Rezeki Itu (Bukan Hanya) Uang

148789697

Seorang kawan yang saya kenal dari sebuah komunitas, bercerita bahwa kakaknya sedang mengalami sakit yang berat, sampai-sampai untuk bernafas pun harus menggunakan tabung oksigen. Setiap minggunya, kalau tidak salah, dia harus mengisi ulang minimal dua tabung oksigen berukuran kecil untuk kakaknya tersebut. Saya lupa pastinya berapa harga yang kawan saya sebutkan waktu itu untuk isi ulang satu tabung oksigen, namun misalkan saja harga isi ulang satu tabung oksigen berukuran kecil tersebut seharga 100 ribu rupiah, maka dalam satu minggu, uang sebesar 200 ribu rupiah harus dirogoh dari dompet. Tinggal dihitung saja berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk satu bulan, enam bulan, satu tahun, dan seterusnya. Sangat besar biaya yang harus dikeluarkan – dan itu hanya untuk isi ulang oksigen saja, belum ditambah biaya pengobatan yang termasuk biaya untuk membeli obat, serta tetek bengek lainnya, yang bisa kita bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk kesemuanya itu.

Mendengar hal tersebut, saya tentu saja ikut bersedih untuk apa yang menimpa kakak kawan saya tersebut, namun di sisi lain saya pun bersyukur sekaligus merasa malu. Bersyukur bahwa saya dan orang-orang yang menjadi tanggungan saya masih sehat walafiat, dan saya pun tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikmati udara yang saya hirup saat ini. Saya juga merasa menjadi orang yang sangat beruntung, karena saya dapat menghirup udara secara gratis dan bebas, sedangkan udara segar bagi kakak kawan saya tersebut, menjadi hal yang sangat mahal dan eksklusif. Selain itu, saya pun merasa malu, karena ternyata saya baru sadar betapa besar karunia berupa nikmat kesehatan yang Allah berikan kepada saya, yang selama ini tertutup oleh keluhan-keluhan duniawi yang dirasa belum saya peroleh.

***

Di zaman sekarang ini, yang hampir segala sesuatunya dinilai oleh materi, membuat makna rezeki bagi saya dan mungkin bagi banyak orang saat ini menjadi sangat sempit. Rezeki seolah berputar di persoalan material atau lebih spesifiknya uang. Akibatnya, saat ini banyak orang yang memandang dan menganggap bahwa orang yang banyak rezeki yaitu mereka yang dilimpahi oleh Allah berupa uang yang banyak, karena dengan uang tersebut, barometer kesuksesan duniawi seperti rumah dan kendaraan mewah, baju yang mahal, perabotan yang lux, serta apa-apa yang dapat dibeli dengan uang, dapat diperoleh. Dan implikasi lainnya, orang yang menganggap dirinya kurang memiliki uang seolah-olah menjadi anak tiri bagi Tuhan, menjalani takdir yang buruk dari Tuhan, dan pemikiran-pemikiran buruk lainnya terhadap Sang Pencipta terhadap kehidupan yang dia jalani. Seolah kebahagian hanya bisa digenggam dengan adanya banyak uang di tangan.

Tapi kejadian yang menimpa kakak kawan saya tersebut, menyadarkan saya bahwa rezeki itu bukan sekedar dalam bentuk uang, akan tetapi ada dalam bentuk lainnya. Dan salah satunya adalah kesehatan, yang seringkali tidak dianggap sebagai bentuk rezeki yang besar, sampai mungkin kita mengalami sakit. Saya tidak akan memilih pilihan memiliki uang yang tidak berseri namun bernafas harus menggunakan bantuan tabung oksigen, atau mempunyai harta yang seperti tidak akan habis untuk tujuh turunan namun untuk makan seperti tiada pilihan yang lain selain makan bubur ataupun oat meal, namun saya lebih memilih untuk makan di pinggir jalan tanpa pantangan karena saya memang sehat walafiat, sambil ditemani keluarga beserta kawan terdekat – walau mungkin hidup dalam kesederhanaan. Inginnya saya dan kita semua mungkin mempunyai uang yang banyak dengan kondisi kesehatan yang baik, namun pilihan di atas saya buat untuk melihat bahwa ada bentuk rezeki lain yang Allah berikan selain dalam bentuk uang.

Kejadian itu pun membuat pikiran saya makin terbuka dengan berbagai bentuk rezeki yang lain, seperti salah satunya memiliki istri dan anak yang soleh. Betapa tenang dan nikmatnya hidup ini, ketika istri dan anak-anak kita selalu menyenangkan hati. Istri yang selalu bersyukur dalam keadaan lapang serta bersabar dalam kesempitan, diiringi anak yang berbakti kepada orang tuanya serta taat dalam menjalankan perintah agama, betapa hal tersebut merupakan sebuah rezeki yang besar. Tidak terbayangkan jika istri dan anak kita menjadi sosok pembangkang yang nyata, bisa jadi rumah bak neraka yang enggan kita diami berlama-lama, dan mungkin saya yakini akan banyak orang yang rela menukar uang yang dimilikinya kalau dapat membuat perangai istri dan anaknya bisa menentramkan hatinya.

Dan banyak lagi bentuk lain dari rezeki yang Allah berikan selain uang, jika kita mau memikirkannya. Maka patut kita renungi bersama, firman Allah dalam sebuah ayat dalam Surat Ar-Rahmaan yang diulang sampai 31 kali, yang berbunyi :

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

karena memang begitu banyak nikmat berupa rezeki-rezeki yang Allah berikan kepada kita sepanjang hidup, baik rezeki berupa uang ataupun rezeki-rezeki dalam bentuk lain yang selama ini kita tidak sadari dan juga tidak kita syukuri.

5 thoughts on “Rezeki Itu (Bukan Hanya) Uang

  1. Sebuah pemaparan yang mencerdaskan dengan kemampuan spiritual, intelektual dan kepekaan membaca lingkungan dan menjadikan itu sebuah pelajaran yang bermanfaat tentunya bagi sang penulis dan pembaca yang mengambil pelajaran dari sebuah fenomena kejadian.

    Sebuah hal nu jarang ku saya dapatkeun ketika urang “ngopdar” bareng2 jeung barudak nu biasana berisi banyolan hungkul. Jigana kudu ditambah ku obrolan-obrolan nu jiga kieu supaya menambah iman ka Allah tentuna jeung hadirna iklim persahabatan nu silih ngingetan jeung nguatkeun.

    Untuk kakaknya temen Opik supaya segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT, aminn…

    Keep spirit on!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s