dilakukan orang-orang saat ini, serta sarana saling mengingatkan terhadap sesama muslim dalam hal kebaikan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s